SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur kini tengah mengalami transformasi di bawah kepemimpinan kepala desa Sutiyono, S. Pd, S. Sos Selama 3 Tahun beliau menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakatnya. Langkah-langkah progresif yang diterapkan tidak hanya berhasil membawa perubahan, tetapi juga meningkatkan kepercayaan warga terhadap pemerintah desa.
Bapak Sutiyono, S. Pd, S. Sos. juga mengedepankan transparansi dalam pengelolaan anggaran dana desa. Setiap penggunaan dana desa diumumkan secara terbuka melalui papan informasi dan media sosial resmi desa.
Hal ini tidak hanya mengurangi potensi terjadinya korupsi, tetapi juga meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengawasan pembangunan desa. Warga kini merasa lebih memiliki dan terlibat aktif dalam setiap program yang dijalankan.
Program peningkatan kesejahteraan masyarakat juga mendapat perhatian khusus. Untuk maksud tersebut, Kades berinisiatif menggandeng berbagai pihak untuk memberikan pelatihan keterampilan bagi warga, khususnya di bidang ketahanan pangan dan UMKM. Hasilnya, banyak warga yang kini mampu meningkatkan penghasilan mereka melalui usaha mandiri.
Tidak hanya itu, pembangunan desa pun menjadi fokus utama. Kepala desa Keboan Anom bekerja sama dengan masyarakat desa dalam pembangunan infrastruktur fisik dan non fisik seperti membangun jalan desa, betonisasi, saluran air desa, Sarana olahraga desa, renovasi kantor desa, ketahanan pangan desa, pembangunan BUMDES, pembagian BLT untuk warga kurang mampu, Peningkatan kapasitas lembaga desa, pemberdayaan kader PKK dan bekerja sama dengan Puskesmas melalui bidan desa setempat untuk menggalakkan pos pelayanan terpadu (posyandu) balita maupun lansia serta pemeriksaan kesehatan rutin bagi ibu hamil dan anak-anak. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di desa tersebut.
Dengan berbagai terobosan , Desa Keboan Anom kini semakin maju dan sejahtera. Kepemimpinan Bapak Sutiyono, S. Pd, S. Sos. menjadi contoh nyata, bahwa perubahan positif dapat tercapai dengan komitmen, transparansi, dan kolaborasi yang terencana dan terukur. Desa yang dulunya dipandang sebelah mata, kini menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di wilayah kecamatan Gedangan
Keberhasilan ini tentu tidak terlepas dari dukungan seluruh elemen masyarakat yang bersama-sama bahu-membahu membangun desa. Seperti kata pepatah, “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh. ”Sebuah spirit yang diusung oleh masyarakat Desa Gedangan dalam mewujudkan desa yang lebih baik di masa depan. Ibnu/ man
*) Penulis: Ibnu Hadi Kusumo, Mahasiswa Prodi Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.
Editor : Desy Ayu