MBG, Siapa yang Berani Kritik

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Salah satu kinerja kabinet yang mendapat angka kepuasan tinggi  adalah program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden Prabowo Subianto,  menyebut  usaha pemerintah untuk meningkatkan nilai gizi anak di Indonesia mencapai keberhasilan 99,9 persen. 

Prabowo  memaparkan selama setahun program ini bergulir, tepatnya dari 6 Januari 2025 ke 6 Januari 2026 telah ada 55 juta penerima manfaat mulai dari anak sekolah hingga ibu hamil.

Menurutnya, hal ini sangat membanggakan karena kecepatan program yang berjalan. Dia membandingkan dengan Brasil yang lebih dulu menjalankan program serupa di mana butuh waktu 11 tahun untuk menjangkau 40 juta penerima manfaat. Sementara, Indonesia hanya butuh 1 tahun untuk menyentuh 55 juta penerima manfaat.

Presiden Prabowo Subianto menyebutkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkannya pun sempat menuai kritik dan keraguan. Bahkan, tidak sedikit yang mangatakan program tersebut pasti gagal.

Sebaliknya, menurut Prabowo, program MBG berhasil dan sangat dinanti anak-anak di berbagai wilayah di Indonesia. Luar biasa!

 

***

 

Klaim keberhasilan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut mencapai angka statistik 99,99 persen mendapat sorotan tajam dari parlemen. Di balik laporan ekspansi masif penerima manfaat hingga 55,1 juta orang, Komisi IX DPR RI mengungkap temuan krusial terkait standar keamanan pangan, mulai dari sanitasi buruk hingga penggunaan bahan pengawet pada menu siswa.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, dalam laporannya menyebutkan lonjakan signifikan infrastruktur program dalam satu tahun terakhir. Ia mencatat pertumbuhan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari hanya 190 unit pada awal 2025 menjadi 19.188 unit per 31 Desember 2025.

"Dari 570 ribu penerima manfaat menjadi 55,1 juta dan 3 miliar porsi makan yang dibuat selama setahun lebih," ungkap Dadan saat dihubungi, Rabu (7/1). Ia juga mengklaim tren insiden di lapangan menurun drastis, tersisa 12 kejadian pada Desember 2025.

Namun, angka statistik tersebut dinilai belum sepenuhnya mencerminkan kualitas gizi di lapangan. Anggota Komisi IX DPR Fraksi NasDem, Irma Suryani, menegaskan pihaknya masih menemukan dapur layanan yang tidak memenuhi standar sanitasi. Lebih mengkhawatirkan, komposisi menu yang disajikan dinilai berisiko bagi kesehatan jangka panjang anak.

"Masih ada SPPG yang tidak sesuai standar sanitasi. Kami juga menemukan menu yang mengandung Gula, Garam, dan Lemak (GGL) berlebih, penggunaan susu impor, bakso berbahan pengawet, hingga roti yang juga menggunakan pengawet," tegas Irma .

Temuan di daerah pemilihan (dapil) para anggota dewan ini menjadi catatan merah di tengah apresiasi Presiden Prabowo Subianto terhadap program andalannya tersebut. Irma memastikan temuan ini akan menjadi materi utama dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan BGN pada masa sidang mendatang. Kita tunggu rapat dengar pendapat itu.

 

***

 

Program MBG berjalan secara bertahap sejak 6 Januari 2025. MBG menargetkan siswa-siswi PAUD hingga SMA/SMK serta ibu hamil dan menyusui.

lni untuk meningkatkan status gizi, menekan angka stunting dan malnutrisi, serta memperbaiki kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia sejak dini dengan memenuhi kebutuhan nutrisi anak sekolah, balita, ibu hamil, dan menyusui. MBG  juga bertujuan meningkatkan kualitas pendidikan, mendukung ekonomi lokal melalui bahan pangan lokal, dan membangun generasi penerus yang sehat, cerdas, dan produktif untuk masa depan bangsa.

Sejauh ini ada fenomena masifnya cibiran terhadap program-program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Catatan jurnalistik saya, kritikan yang muncul ada yang tidak proporsional. Mengingat program-program tersebut berfokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia jangka panjang.

Terbanyak  sorotan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), disebut-sebut banyak pihak menekan anggaran pendidikan nasional.

 

***

 

Lalu siapa saja yang berani mengkritik program Makan Bergizi Gratis (MBG)? Saya catat datang dari berbagai kalangan, termasuk akademisi seperti Herlambang P. Wiratraman (UGM), organisasi masyarakat sipil seperti CELIOS, politisi seperti Yahya Zaini (DPR), hingga pejabat pemerintah seperti Purbaya Yudhi Sadewa (Menteri Keuangan) dan Nuroji (DPR). Mereka, ada yang mempertanyakan anggaran, kualitas makanan, ketepatan sasaran, hingga dampak terhadap sektor lain. Ada jug sebagian kritik sarat resistensi politik.

Herlambang P. Wiratraman mengkritik potensi pelanggaran HAM akibat pengalihan anggaran, sementara CELIOS menilai program boros dan tidak tepat sasaran.

Anggota DPR RI, Yahya Zaini mengkritik Badan Gizi Nasional karena mengejar kuantitas daripada kualitas dan keamanan pangan.

Ada kekhawatiran anggaran MBG memangkas anggaran pendidikan.

Ada yang soroti menu tidak standar gizi seimbang, adanya makanan basi, keracunan, serta kurangnya peran ahli gizi, seperti yang disampaikan FOR-PAS.

Positifnya, Presiden Prabowo Subianto juga merespons kritik terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dia mempertanyakan alasan sejumlah pihak yang meragukan pelaksanaan salah satu program prioritas pemerintahannya tersebut. “Kalau saya mau kasih makan ke anak yang lapar, what’s wrong with that (apa salahnya dengan itu)?” ujar Prabowo dalam wawancara bersama enam pemimpin redaksi media massa di di Hambalang, Bogor, dikutip dari tayangan YouTube Kompas.com, Selasa (8/4/2025).

Prabowo menjelaskan bahwa program makan bergizi gratis lahir dari keprihatinannya terhadap kondisi nyata anak-anak di berbagai daerah. Dia lantas mengungkapkan pengalamannya saat turun langsung ke desa dan menjumpai anak berusia 10 tahun dengan tubuh seukuran anak lima tahun akibat stunting.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, juga menampung pihak-Pihak yang Mengkritik MBG:

Akademisi & LSM memberi usulan agar program makan bergizi gratis (MBG) ke depannya dapat menyasar anak jalanan hingga penyandang disabilitas. Maklum, saat ini, program MBG baru menyasar anak usia dini (balita), anak sekolah PAUD hingga SMA/SMK, ibu hamil, serta ibu menyusui.

"Terus terang kalau tadi berkenaan dengan masalah (MBG) untuk anak jalanan dan disabilitas) itu belum, tapi terima kasih kalau ada catatan dan masukan," kata Prasetyo di Hambalang, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026).

Menurut dia, pemerintah terbuka dengan masukan dari sejumlah pihak. Terlebih, masukan untuk kebaikan program-program prioritas pemerintah yang sedang berjalan.

"Kami terus membuka diri dan kalau memang ada sesuatu yang kami pemerintah masih luput atau alpa untuk tidak memikirkannya, silakan untuk disampaikan kepada kami dan kami akan terbuka," ujar Prasetyo.

Ayo siapa lagi yang berani mengkritik saat program MBG sudah melayani 55 juta penerima manfaat. Presiden Praboeo Subianto mengungkapkan tak ragu untuk mengoreksi diri dan mengevaluasi kembali kebijakan-kebijakan yang diambil terutama saat adanya kritik dari beberapa kalangan yang menilai dirinya ingin menghidupkan kembali militerisme di Indonesia.

Selama tahun 2025 muncul sorotan terhadap kasus keracunan massal pelajar. Nyatanya, pemerintah mengklaim sebagian besar penerima tidak terdampak.

Hingga kini, pemerintah terus berjalan dengan optimisme, karena program MBG berhasil dan akan diperluas, sambil berjanji melakukan evaluasi dan perbaikan.

Apalagi MBG adalah program mulia untuk generasi mendatang dan menghidupkan UMKM. ([email protected])

Berita Terbaru

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Dorong Sportainment Pelajar, Tri Hadir di Yamaha Fazzio Liga Tendang Bola 2026

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 20:11 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) melalui brand Tri turut ambil bagian dalam ajang Liga Tendang Bola (LTB) 2026, sebuah l…

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Biaya Armuzna Haji Tahun Ini Dihemat Rp180 Miliar

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:07 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyampaikan adanya penghematan signifikan dalam anggaran penyelenggaraan ibadah haji 2026.…

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Yaqut Cholil Qoumas, Anak Ulama Terkemuka, Tersangka Korupsi

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, resmi ditetapkan sebagai tersangka. Dia diduga terlibat kasus dugaan korupsi…

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

PP Muhammadiyah dan PBNU Campuri Laporan ke Komika

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 19:01 WIB

Pelapor Dugaan Penistaan Agama ke Pandji Pragiwaksono Bukan Sikap Resmi Persyarikatan           SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Pimpinan Pusat Muhammadiyah me…

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Satu Pasien di Bandung Bergejala 'Super Flu', Meninggal

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 18:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Bandung - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung melaporkan telah menangani 10 pasien yang mengalami gejala Influenza A H3N2 subclade K…

Bursa Taruhan Persebaya vs Malut United: Lek-lekan, Diprediksi Ketat

Bursa Taruhan Persebaya vs Malut United: Lek-lekan, Diprediksi Ketat

Jumat, 09 Jan 2026 18:56 WIB

Jumat, 09 Jan 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Menghadapi Malut United di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Sabtu (10/1/2026), bagi Persebaya Surabaya ini menjadi tantangan…