Hore, Petani di Jember Bakal Dapat 63.248 Ton Pupuk Bersubsidi

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Para petani padi yang sedang merawat tanamannya menggunakan pupuk. SP/ JBR
Ilustrasi. Para petani padi yang sedang merawat tanamannya menggunakan pupuk. SP/ JBR

i

SURABAYAPAGI.com, Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember, Jawa Timur bakal menggelontorkan sebanyak 63.248 ton pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat untuk para petani. Bahkan, saat ini pabrik pupuk milik Pemkab mampu memproduksi 160 ton pupuk organik yang disalurkan secara gratis untuk petani.

Hal itu tentu untuk menunjang kesejahteraan dan meningkatkan produktivitas para petani di wilayah Jember. Namun, meski banyaknya bantuan pupuk yang sudah digalakkan, nyatanya upaya penambahan alokasi pupuk bersubsidi belum dapat menanggulangi keluhan petani secara menyeluruh.

“Faktanya, masih banyak kami temukan masalah-masalah terkait dengan tata niaga pupuk bersubsidi,” ujar Tabroni, juru bicara Fraksi PDI Perjuangan, Selasa (11/06/2024).

Sehingga, kedepan untuk menanggulangi masalah tersebut, perlunya upaya pendampingan dan revitalisasi kelompok tani oleh petugas penyuluh pertanian seharusnya dilakukan lebih serius dengan seadil-adilnya.

“Termasuk perlunya penguatan pengawasan peredaran pupuk bersubsidi. Jangan sampai terjadi marginalisasi kelompok tertentu, karena alasan kepentingan apapun,” kata Tabroni.

Sehingga dengan hal itu, nantinya wilayah Jember dapat mempertahankan posisi sebagai salah satu daerah penyanggah ketahanan pangan, yang bukan hanya untuk wilayah Jatim tapi juga secara nasional. 

Sementara itu, diketahui jika saat ini Jember telah ditetapkan sebagai daerah swasembada dan ketahanan pangan oleh gubernur Jatim. 

Oleh karenanya, selain pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, Pemkab Jember juga menjalin kemitraan dengan kelompok tani untuk pemanfaatan pupuk organik. Kelompok tani menyediakan kotoran hewan sebagai bahan produksi Si Jempol dan akan dikembalikan ke kelompok dalam bentuk pupuk organik siap pakai.

Tak hanya itu, Bupati akan terus mengoptimalkan sumber air melalui pendampingan pompanisasi dan peningkatan intensitas pertanaman. “Seharusnya kebijakan itu juga diikuti dengan upaya penanggulangan sumber air, terutama saat musim kemarau,” kata Tabroni. jbr-01/dsy

Berita Terbaru

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Kejar Target Puskesmas Sidoarjo Gencarkan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Demi meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya menjaga kesehatan, Puskesmas Sidoarjo gencar menyelenggarakan kegiatan Cek…

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Kasus HIV AIDS Kecamatan Sidoarjo Tembus 548 Penderita

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 17:03 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, dari 18 kecamatan dengan angka kasus penderita HIV/AIDS tertinggi…

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Pembeli Mulai Sepi Imbas Gula Pasir di Lamongan Tembus Rp 17.500 per Kg

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Harga komoditas gula pasir di wilayah Lamongan mengalami lonjakan harga dalam beberapa hari terakhir hingga dikeluhkan para…

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Peternak Kota Batu Sumringah, Harga Susu Sapi Perah Naik Tembus Rp8 per Liter

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Para peternak sapi perah di Kota Batu, Jawa Timur kini sumringah melihat harga susu sapi segar di tingkat peternak lokal wilayah Kota…

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Atasi Sampah Sungai Kali Tebu, Pemkot Surabaya Terjun Langsung Tekan Pencemaran

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 15:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti kepungan sampah plastik, kaleng, sampai rumah tangga terperangkap di trash boom Sungai Kali Tebu yang saat ini…

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minim Hujan di Musim Kemarau Jadi Berkah Positif Para Petani Apel di Kota Batu 

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

Minggu, 07 Jun 2026 14:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Memasuki musim kemarau 2026 dengan cuaca panas dan minimnya curah hujan justru berdampak positif terhadap dan membawa berkah…