Budidaya Rumput Taman Menggiurkan, Raup Omzet hingga Rp 18 Juta

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 12 Jun 2024 13:45 WIB

Budidaya Rumput Taman Menggiurkan, Raup Omzet hingga Rp 18 Juta

i

Ilustrasi. Panen rumput laut yang kemudian dijual. SP/ MLG

SURABAYAPAGI.com, Malang - Budidaya rumput taman di Desa Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang ternyata cukup menggiurkan. Pasalnya dengan budidaya komoditas tersebut bisa meraup omzet hingga tembus Rp 18 juta. 

Suhartono (55), salah seorang warga yang membudiyakan rumput mengungkap jika dirinya hanya berbekal pisau tajam yang biasa disebut ‘tatah’, Suhartono mengambil 3 meter rumput yang ada di tanah sesuai permintaan pembeli. 

Baca Juga: Maling Laptop dan Elpiji Ditangkap Warga

“Ini beli sedikit, sama orangnya biasanya buat taman di rumahnya saja,” ujarnya, Rabu (12/06/2024).

Lebih lanjut, Suhartono pun ternyata sudah membudidayakan rumput sejak tahun 90’an. Rumputnya berjenis gajah mini dan rumput jepang. Kedua jenis rumput ini memiliki perbedaan, yakni terletak di daunnya. Untuk rumput gajah mini memiliki bentuk daun sedikit lebar. Sedangkan rumput jepang lebih kecil dibanding gajah mini.

Menurutnya, untuk membudidayakan rumput ini tak mudah. Pasalnya untuk proses penanamannya mirip dengan cara menanam padi. Penyiraman air harus dilakukan setiap hari ketika rumput kering. Hal ini dilakukan apabila musim kemarau

“Nanamnya ini ya seperti tanam padi. Bibitnya di sebar di tanah yang sudah bersih terus disiram dan dikasih pupuk kimia,” jelasnya.

Baca Juga: Tingkatkan Ketahanan Pangan, Pemkab Malang Salurkan Bantuan Beras

Disisi lain, untuk pemberian pupuk juga rutin dilakukan. Pupuk ini diberikan dalam waktu dua minggu sekali. Kemudian, perawatan lain yang harus dilakukan adalah menghilangkan rumput liar. Proses penanaman hingga panen, membutuhkan waktu kisaran 2,5 bulan. 

Selanjutnya setelah rumput dipanen atau dicungkil dari tanah, maka akan membuat volume tanah berkurang. Oleh karena itu Suhartono harus mendatangkan tanah untuk pengurukan lahannya.

“Ini saya jualnya per meter Rp 15 ribu,” sebut Suhartono.

Baca Juga: BPBD Kabupaten Malang Lakukan Kesiapan SDM dan Peralatan

Bahkan ia menyebutkan, sekali panen dapat meraup pundi-pundi rupiah hingga Rp 18 juta untuk lahan seluas 2.000 meter saja. Untuk penjualannya tak hanya lokalan saja, melainkan ia sudah memiliki pelanggan dari luar daerah. Seperti dari Surabaya, Banyuwangi, dan Bondowoso.

“Yang paling sering dari Surabaya, biasanya ke sini langsung bawa truk,” tandasnya. mlg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU