Kurangi Risiko Balita, Pemdes Popoh Gelar Musdes Rembug Stunting

author Juma'in Koresponden Sidoarjo

- Pewarta

Kamis, 20 Jun 2024 15:51 WIB

Kurangi Risiko Balita, Pemdes Popoh Gelar Musdes Rembug Stunting

i

Musdes Rembug Stunting di pendopo kantor Desa Popoh. SP/JUM

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Desa (Pemdes) Popoh, Kecamatan Wonoayu, Sidoarjo menggelar musyawarah desa (Musdes) Rembug Stating tahun 2025 di pendopo kantor desa setempat, Kamis (20/06/2024).

Kegiatan tersebut dihadiri pendamping desa, lembaga desa, BPD, RT, RW, kader PKK, kader kesehatan dan bidan desa setempat.

Baca Juga: Jembatan Kedungpeluk Ambrol, Pendistribusian Hasil Tambak ‘Mocar-macir’

"Pelaksanaan musdes rembug stating berjalan lancar dan sukses. Semoga program yang kita rancang ini dapat kita laksanakan di tahun depan," ujar Kades Popoh, Sugini, saat ditemui Surabaya Pagi, di kantornya seusai pelaksanaan musdes.

Menurutnya, jika musdes rembug stunting ini adalah momen musyawarah desa untuk membicarakan bagaimana mengurangi risiko stunting pada anak usia balita di desa setempat.

"Kegiatan yang kami laksanakan ini sangat serius. Ini dalam upaya mengatasi stunting generasi anak kami di masa akan datang," ujarnya.

Baca Juga: Sambut Harkamtibmas, Polresta Sidoarjo Gelar 'Sahabat Curhat' Aman dan Kondusif

Sementara itu, pendamping desa, Rina Hariyanti, menyebut percepatan dan pencegahan stunting ini melalui kegiatan rembuk stunting desa, akan bisa menghasilkan program-program yang akan dilaksanakan pada tahun 2025 nanti.  

"Rembug stunting ini merupakan kelanjutan dari rembug stunting tahun lalu," katanya.

Baca Juga: Rapat Paripurna DPRD Sidoarjo: Perjuangkan Perda Pengarustamaan Gender

Terpisah, Feni Indrawati Priyanto, selaku bidan desa setempat, memberikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemdes Popoh, lembaga desa, para kader, tokoh masyarakat yang sudah melaksanakan kegiatan peduli penurunan risiko stunting.

"Melalui rumah posko berisiko stunting desa selama ini, kami berharap bisa mengurangi risiko stunting pada anak usia balita," paparnya. zam/jum

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU