Editorial Surabaya Pagi

KPU Diduga Hamburkan Uang Kelola Sirekap

author Raditya Mohammer Khadaffi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) adalah alat bantu penghitungan suara pada Pemilihan 2020 lalu. Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggunakan kembali Sirekap pada Pemilu 2024. Alasannya, karena dianggap mampu menghadirkan transparansi. Berapa harganya?

Hasyim Asy’ari saat masih menjabat Ketua KPU RI, menjelaskan, anggaran yang dihabiskan untuk pembuatan hingga pemeliharaan sistem itu tak kecil, yakni mencapai Rp30 triliun.

Aplikasi Sirekap ini memiliki beberapa fungsi, antara lain adalah Memudahkan anggota KPPS untuk menginput data hasil penghitungan suara di TPS.

Sirekap versi web juga digunakan oleh Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan anggota KPU di Kota/Kabupaten dan Provinsi. Fungsinya untuk menghimpun dan menjumlah seluruh sumber data utama.

Itu fungsi sirekap yang didanai APBN sebesar Rp 30 triliun. Jumlah uang yang tidak sedikit.

 

***

 

Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Khoirunnisa Nur Agustyati, mengkritik. Ia menilai, sejak awal, Komisi Pemilihan Umum (KPU) tak menyiapkan Sistem Informasi Rekapitulasi (Sirekap) dengan baik. Ini terbukti dari banyaknya persoalan yang terjadi pada Sirekap, termasuk tidak sesuainya data Sirekap dengan formulir model C. “Saya melihat sirekap ini tidak disiapkan dengan baik. Bukan hanya teknologinya, tapi juga SDM-nya,” kata Ninis, sapaan akrab Khoirunnisa, yang disampaikan pada 6 Maret 2024 dan dipublikasi pada Kompas.com.

Ninis berpandangan, langkah KPU menghentikan penayangan grafik atau diagram perolehan suara hasil pembacaan Sirekap tidak tepat. Pasalnya, dengan menyetop grafik tersebut, publik tidak bisa lagi melihat gambaran utuh perolehan suara Pemilu Presiden (Pilpres) 2024 maupun Pemilu Legislatif (Pileg) 2024. Sebab, Sirekap kini hanya menampilkan formulir model C. Apa pemicunya? Teknologinya, sistemnya atau SDMnya.

Kritik juga datang daru Center for Digital Society (CfDS) UGM. Lembaga ini pun menyoroti Sirekap sebagai bagian dari pengukuran integritas Pemilu 2024 dalam serial Digital and Election Issues (DESUS) . Ini jadi pertanyaan? Teknologi informasi yang memegang peran penting dalam menjalankan pemilu apa gagal?

Mengacu dengan luasnya wilayah Indonesia dengan 270 juta penduduk. Mestinya proses pemungutan suara secara serentak bis dilakukan secara efektif dan efisien.

Nyatanya, pada hari pemungutan suara Pilpres 2024 laluz banyak KPPS yang mengaku mengalami kendala mengakses Sirekap.

Akhirnya KPPS memutuskan untuk mengunggah C hasil ke Google Drive. Jumlah suara sah di TPS juga terdata lebih tinggi dibanding jumlah pemilih per TPS. Inikah aplikasi senilai Rp 30 triliun.

Pengurus KPU mesti mempertanggung jawabkan secara hukum. Mengingat dana itu dari APBN.

 

***

 

Terkait pertanggungjawaban KPU, ada baiknya KPK turun tangan. Sebab ada intruksi Presiden Nomor 4 tahun 2011 tentang tentang Percepatan Peningkatan Kualitas Akuntabilitas Keuangan Negara. Selain Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2011 tentang Rencana Aksi Pencegahan dan Pemberantasan Korupsi.

Dari aturan yang ada, sistem kontrol yang  dipakai mengarah pada Performance Based Budgeting atau biasa disebut Angaran Berbasis Kinerja. Nah, apa ruwetnya sirekap menunjukan kinerja baik?

Bagaimana dengan BPKP yang telah berkomitmen mengawal Kementerian/lembaga,  mewujudkan laporan keuangan yang baik. Sudahkah KPU dilakukan audit investigasi?.

Saatnya, KPU mempertanggungjawabkan terhadap pelaksanaan APBN?

Saatnya, BPKP turun memeriksa Laporan Keuangan atas pelaksanaan APBN? Bagaimana Laporan Realisasi Anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan sirekap?

Ingat, kelemahan Sirekap berpengaruh terhadap kepercayaan publik terhadap KPU. Nyatanya, banyak netizen mengkritik Sirekap karena adanya kesalahan dalam konversi data, hal ini menyebabkan ketidaksesuaian data yang ditampilkan. Termasuk  dugaan kecurangan sistem, kekurangan aplikasi, kritik terhadap KPU, ketidaktransparan, kritik terhadap integritas data, kritik terhadap keamanan. Salah satu aspek penting adalah transparansi.

Selama belum ada pertanggungjawaban keuangan dari KPU, publik bisa marah. Bisa menuduh KPU hambur-hamburkan uang APBN berdalih sirekep. ([email protected])

Berita Terbaru

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Bidik Rekor MURI di HUT ke-81, TNI Gelar Tournament Domino Nasional Piala Panglima TNI 2026

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 17:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surahaya — Dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI, sekaligus mengincar pencatatan Rekor MURI, Kodim 0830 Surabaya yang bekerjasama dengan F…

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

DPRD Surabaya Dorong Pengadaan Seragam Terpusat

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 16:47 WIB

SURABAYAPAGI, com. Surabaya - Persoalan seragam batik sekolah dikeluhan wali murid menjadi perhatian DPRD Kota Surabaya. Anggota Komisi D DPRD Surabaya  Ajeng …

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Gebrakan Demokrat Jatim, Gelar Donor Darah Serentak di 38 Kabupaten/Kota

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:52 WIB

 SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA – DPD Partai Demokrat Jawa Timur menggelar aksi donor darah serentak di 38 kabupaten/kota dalam rangka memperingati Hari Ulang Ta…

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Tak Hanya Hidup Sehat, Warga Mojokerto Dibekali Keterampilan Menyelamatkan Nyawa

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Menjaga kesehatan bukan hanya tentang mencegah penyakit, tetapi juga kesiapan menghadapi kondisi darurat yang dapat terjadi kapan …

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Kick Off Road HUT IDI, Ning Ita Dorong Kolaborasi Perkuat Pengabdian kepada Masyarakat

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari atau Ning Ita mendorong penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kota Mojokerto dan Ikatan…

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Kekeringan Musim Kemarau, Polsek Gandusari bersama Tiga Pilar, Toga dan Tomas Salurkan Bantuan Air Bersih

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

Minggu, 27 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dalam rangka membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di tengah kondisi kekeringan, di musim kemarau yang panjang ini,…