Rp 71 T, untuk Makan Bergizi Gratis, Katering Lokal Berpeluang

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah disiapkan dana pada RAPBN 2025 sebesar Rp 71 triliun.

Kesepakatan pemerintahan Jokowi dan presiden terpilih Prabowo, anggaran  Rp 71 triliun ini akan dijalankan secara bertahap.

Sebelumnya, ditiupkan, program makan siang dan susu gratis ini diperkirakan menyedot dana Rp 450 triliun per tahun. Ini membebani postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Kebutuhan dana jumbo tersebut diprediksi mengorbankan anggaran lain dari program perlindungan sosial. Kini clear dananya dirampingkan.

Program unggulan Prabowo Subianto ini akan dilakukan prinsip belanja berkualitas. Selain itu, anggota bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Thomas Djiwandono,  berupaya mengejar target program itu 100% secepat mungkin.

Hai Rakyat Indonesia!, Ayo bersiap songsong dapat makan siang gratis dan bergizi di sekolah.

 

***

 

Dalam catatan jurnalistik saya, soal makan siang gratis ada pesan khusus dari pemerintahan Jepang. Pesan  khusus untuk Presiden RI terpilih Prabowo Subianto, untuk anak-anak sekolah dasar (SD).

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi mengatakan negaranya siap membantu Indonesia menjalankan program tersebut. Sebab, sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun memberikan makanan gratis bagi warganya.

"Pengalaman ini bahkan kami lakukan saat Jepang memasuki masa setelah perang dunia kedua. Saat itu pemerintah kami berpikir memberikan makanan gratis bagi anak sekolah karena sebenarnya mereka sudah berniat untuk datang dan belajar,

Saat itu pemerintah kami berpikir memberikan makanan gratis bagi anak sekolah karena sebenarnya mereka sudah berniat untuk datang dan belajar

Menurutnya, ada beberapa yang harus dipertimbangkan sebelum melaksanakan program makan siang gratis. Paling utama adalah bagaimana komposisi dan cara mendistribusikan makanan tersebut.

Dalam mewujudkan hal ini, kita perlu memahami siapa yang akan memberikan makanan, dan juga apa yang perlu diisi dalam menu makanan tersebut

makanan bernutrisi apa yang sebaiknya diberikan kepada anak-anak SD yang menjadi sasaran pemerintah. Pesannya.

 

***

 

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (PMMK) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami menyebut program makan siang gratis akan menyasar anak di tingkat pendidikan PAUD, sekolah dasar (SD), dan pesantren yang setingkat.

Amich mengatakan fokus pemerintah menjalankan program makan siang gratis ialah menurunkan tingkat kekurangan gizi pada anak.

Ditargetkan sasar  62 juta pelajar  PAUD, SD, dan pesantren, kira-kira 37-38 juta siswa.

Amich memperkirakan jika anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang baik maka akan turut meningkatkan konsentrasi belajar. Dengan demikian, kata dia, setiap pelajar dapat memperoleh prestasi yang baik.

Ia juga mengungkap, pelajar di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan turut dipertimbangkan usai program makan siang gratis berhasil di tingkat PAUD dan SD.

Mencuat di publik, Arnold Poernomo, juri pada ajang memasak MasterChef Indonesia, usulkan maksi gratis bagi anak sekolah seharga Rp 15.000 per porsi

Arnold langsung  ”dirujak” di akun media sosialnya. Apa proporsional makan siang gratis, bergizi, dianggarkan Rp 15 ribu, perporsi?

 

***

 

Keponakan saya sekolah SD di Al Falah Surabaya. Sampai kelas 4, terus mendapat nasi katering dari sekolah.

Menunya bervariasi. Rata rata, lauk daging atau ayam. Sayur, snack, air putih dan kadang buah atau susu kotak. Prakiraan Rp 20.000,- perporsi.

Dengan program nasional dari presiden terpilih Prabowo-Gibran,  otomatis, jasa katering lokal itu  akan tergusur?

Saya baca di sebuah artikel yang mengutip pendapat Milton Friedman, penerima Nobel bidang ekonomi tahun 1976.  Milton menyatakan, tidak ada makan siang gratis. Lho?

Beda di Indonesia, saat ini rencana program makan gratis malah memenuhi beranda berita. Siapa yang diuntungkan oleh program ini, pihak pemberi atau penerima?Apakah benar program ini akan menciptakan multiplier effect ?

Secara nalar, backward link cache-nya mesti mempersiapkan ekosistem dari penyediaan makanan. Secara matematika ini merupakan sebuah potensi tersendiri. Termasuk bagi pengusaha katering lokal.

Bila tidak ada settingan, bisnis terpusat dari tim sukses Prabowo-Gibran, logika saya penyediaan makan siang gratis itu untuk siswa – siswi sekolah akan dilakukan oleh komunitas-komunitas, dan koperasi lokal.

Secara matematis, program ini bisa dirasakan oleh katering lokal sebagai industri kecil dan menengah (IKM).

Semoga program ini dapat dinikmati oleh para pengusaha katering lokal. Ini multiplier effectnya. ([email protected])

Berita Terbaru

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Transformasi Budaya PLN UID Jatim Raih Juara Umum Culture Festival PLN Group 2026

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 19:32 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – Momentum Hari Listrik Nasional (HLN) ke-81 semakin memperkuat semangat transformasi PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa T…

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Bupati Madiun Rotasi Enam Pejabat Eselon II, Sejumlah OPD Berganti Pimpinan

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:09 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Bupati Madiun Hari Wuryanto melakukan rotasi terhadap enam pejabat pimpinan tinggi pratama (JPT Pratama) di lingkungan Pemerintah Ka…

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Polres Lumajang Salurkan Ratusan Paket Sembako secara Door to Door kepada Korban Banjir Lahar Semeru

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:07 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang- Kepedulian terhadap warga terdampak banjir lahar hujan Gunung Semeru ditunjukkan jajaran Kepolisian Resor (Polres)…

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Bupati Fauzi Minta Sukseskan Bakti Sosial Kesehatan Gigi dan Mulut 2026 di Sumenep 

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 18:03 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Bupati Sumenep H. Achmad Fauzi Wongsojudo memberikan penekanan khusus yang ditayangkan melalui Videotron yang menegaskan agar seluruh…

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Diprotes Puskopkar Jatim, Identifikasi Lapangan Kasus Tanah Perumahan GKSP Sedati oleh Polresta dan BPN Sidoarjo Gagal

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 17:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Sengketa tanah di Perumahan Griya Karya Sedati Permai (GKSP), Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Sidoarjo, kembali memanas. Upaya…

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Ning Ita Raih ATM Award 2026 atas Komitmen Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

Rabu, 04 Nov 2026 16:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau yang akrab disapa Ning Ita menerima penghargaan AIDS, Tuberkulosis, Malaria (ATM) Award…