Rp 71 T, untuk Makan Bergizi Gratis, Katering Lokal Berpeluang

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 25 Jun 2024 19:56 WIB

Rp 71 T, untuk Makan Bergizi Gratis, Katering Lokal Berpeluang

i

Raditya M Khadaffi

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Makan Bergizi Gratis (MBG) sudah disiapkan dana pada RAPBN 2025 sebesar Rp 71 triliun.

Kesepakatan pemerintahan Jokowi dan presiden terpilih Prabowo, anggaran  Rp 71 triliun ini akan dijalankan secara bertahap.

Baca Juga: Dugaan Mark Up Impor Beras, Grand Corruption

Sebelumnya, ditiupkan, program makan siang dan susu gratis ini diperkirakan menyedot dana Rp 450 triliun per tahun. Ini membebani postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025. Kebutuhan dana jumbo tersebut diprediksi mengorbankan anggaran lain dari program perlindungan sosial. Kini clear dananya dirampingkan.

Program unggulan Prabowo Subianto ini akan dilakukan prinsip belanja berkualitas. Selain itu, anggota bidang Keuangan Tim Gugus Tugas Sinkronisasi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Thomas Djiwandono,  berupaya mengejar target program itu 100% secepat mungkin.

Hai Rakyat Indonesia!, Ayo bersiap songsong dapat makan siang gratis dan bergizi di sekolah.

 

***

 

Dalam catatan jurnalistik saya, soal makan siang gratis ada pesan khusus dari pemerintahan Jepang. Pesan  khusus untuk Presiden RI terpilih Prabowo Subianto, untuk anak-anak sekolah dasar (SD).

Duta Besar (Dubes) Jepang untuk Indonesia Masaki Yasushi mengatakan negaranya siap membantu Indonesia menjalankan program tersebut. Sebab, sudah berpengalaman lebih dari 100 tahun memberikan makanan gratis bagi warganya.

"Pengalaman ini bahkan kami lakukan saat Jepang memasuki masa setelah perang dunia kedua. Saat itu pemerintah kami berpikir memberikan makanan gratis bagi anak sekolah karena sebenarnya mereka sudah berniat untuk datang dan belajar,

Saat itu pemerintah kami berpikir memberikan makanan gratis bagi anak sekolah karena sebenarnya mereka sudah berniat untuk datang dan belajar

Menurutnya, ada beberapa yang harus dipertimbangkan sebelum melaksanakan program makan siang gratis. Paling utama adalah bagaimana komposisi dan cara mendistribusikan makanan tersebut.

Dalam mewujudkan hal ini, kita perlu memahami siapa yang akan memberikan makanan, dan juga apa yang perlu diisi dalam menu makanan tersebut

makanan bernutrisi apa yang sebaiknya diberikan kepada anak-anak SD yang menjadi sasaran pemerintah. Pesannya.

 

***

 

Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan (PMMK) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Amich Alhumami menyebut program makan siang gratis akan menyasar anak di tingkat pendidikan PAUD, sekolah dasar (SD), dan pesantren yang setingkat.

Baca Juga: Inggris VS Spanyol, Ditengah Tradisi Judi Sepak bola

Amich mengatakan fokus pemerintah menjalankan program makan siang gratis ialah menurunkan tingkat kekurangan gizi pada anak.

Ditargetkan sasar  62 juta pelajar  PAUD, SD, dan pesantren, kira-kira 37-38 juta siswa.

Amich memperkirakan jika anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang baik maka akan turut meningkatkan konsentrasi belajar. Dengan demikian, kata dia, setiap pelajar dapat memperoleh prestasi yang baik.

Ia juga mengungkap, pelajar di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) akan turut dipertimbangkan usai program makan siang gratis berhasil di tingkat PAUD dan SD.

Mencuat di publik, Arnold Poernomo, juri pada ajang memasak MasterChef Indonesia, usulkan maksi gratis bagi anak sekolah seharga Rp 15.000 per porsi

Arnold langsung  ”dirujak” di akun media sosialnya. Apa proporsional makan siang gratis, bergizi, dianggarkan Rp 15 ribu, perporsi?

 

***

 

Baca Juga: Wajah Baru Tersangka Dana Hibah Rp 39,5 Miliar, Dimunculkan

Keponakan saya sekolah SD di Al Falah Surabaya. Sampai kelas 4, terus mendapat nasi katering dari sekolah.

Menunya bervariasi. Rata rata, lauk daging atau ayam. Sayur, snack, air putih dan kadang buah atau susu kotak. Prakiraan Rp 20.000,- perporsi.

Dengan program nasional dari presiden terpilih Prabowo-Gibran,  otomatis, jasa katering lokal itu  akan tergusur?

Saya baca di sebuah artikel yang mengutip pendapat Milton Friedman, penerima Nobel bidang ekonomi tahun 1976.  Milton menyatakan, tidak ada makan siang gratis. Lho?

Beda di Indonesia, saat ini rencana program makan gratis malah memenuhi beranda berita. Siapa yang diuntungkan oleh program ini, pihak pemberi atau penerima?Apakah benar program ini akan menciptakan multiplier effect ?

Secara nalar, backward link cache-nya mesti mempersiapkan ekosistem dari penyediaan makanan. Secara matematika ini merupakan sebuah potensi tersendiri. Termasuk bagi pengusaha katering lokal.

Bila tidak ada settingan, bisnis terpusat dari tim sukses Prabowo-Gibran, logika saya penyediaan makan siang gratis itu untuk siswa – siswi sekolah akan dilakukan oleh komunitas-komunitas, dan koperasi lokal.

Secara matematis, program ini bisa dirasakan oleh katering lokal sebagai industri kecil dan menengah (IKM).

Semoga program ini dapat dinikmati oleh para pengusaha katering lokal. Ini multiplier effectnya. ([email protected])

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU