Tradisi Seblang Bakungan Suku Osing di Banyuwangi Pukau Wisatawan Asing

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 25 Jun 2024 13:54 WIB

Tradisi Seblang Bakungan Suku Osing di Banyuwangi Pukau Wisatawan Asing

i

Tradisi Seblang Bakungan yang digelar di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi. SP/ BNY

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Seblang Bakungan yang merupakan salah satu tradisi Suku Osing yang telah berlangsung selama ratusan tahun kembali digelar di di Sanggar Seblang, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelum ritual seblang dimainkan, warga menggelar tumpengan bersama di sepanjang jalan desa. Warga kemudian shalat maghrib dan shalat hajat berjamaah di masjid setempat. Ritual dilanjutkan dengan parade obor keliling desa (ider bumi). 

Baca Juga: Menparekraf Tawarkan Desa Wisata di Banyuwangi ke UN Tourism

Selanjutnya di bawah temaram api obor, warga desa makan tumpeng bersama di sepanjang jalan desa. Ritual dilanjutkan dengan membacakan mantra untuk si penari Seblang agar ia dirasuki roh leluhur. Dalam kondisi trance, penari Seblang tampil menari dengan iringan musik gending seperti Kodok Ngorek dan Seblang Lukinto.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani mengaku akan terus mendukung penguatan tradisi dan seni budaya Banyuwangi. Salah satunya dengan memasukkan ke dalam agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) setiap tahunnya.

Menurut Ipuk, festival bukan sekadar cara untuk mendatangkan wisatawan, tapi juga upaya menguatkan gotong-royong dan pelestarian budaya, sehingga tradisi dan budaya lokal tetap tumbuh subur di tengah modernitas. 

"Di sisi lain, ini adalah cara untuk meregenerasi pelaku seni budaya. Jadi ini bukan sekedar hiburan, namun juga edukasi bagaimana kita semua harus memiliki semangat melestarikan adat tradisi dan budaya kita," urainya, Selasa (25/06/2024).

Baca Juga: UNAIR Buka Pendaftaran Kedokteran di Banyuwangi

Ritual ini memukau wisatawan. Egor Danilove, wisatawan asal Rusia yang datang ke pertunjukan tersebut mengaku terpukau saat menyaksikan tarian Seblang.

"Sempat kaget dan merinding saat tahu kalau penarinya dalam kondisi trance. Tapi saya terhibur," ujar dia. 

Sebagai informasi, Seblang Bakungan dikenal sebagai ritual tarian yang dibawakan oleh wanita berumur dalam kondisi trance atau kehilangan kesadaran. Seblang Bakungan digelar setiap 17 Dzulhijjah atau sepekan setelah hari raya Idul Adha atau lebaran haji. 

Baca Juga: Pulau Bransring, Surga Tersembunyi di Banyuwangi yang Pukau Wisatawan

Tarian dengan nuansa magis ini membuat Seblang Bakungan menjadi tontonan menarik yang tetap memikat masyarakat dan para wisatawan. Tahun ini, Seblang ditarikan oleh Isni, perempuan berusia 52 tahun. Isni baru kali pertama menjadi Seblang. 

Dia menggantikan Aisah atau Mbah Isah yang sudah berusia 76 tahun. Mbah Isah telah pensiun sebagai Seblang karena kondisi kesehatannya menurun. Isni terpilih sebagai pengganti karena masih memiliki hubungan keluarga dengan Aisah.

Selain Seblang Bakungan, di Banyuwangi juga terdapat ritual Seblang Olehsari. Bedanya, Seblang Olehsari dimainkan oleh remaja perempuan dan digelar hari ketiga bulan Syawal selama lima hari. bny-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU