Unair Berikan Gelar Guru Besar Kehormatan kepada Wakil Ketua MA

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Selasa, 11 Jun 2024 19:58 WIB

Unair Berikan Gelar Guru Besar Kehormatan kepada Wakil Ketua MA

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya kukuhkan Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial, Prof (HCUA) Dr. Sunarto SH MH, sebagai Guru Besar Kehormatan (Honoris Causa) Fakultas Hukum (FH) Unair.

Prosesi pengukuhan ini berlangsung di Gedung Manajemen dan Rektorat lantai 5 Kampus C MERR Unair Surabaya.

Baca Juga: Unair Terima 2.831 Maba Jalur UTBK, 528 Pemegang KIP

Pada kesempatan tersebut, Rektor Unair, Prof Dr. Mohammad Nasih SE MT Ak, menekankan pentingnya peran seorang hakim sebagai penegak hukum yang adil.

"Seorang hakim mengemban amanah dan tanggung jawab besar, tidak hanya sebagai penengah perkara, tetapi juga sebagai penegak hukum yang adil," kata Prof Nasih, dari keterangan yang diterima Surabaya Pagi, Selasa, (10/6/2024).

Ia juga menambahkan bahwa tugas mulia seorang hakim pantas mendapatkan penghargaan luar biasa, sepadan dengan amanah yang diemban.

Prof Nasih juga menekankan bahwa menjadi seorang guru besar bukanlah perkara mudah. "Untuk menjabat gelar tersebut perlu keteladanan dan harus terus belajar tanpa mengenal usia atau waktu. Mempertahankan keteladanan menjadi tantangan besar selama menjadi guru besar," paparnya.

Baca Juga: UNAIR Duduki Posisi 308 Perguruan Tinggi Terbaik di Dunia

Ia mengakui perjalanan panjang Prof (HCUA) Sunarto selama 37 tahun telah membawa dampak besar bagi bidang ilmu hukum di Indonesia, menjadi contoh bagi generasi mendatang.

Lebih lanjut, Prof Nasih mengungkapkan bahwa seorang hakim adalah tonggak sebuah bangsa. Negara bisa dinyatakan tenteram dan sejahtera jika hakim berlaku adil dan benar.

"Mekanisme pendidikan yang menghasilkan calon hakim harus berkualitas dan relevan, serta integritas dari seorang hakim dan pendidik sangat dibutuhkan," tegasnya.

Masih dalam kesempatan yang sama, Prof (HCUA) Dr. Sunarto SH MH menyampaikan bahwa hakim bukan sekadar penentu kepatuhan terhadap undang-undang, tetapi juga penjaga keadilan.

Baca Juga: Geger Efek Samping Vaksin AstraZeneca, Pakar Ahli Epidemiologi UNAIR Ungkap Faktanya

Menurutnya, menjadi hakim bukan tugas mudah dan harus memiliki pemahaman mendalam tentang nilai-nilai keadilan yang bersumber dari hati nurani paling dalam.

"Hukum tanpa adanya keadilan hanyalah seperangkat aturan yang kering tanpa ruh di dalamnya. Hakim harus mampu melihat di luar batas formalitas hukum dan memperhatikan dampak sosial, budaya, dan kemanusiaan dalam mengambil keputusan," ujar Prof Sunarto.

Ia menambahkan bahwa keadilan tidak mungkin terwujud jika hakim hanya terpaku pada pengetahuan hukum semata. "Hakim harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, terus-menerus mengasah pengetahuan dalam berbagai disiplin ilmu," pungkasnya.Ain

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU