Juni Bulan Bung Karno, Sisi Positifnya untuk Indonesia

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 11 Jun 2024 19:57 WIB

Juni Bulan Bung Karno, Sisi Positifnya untuk Indonesia

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Soekarno, yang lahir 6 Juni 1901 adalah manusia ciptaan Allah. Sama dengan hamba Allah lainnya, ia punya kelebihan dan kekurangan.

Kehidupan Soekarno diketahui seketika jungkir balik setelah tak menjabat. Seluruh kehormatan yang diperoleh sirna begitu saja.

Baca Juga: Wakil Ketua KPK, Slip of the Tongue

Menurut Peter Kasenda dalam Hari-hari Terakhir Sukarno (2013), setelah berhenti menjabat Soekarno mendapat imbauan dari Presiden Soeharto untuk keluar dari Istana Merdeka dan Istana Bogor sebelum 17 Agustus 1967. Istana yang sebelumnya menjadi tempat kehormatan, kini harus ditinggalkan Soekarno.

Sebagai gantinya, Soekarno diperbolehkan tinggal di paviliun sekitar Istana Bogor. Namun, seiring waktu, dia tak betah dan minta pindah, hingga akhirnya menetap di Wisma Yasoo, Jakarta pada 1967.

Itupun dengan seizin dan pengawasan Soeharto. Bisa dikatakan, Soekarno saat itu adalah tahanan politik rezim Orde Baru.

Selama menjadi rakyat biasa, Soekarno hidup sendirian di rumah. Tak ada satupun keluarga yang menemani atau menjenguk.

Menurut Asvi Warman Adam dalam buku Bung Karno Dibunuh Tiga Kali? (2010), interogasi itu membuat Soekarno sangat depresi. Bagaimana tidak, tentara berulang kali menanyakan hal sama setiap harinya, terlebih selama diinterogasi itu Soekarno juga harus menahan sakit.

Diketahui, sebelum lengser, ayahanda Megawati itu memiliki penyakit ginjal yang cukup parah. Dengan kondisi kesehatan demikian, Soekarno harusnya mendapat pengobatan terbaik di masa pensiun.

Sayangnya, itu tidak terjadi. Pengobatan diberikan seadanya dari dokter tanpa bantuan penuh rumah sakit.

Menurut Julius Pour dalam Gerakan 30 September (2011), apa yang dialami oleh Soekarno di masa-masa tua sangat mengubah hidupnya. Dia menjadi pikun dan sering berbicara sendiri tanpa lawan.

Semakin hari kesehatannya pun makin turun. Hingga akhirnya, itu semua membuat Sukarno wafat pada 21 Juni 1970. Sepeninggal Bung Karno, hidup keluarga pun harus tertatih-tatih. Soekarno tidak sekaya yang dibayangkan banyak orang.

Dia tidak meninggalkan warisan dan mendapat uang pensiun dari negara. Sepengakuan putri ke-3 Soekarno, Rachmawati, uang pensiun yang harusnya diterima keluarga dari negara pun tidak kunjung ada.

Kini, setiap bulan Juni selalu diperingati sebagai Bulan Bung Karno. Alasannya karena bulan juni memuat beberapa tanggal penting yang terjadi. Ada tanggal lahir Soekarno, tanggal wafat hingga lahirnya Pancasila yang diprakarsai oleh Soekarno.

 

***

 

Realitanya, ayah Megawati itu, telah tiada. Ia wafat dunia dengan mengenaskan pada tanggal 21 Juni 1970. Makam Bung Karno, berada di Jalan Ir. Soekarno No 152, Bendogerit, Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur. Lokasinya berada di pusat kota.

Kiai saya berpesan seorang muslim dianjurkan jangan membicarakan orang lain yang sudah meninggal dunia. Termasuk kekurangan pada fisik, akhlak, agama dan lainnya.

Anjuran ini tidak hanya terbatas dengan lisan, namun juga dengan tulisan dan isyarat. Dalam Islam, perilaku ini disebut dengan ghibah. Urusan ini tertulis dalam hadis Nabi Saw:

Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda, ‘Tahukah kalian, apakah itu ghibah? Para sahabat menjawab, ‘Allah dan rasul-Nya lebih mengetahui.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘engkau membicarakan sesuatu yang terdapat dalam diri saudaramu mengenai sesuatu yang tidak dia sukai. Salah seorang sahabat bertanya, ‘Wahai Rasulullah SAW, bagaimana pendapatmu jika yang aku bicarakan benar-benar ada pada diri saudaraku? Rasulullah SAW menjawab, jika yang kau bicarakan ada pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mengghibahinya. Sedangkan jika yang engkau bicarakan tidak terdapat pada diri saudaramu, maka engkau sungguh telah mendustakannya. (HR. Muslim).

Inti dari ghibah ialah perbuatan yang membentuk kesan buruk tentang seseorang, baik pada orang yang masih hidup, namun juga untuk orang yang telah meninggal.

Perbuatan ghibah biasanya menyangkut aib berupa kekurangan atau hal-hal negatif yang ada pada seseorang.

 

***

 

Sebagai generasi milineal, saya membuka sejarah Indonesia apa saja yang dilakukan oleh Ir. Soekarno untuk Indonesia?

Salah satu bentuk perjuangan Ir Soekarno bagi bangsa Indonesia adalah menggagas Pancasila.

Pada 29 April 1945, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tujuan BPUPKI adalah untuk menarik simpati dari masyarakat Indonesia, dengan memberikan janji kemerdekaan.

Baca Juga: Menteri Bahlil Ancam Menteri, Diledek Mantan Menteri

Karena tingginya nasionalisme yang dijunjung oleh Soekarno lewat Partai Nasional Indonesia (PNI), ia sempat ditangkap oleh pemerintah Belanda pada 29 Desember 1929. Soekarno terpaksa harus dipenjara selama empat tahun di Penjara Sukamiskin, Bandung. Setelah bebas pada 1934, penderitaan Soekarno masih harus terus berlanjut, di mana ia diasingkan ke Kota Ende, Pulau Flores, sebelum akhirnya dipindahan ke Bengkulu pada 1938.

Soekarno akhirnya membentuk Empat Serangkai Pada 1942, bersama dengan Mohammad Hatta, Ki Hajar Dewantara, dan KH Mas Mansyur .

Empat Serangkai adalah kelompok nasionalis yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan Jepang. Empat Serangkai memutuskan untuk bekerja sama dengan Jepang agar mendapat dukungan atas kemerdekaan Indonesia. Namun sayangnya, Jepang justru memanfaatkan kondisi ini agar bisa mengambil kekayaan Indonesia dan mempekerjakan rakyat pribumi sebagai kerja paksa (Romusha).

Pada 29 April 1945, Jepang membentuk Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI). Tujuan BPUPKI adalah untuk menarik simpati dari masyarakat Indonesia, dengan memberikan janji kemerdekaan. Setelah dibentuk, BPUPKI melaksanakan sidang pertama mereka yang berlangsung selama tiga hari, yakni pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945. Dalam sidang ini, tepatnya tanggal 1 Juni 1945, Soekarno menyampaikan gagasan dasar negara Indonesia, yang saat ini dikenal dengan Pancasila.

Terukir, Soekarno adalah presiden pertama Indonesia. Ia telah banyak berjasa dalam mencapai kemerdekaan Indonesia. Oleh sebab itu, Soekarno dijuluki sebagai Bapak Proklamator Indonesia.

Sayang, saat ia masih berkuasa bermain-main dengan ideologi. Soekarno, menciptakan Nasakom (Nasionalisme, Agama, Komunisme). Sejarah menulis ia bermain melawan kiri, tengah dan kanan. Pendeknya melawan satu sama lain. Ini adalah permainan yang sangat berbahaya, yang menyebabkan kejatuhannya pada 1965-1967.

 

***

 

Ketika saya SD, terdapat pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa). Di situ ada bab khusus tentang Soekarno dan dikisahkan layaknya seorang pahlawan yang hebat dan gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak pernah ada sisi negatif Soekarno yang diumbar.

Kisah G30S/PKI baru mulai diajarkan di pelajaran Sejarah (yang saat itu merupakan bagian dari IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial) untuk kelas 6 SD. Soeharto memang digambarkan sebagai tokoh yang heroik, namun sosok Soekarno tidaklah digambarkan sebagai sosok yang negatif.

Penggambaran sejarah terhadap Soekarno lebih ke netral, tidak mengagungkannya, tidak pula menjelekkannya.

Sisi negatif Soekarno baru mulai diajarkan saat kelas 2 SLTP, terutama di bab yang mengisahkan Demokrasi Terpimpin. Namun sisi negatif itu lebih terfokus pada kebijakan pemerintah saat yang bertentangan dengan UUD 1945, dan yang disalahkan adalah pemerintah secara umum, bukan Soekarno seorang.

Sementara sifat-sifat kedikatoran Soekarno malah tak disinggung sama sekali. Praktis membuat generasi saat itu menganggap era Soekarno juga era yang demokratis.

Baca Juga: "Dosa" Sekjen PDIP Hasto, Diincar dari Harun Masiku

Ada yang menulis, kalau sejarah yang kita pelajari itu benar, Soekarno sebenarnya punya banyak kesalahan di masa hidupnya. Namanya dipandang lebih positif bukan karena pemerintahannya, tapi karena perjuangannya sebagai proklamator.

Soekarno, juga dipandang tipikal orang Indonesia yang ada dalam 'masa transisi awal' hidup dalam masyarakat hirarkis ke masyarakat demokrasi. Ada yang menggambarkan, sosok Soekarno gabungan dari keraton kuno dan etika modern.

Misalnya dia punya kehidupan cinta yang relatif diterima secara sosial pada masa itu.

Bahkan Presiden Soekarno bukan saja dijuluki sorang orator yang ulung. Ini yang sangat membedakan dengan semua presiden Indonesia yang lainnya. Ia punya "kharisma".

Jadi Soekarno adalah orator kharismatik yang sanggup memukau "audience"nya di seluruh Nusantara termasuk sampai ke Malaysia dan Pattani (Thailand Selatan) selama berjam-jam. Ingatlah pidato 17 Agustusannya tidak pernah kurang dari 1.5 jam.

Saat itu, kata eyang saya yang pengurus PNI Surabaya, dia punya kebiasaan bolos kerja pada setiap tanggal 17 Agustus. Bolos khusus mendengarkan pidato2 Presiden Soekarrno.

Apakah kesalahan Presiden Soekarno dulu?

Kata eyang saya, Soekarno, terlalu sibuk dengan retorika ideologis daripada berfokus pada ekonomi dan pendidikan.

Dicatat, meski sama-sama diktator, mengapa Presiden Soekarno memiliki citra yang lebih positif dibandingkan Presiden Soeharto?

Ini karena prinsip mikul dhuwur mendhem jero-nya Soeharto yang tidak terlalu mengungkit-ungkit sisi negatifnya Soekarno, sehingga generasi muda yang lahir setelah 1965, tidak begitu tahu citra negatif dari Soekarno.

Dalam pelajaran PSPB (Pendidikan Sejarah Perjuangan Bangsa), ada bab khusus tentang Soekarno dan dikisahkan layaknya seorang pahlawan yang hebat dan gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Tidak pernah ada sisi negatif Soekarno yang diumbar.

Menurut ayah saya, kisah G30S/PKI baru mulai diajarkan di pelajaran Sejarah (yang saat itu merupakan bagian dari IPS [Ilmu Pengetahuan Sosial]) kelas 6 SD. Soeharto digambarkan sebagai tokoh yang heroik, namun sosok Soekarno tidaklah digambarkan sebagai sosok yang negatif. Penggambaran sejarah terhadap Soekarno lebih ke netral, tidak mengagungkannya, tidak pula menjelekkannya.

Sisi negatif Soekarno baru mulai diajarkan saat ayah saya kelas 2 SLTP. Pelajaran di bab yang mengisahkan Demokrasi Terpimpin. Namun sisi negatif itu lebih terfokus pada kebijakan pemerintah saat yang bertentangan dengan UUD 1945, dan yang disalahkan adalah pemerintah secara umum, bukan Soekarno seorang. Sifat-sifat kedikatoran Soekarno malah tak disinggung sama sekali. Kata ayah saya, dari buku pelajaran itu, generasi saat itu menganggap era Soekarno menerapkan demokrasi terpimpin.

Sejarah mengakui beliau adalah yang memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Padahal catatan sejarah menulis perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah jerih payah semua pahlawan kemerdekaan. Namun tetap saja, yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia adalah Soekarno. Tanpa mengurangi hormat kepada pahlawan dan pejuang kemerdekaan yang lain, Soekarno dipanggil salah satu founding fathers negara ini. Soekarno kau "Putra Sang Fajar". ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU