Makan di Telaga Sarangan, Wisatawan Ngeluh Dipatok Rp 225 Ribu

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Wisata di Telaga Sarangan, Magetan, Jawa timur. SP/ MGT
Ilustrasi. Wisata di Telaga Sarangan, Magetan, Jawa timur. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Viral di media sosial (medsos) seorang wisatawan yang mengeluh lantaran makan di salah satu tempat di Telaga Sarangan, Magetan, Jawa Timur justru dipatok dengan harga Rp 225 ribu.

Video curhatan wisatawan tersebut diunggah akun TikTok @aldivochannel. Dalam video itu sang wisatawan menceritakan ingin makan nasi kemudian dia masuk ke sebuah tempat makan.

Mulanya wisatawan itu santai memesan makanan nasi goreng. Namun saat akan membayarkan, dia dikejutkan dengan harga yang dipatok. “Aku mau bayar itu kaget, karena apa, harganya itu kayak, ya memang di situ ada tulisannya harganya berapa-berapa,” jelasnya, Senin (10/06/2024).

Wisatawan tersebut diharuskan membayarkan Rp 225 ribu, yang diketahui merupakan total harga dari tiga nasi goreng dengan capcay satu, es jeruk tiga ditambah dua kerupuk dan dua uliran jeroan.

“Tapi pada saat aku udah duduk mau bayar, aku lihat di situ totalannya ibu itu dia itu langsung nulis saja totalnya jret gitu. Tidak menuliskan ini ini (rinci) sekian enggak,” imbuhnya.

“Aku kan cuman nambah kerupuk dua sama urutan satu (jeroan) itu sudah naik dari Rp170 ribu itu naik jadi Rp 225 ribu,” imbuhnya.

Unggahan tersebut sontak mendapat komentar banyak dari warganet. Ada yang pro, ada pula yang kontra. Beberapa menilai wisatawan tersebut tidak cermat melihat harga.

Namun, banyak pula warganet yang mengaku kapok lantaran pernah kena getok di warung makan yang sama seperti curhatan wisatawan tersebut.

“Aku ke telaga sarangan, tanya tempat sarapan ke bapak yg sewain kuda, diarahin ke warung lain gak dibolehin kesitu karena katanya sampean engkok digepuk regone,” kata salah satu warganet.

“Wes pokok kapok banget beli di warung telaga sarangan situ wes kapok banget,” kata warganet lainnya. mgt-01/dsy

Berita Terbaru

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

PLN UID Jatim Gelar Senam Sehat Bersama di Darmo Free Day

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

Senin, 20 Jul 2026 20:35 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Dalam rangka menyemarakkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke 81 tahun, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur m…

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Permintaan Rp100 Juta dari Polisi dan Rp150 Juta dari Kejaksaan Muncul di Sidang Tipikor Madiun

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kepala Dinas Pendidikan Kota Madiun Lismawati mengaku berutang Rp250 juta ke koperasi untuk memenuhi permintaan uang yang menurut k…

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Memeriahkan HJL dan Bhayangkara, Lamongan Gelar Vespa Day 2026

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Masih dalam rangkaian Hari Jadi Lamongan ke-457 serta Hari Bhayangkara ke-80 Tahun 2026, PSLB (Paguyuban Scooterist Lamongan…

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Maksimalkan Volume Irigasi, Waduk Gondang Akan Dikeruk

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

Senin, 20 Jul 2026 19:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Dalam rangka mendukung pemaksimalan volume irigasi untuk pertanian, Pemerintah Kabupaten Lamongan bersama Balai Besar Wilayah…

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Peserta Walikota Cup 2026 Kolaps di Lapangan lalu Meninggal 

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:20 WIB

Diduga Serangan Jantung dan Lambatnya Penanganan Medis…

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Buntut Limbah SPPG Grogol, Satgas MBG Ponorogo Ancam Panggil Yayasan dan Mitra

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

Senin, 20 Jul 2026 17:17 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo– Satuan tugas (Satgas) Menu Bergizi Gratis ( MBG) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat pasca terungkapnya praktik dugaan pembuangan limbah …