Penurunan Harga Beras Picu Deflasi Kota Madiun per Juni 2024

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 03 Jul 2024 14:34 WIB

Penurunan Harga Beras Picu Deflasi Kota Madiun per Juni 2024

i

Ilustrasi. Pedagang beras di pasar tradisional Kota Madiun. SP/ MDN

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Madiun, Jawa Timur mencatat wilayah Kota Madiun mengalami deflasi pada Juni 2024 sebesar -0,48 persen yang di antaranya disebabkan turunnya harga bawang merah dan beras.

Pasalnya, memasuki masa panen, ketersediaan beras di pasaran melimpah dan memicu deflasi. Sedangkan komoditas lain yang mengalami penurunan harga di antaranya tomat, telur ayam ras, daging ayam ras serta gula pasir.

Baca Juga: Kota Madiun Dapat Tambahan Alokasi Pupuk Bersubsidi Jenis Urea

Sementara, sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Juni 2024, di antaranya cabai rawit, sigaret kretek mesin (SKM), dan sigaret putih mesin (SPM).

"Penurunan harga beras terjadi karena wilayah Madiun raya memasuki masa panen, sehingga ketersediaan beras di pasaran melimpah dan memicu deflasi," ujar Kepala BPS Kota Madiun Abdul Azis, Rabu (03/07/2024).

Baca Juga: Pemkab Madiun Rehab 617 RTLH

Lebih lanjut, Azis mengimbau pemerintah daerah untuk tidak lengah menghadapi deflasi. Kestabilan harga wajib tetap dijaga agar tidak terjadi lonjakan yang signifikan.

"Pemerintah jangan lengah dengan adanya deflasi ini. Tetap harus dijaga kestabilan harganya supaya tidak mengalami kenaikan yang tinggi," katanya.

Baca Juga: Investasi di Kota Madiun Minim Realisasi, DPMPTSP Optimis Akhir Tahun

Berdasarkan data BPS, dari 11 kabupaten/kota kelompok Indeks Harga Konsumen (IHK) semuanya juga mengalami deflasi. Adapun angka inflasi Juni 2024 Kota Madiun sebesar -0,48 lebih dalam dibanding deflasi Jawa Timur -0,37 persen, dan nasional -0,08 persen.

"Seluruh kabupaten/kota IHK di Provinsi Jawa Timur mengalami deflasi. Tulungagung menjadi daerah yang terdalam dengan tingkat deflasi sebesar -0,60 persen dan yang terendah di Surabaya sebesar -0,37 persen," katanya. mdn-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU