Pupuk Indonesia-Bulog Perkuat Kerja Sama Program Makmur

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 09 Jul 2024 19:30 WIB

Pupuk Indonesia-Bulog Perkuat Kerja Sama Program Makmur

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - PT Pupuk Indonesia (Persero) meningkatkan kesejahteraan petani dengan memperkuat kerja sama lewat program Makmur bersama Perusahaan Umum (Perum) Bulog sebagai offtaker.

“Lewat upaya ini, Pupuk Indonesia bersama-sama dengan Bulog bisa bekerja sama untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Kita memiliki masa depan yang cerah, tidak hanya untuk Pupuk Indonesia dan Bulog, tetapi untuk pertanian dan bangsa, negara Republik Indonesia,” ujar Direktur Utama Pupuk Indonesia Rahmad Pribadi lewat keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (9/7).

Baca Juga: Penerima Pupuk Bersubsidi akan Diperbarui Tiap Bulan

Rahmad meyakini sinergi ini akan memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas padi nasional secara berkelanjutan, sehingga berdampak pada kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

“Program Makmur hadir memberikan pendampingan intensif kepada petani dan budi daya pertanian berkelanjutan. Program ini memiliki potensi yang cukup besar, dengan luas yang sudah hampir mencapai 300.000 hektare, dengan 100.180,44 hektare untuk tanaman padi,” ujarnya pula.

Baca Juga: Pemerintah Punya Utang Rp 10,48 Triliun ke PT Pupuk Indonesia, Jokowi: Pasti Dibayar

Sejak diluncurkan pada tahun 2021, program Makmur telah menghadirkan ekosistem pertanian komprehensif dari tahapan hulu hingga hilir, baik on farm maupun off farm dengan melibatkan banyak stakeholder, mulai dari perbankan, lembaga asuransi, penyedia agro input, hingga offtaker.

Lewat program ini, Pupuk Indonesia mendorong optimalisasi produktivitas petani, baik dengan upaya pendampingan intensif maupun edukasi penggunaan pupuk nonsubsidi agar hasil panen tetap maksimal.

Baca Juga: Stok Pupuk Bersubsidi di Jatim Tersedia 163.881 Ton

Adapun pupuk nonsubsidi yang digunakan dalam program ini adalah pupuk komersial yang sudah teruji mampu meningkatkan produktivitas pertanian, sehingga program ini sekaligus menjadi edukasi penggunaan agro input alternatif selain pupuk subsidi. 

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU