SURABAYAPAGI.com, Magetan - Para petani tembakau di daerah Kecamatan Sidorejo, Magetan, Jawa Timur mulai resah dna ketar-ketir. Pasalnya, kondisi tersebut dapat menurunkan kualitas panen tembakau yang diperkirakan akan berlangsung pada akhir Juli hingga September mendatang.
Tentu saja, keadaan ini membuat petani berharap hujan dengan intensitas rendah atau bahkan tidak turun sama sekali, Lantaran di daerah Kecamatan Sidorejo sudah memasuki masa tanam tua dan siap panen.
“Memang untuk tanaman yang masih muda itu masih memerlukan air, tapi karena tanaman disini mayoritas sudah berada di usia sekitar 60-70 hari jadi harapannya hujan tidak turun terus menerus,” ujar Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Magetan, Siswanto, Kamis (11/07/2024).
Hujan yang terus-menerus dikhawatirkan dapat menyebabkan beberapa hal pada tanaman tembakau, diantaranya, penurunan kualitas daun tembakau, kemunculan hama dan penyakit, serta kematian tanaman.
Lebih lanjut, siswanto mengimbau petani untuk intensif dalam pengamatan dan perawatan tanamannya. Petani juga harus segera melakukan tindakan jika ada tanda-tanda serangan hama atau penyakit. Salah satu contohnya adalah penggunaan bekatul dicampur insektisida untuk mengendalikan hama ulat pada daun muda.
Di sisi lain, Siswanto mengungkapkan jumlah petani tembakau tahun ini diperkirakan lebih banyak daripada tahun lalu. Pemicunya, harga tembakau tahun lalu relatif tinggi.
“Kita sebagai petani tentu besar harapannya hasil tanam tembakau tahun ini lebih baik daripada tahun lalu,” pungkas Siswanto. mgt-01/dsy
Editor : Desy Ayu