Opini Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Menyoroti Dinamika Kepemimpinan Kepala Desa Bligo

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Atam Yudha Suwito, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. SP/Hikmah
Atam Yudha Suwito, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. SP/Hikmah

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Di tengah ramainya pemberitaan nasional, sering kali kita melupakan peran vital kepemimpinan di tingkat desa. Padahal, desa adalah pondasi pembangunan bangsa, tempat di mana kebijakan negara bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. 

Pemerintah Desa Bligo di bawah kepemimpinan Bapak H. Adi Suwardoyo, SE memberikan gambaran menarik tentang tantangan dan peluang dalam membangun desa di era otonomi daerah.

Selama masa jabatannya, Bapak H. Adi Suwardoyo, SE telah menunjukkan komitmen yang patut diapresiasi dalam upaya memajukan desa. Program-program unggulan yang dijalankan mencerminkan pemahaman mendalam terhadap kebutuhan masyarakat desa. 

Perbaikan infrastruktur jalan, misalnya, bukan sekadar proyek fisik, melainkan pembuka akses ekonomi dan sosial bagi warga. Jalan yang baik memudahkan petani mengangkut hasil panen, anak-anak berangkat sekolah, dan warga mengakses layanan kesehatan. 

Pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan langkah strategis menuju kemandirian ekonomi desa. BUMDes tidak hanya berpotensi menjadi sumber pendapatan asli desa, tetapi juga wahana pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui BUMDes, potensi lokal dapat dioptimalkan, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan warga.

Pelatihan keterampilan bagi pemuda desa menunjukkan visi jangka panjang dalam mempersiapkan generasi penerus. Di era persaingan global, desa tidak boleh tertinggal dalam pengembangan sumber daya manusia. Pemuda yang terampil adalah aset berharga, baik untuk memajukan desa maupun bersaing di kancah yang lebih luas.

Peningkatan layanan Posyandu Balita mencerminkan kepedulian terhadap kesehatan ibu dan anak, aspek fundamental dalam pembangunan manusia. Posyandu yang berfungsi baik dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi, meningkatkan status gizi ibu dan anak. 

Serta pencegahan stunting dan penanganan stunting yang baik dan benar. Posyandu Lansia juga sangat didukung dengan program-program vital, mulai dari pengecekan kesehatan, pemberian makanan tambahan makanan dan pemberian obat-obatan. Barusan juga telah dibentuk Posyandu Remaja guna meningkatkan kesehatan bagi para remaja. 

Namun, seperti pepatah "tak ada gading yang tak retak", kepemimpinan Bapak H. Adi Suwardoyo, SE juga menghadapi beberapa tantangan yang perlu menjadi catatan untuk perbaikan. Isu lingkungan, khususnya pengelolaan sampah, menuntut perhatian serius. Di tengah ancaman krisis ekologi global, desa harus mampu menjadi pionir dalam praktik-praktik ramah lingkungan. 

Pengelolaan sampah yang baik bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga peluang ekonomi melalui daur ulang dan pengomposan. Ini adalah tantangan kolektif yang membutuhkan kepemimpinan visioner dan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.

Transparansi dalam pengelolaan anggaran desa sudah ada keterbukaan. Di era keterbukaan informasi dan meningkatnya kesadaran publik akan good governance, akuntabilitas finansial bukan lagi sekadar tuntutan administratif, melainkan prasyarat untuk membangun kepercayaan publik. 

Ke depan, diharapkan kepemimpinan desa dapat lebih responsif terhadap dinamika perubahan. Pelibatan aktif generasi muda dalam pembangunan desa krusial untuk menjamin keberlanjutan program dan membuka ruang bagi inovasi. Pemuda tidak boleh hanya menjadi objek pembangunan, tetapi harus menjadi subjek yang aktif dalam merancang masa depan desa.

Evaluasi kritis terhadap kepemimpinan desa sejatinya adalah bentuk kepedulian dan dukungan. Tujuannya bukan untuk mencari-cari kesalahan, melainkan memberikan masukan konstruktif demi perbaikan berkelanjutan. Bagaimanapun, desa yang kuat, mandiri, dan berdaya saing adalah kunci bagi Indonesia yang maju dan sejahtera.

Permasalahan Desa Bligo memberikan pelajaran berharga bahwa kepemimpinan desa adalah seni menyeimbangkan antara visi jangka panjang dan kebutuhan jangka pendek, antara pembangunan fisik dan pengembangan kapasitas manusia, antara pelestarian nilai tradisional dan adaptasi terhadap modernitas. Ini adalah tantangan berat yang membutuhkan tidak hanya kecakapan manajerial, tetapi juga kearifan lokal dan empati terhadap aspirasi masyarakat.

Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan desa tidak hanya terletak di pundak kepala desa. Ia adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Mari kita dukung dan awasi jalannya pemerintahan desa, berpartisipasi aktif dalam proses pembangunan, dan bersama-sama mewujudkan cita-cita desa yang maju, mandiri, dan sejahtera. Sebab, dari desalah Indonesia membangun kekuatannya. atam/Man

 

*) Atam Yudha Suwito, Penulis adalah Mahasiswa Prodi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sidoarjo 

Berita Terbaru

Bank Jatim Tutup Tahun 2025 dengan Kinerja Solid dan Laba Meningkat

Bank Jatim Tutup Tahun 2025 dengan Kinerja Solid dan Laba Meningkat

Senin, 30 Mar 2026 23:26 WIB

Senin, 30 Mar 2026 23:26 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Di tengah persaingan perbankan yang semakin ketat, PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk. (Bank Jatim) berhasil melewati tahun 2025…

Menteri PU Melongo, Ada Praktik Deep State di Kementeriannya yang Rugikan Rp 1 Triliun

Menteri PU Melongo, Ada Praktik Deep State di Kementeriannya yang Rugikan Rp 1 Triliun

Senin, 30 Mar 2026 19:51 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:51 WIB

LHP BPK Temukan Dugaan Kerugian Negara Rp1 Triliun. Dua Dirjen yaitu Direktur Jenderal (Dirjen) Dirjen Sumber Daya Air (SDA) dan Dirjen Cipta Karya telah…

Gus Ipul, Klaim tak Pantas Jadi Ketum PBNU

Gus Ipul, Klaim tak Pantas Jadi Ketum PBNU

Senin, 30 Mar 2026 19:49 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:49 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini sedang ramai dibahas tokoh NU yang berambisi ingin jadi ketum PBNU. Berdasarkan hasil Muktamar NU ke-34 di Lampung tahun…

Wakil Dekan FH UNAIR, Tim Perumus RUU Perampasan Aset

Wakil Dekan FH UNAIR, Tim Perumus RUU Perampasan Aset

Senin, 30 Mar 2026 19:48 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dr. Maradona, S.H., LL.M., Ph.D., Wakil Dekan III FH UNAIR, terlibat pembahasan RUU Perampasan Aset dengan Komisi III DPR. Komisi…

Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi 

Baru Kali ini, Komisi III DPR Penjamin Penangguhan Penahanan Terdakwa Korupsi 

Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:45 WIB

Kejagung Hormati, Tapi Ingatkan Penangguhan Penahanan Melalui Proses Persidangan   SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Komisi III DPR menggelar rapat yang membahas …

Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu

Noel-Yaqut Bilang, KPK Sudah Gak Punya Malu

Senin, 30 Mar 2026 19:42 WIB

Senin, 30 Mar 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dua tahanan KPK yang berlatarbelakang menteri dan wakil menteri, berkelakar kritik KPK. Itu disampaikan terdakwa kasus dugaan…