Hama Tikus Merajalela, Petani Jagung dan Padi di Lumajang Terancam Gagal Panen

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani padi yang terancam gagal panen di Lumajang akibat wabah hama tikus. SP/ LMJ
Ilustrasi. Petani padi yang terancam gagal panen di Lumajang akibat wabah hama tikus. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para petani khususnya jagung dan padi di Desa Kloposawit, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur mulai resah hingga terancam gagal panen imbas hama tikus yang kian merajalela sejak Senin (08/07/2024) kemarin.

Hewan pengerat ini merusak puluhan hektar lahan jagung dan padi, bahkan tak menyisakan biji yang bisa dipanen. Bahkan ada salah satu petani yang sampai mengalami gagal panen sebanyak tiga kali akibat hama tikus.

“Upaya untuk membasmi tikus sudah dilakukan, namun tetap tidak membuahkan hasil. Saya mengalami kerugian jutaan rupiah per hektarnya,” keluh Tomi, salah satu petani jagung, Selasa (09/07/2024).

Tarmidi, petani padi di Desa Kloposawit juga mengalami kerugian yang sama akibat hama tikus tersebut. Ia mengaku telah beberapa kali mengalami gagal panen. “Kami sebagai petani tidak tahu harus bagaimana lagi,” ungkap Tarmidi dengan nada getir.

Melihat fenomena tersebut, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang mengungkap jika maraknya hama tikus di wilayah tersebut diduga akibat hilangnya predator alami seperti ular dan burung hantu yang diburu oleh manusia.

“Perburuan ular sawah dan burung hantu yang masif menyebabkan populasi hama tikus tidak terkendali,” jelas Ketua HKTI Kabupaten Lumajang, Ishak Subagio.

Lebih lanjut, Ishak berharap pihak Pemkab Lumajang tidak melepas perhatian bagi para petani yang terdampak hama tikus. Selain itu, upaya-upaya memberantas melalui riset dari pemerintah juga dapat meringankan beban para petani.

“Harapannya Pemkab Lumajang bisa memberi solusi bagaimana upaya untuk memberantas hama tikus agar tidak semakin meresahkan” pungkasnya. lmj-01/dsy

Berita Terbaru

SMP Negeri 1 Jabon Awali Tahun Ajaran Baru dengan Eco-Demo & Green Action 2026

SMP Negeri 1 Jabon Awali Tahun Ajaran Baru dengan Eco-Demo & Green Action 2026

Sabtu, 18 Jul 2026 10:13 WIB

Sabtu, 18 Jul 2026 10:13 WIB

SURABAYAPAGI, Sidoarjo – Memasuki awal tahun ajaran baru 2026, SMP Negeri 1 Jabon mengambil langkah progresif dengan menggelar kegiatan bertajuk "Eco-Demo & G…

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Sidak SPPG Grogol, DLH Ponorogo Temukan IPAL Tak Standar dan Larang Hasilkan Limbah 

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 19:43 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ponorogo bergerak cepat merespons keluhan masyarakat terkait dugaan pencemaran lingkungan oleh…

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Wujudkan Pasar Pangan Aman, Balai POM di Bima Gandeng Pengelola Pasar dan Saka POM Sisir Pasar Amahami

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, BIMA – Dalam upaya memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi masyarakat dari bahaya pangan yang tidak memenuhi syarat, Balai Pengawas O…

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Bapenda Surabaya Periksa Pajak Rumah Makan Ny Suharti, Minta Dokumen Keuangan selama Setahun

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 17:16 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya– Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Surabaya mulai mengintensifkan pemeriksaan kepatuhan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) t…

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

PLN UIT JBM Tegaskan Komitmen Hadirkan Sistem Transmisi Andal pada Surabaya Electric Forum 2026

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 16:41 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) turut mendukung penyelenggaraan Surabaya Electric Forum 2…

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …