Surabaya Terbukti Sukses: Strategi Efektif Mengentaskan Kemiskinan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 11 Jul 2024 18:38 WIB

Surabaya Terbukti Sukses: Strategi Efektif Mengentaskan Kemiskinan

i

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Nasional Kamis (11/7/2024). SP/ZISTI

SURABAYAPAGI, Surabaya - Di ruang sidang Balai Kota Surabaya, suasana penuh antusiasme dan semangat terlihat jelas pada Kamis (11/7/2024). Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengadakan Focus Group Discussion (FGD) dengan Tim Reformasi Birokrasi (RB) Nasional yang berada di bawah naungan Wakil Presiden Republik Indonesia. Acara ini bertujuan untuk memvalidasi berbagai program pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting yang telah berhasil dijalankan di kota ini.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyambut langsung Tim RB Nasional di Balai Kota Surabaya. Turut hadir dalam FGD ini seluruh Perangkat Daerah (PD) terkait, camat, dan lurah di lingkup Pemkot Surabaya. Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian PANRB.

Baca Juga: Innovation Day 2024 : Schneider Electric Dukung Transformasi Digital di Surabaya

Deputi Bidang Reformasi Birokrasi, Akuntabilitas Aparatur, dan Pengawasan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Erwan Agus Purwanto, yang hadir dalam FGD tersebut, mengungkapkan bahwa kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari program RB Tematik yang telah dilaksanakan pada tahun 2023.

"Kami datang untuk memvalidasi apa yang sebenarnya dilakukan Kota Surabaya sehingga bisa menurunkan kemiskinan secara signifikan. Kami ingin mengetahui mekanisme yang diterapkan agar bisa diaplikasikan di daerah lain," ujar Erwan.

Erwan menekankan bahwa ada beberapa kunci sukses dalam implementasi RB Tematik di Surabaya. Pertama, komitmen kuat dari kepala daerah. Wali Kota Eri Cahyadi tidak hanya memiliki kemampuan politik tetapi juga kapasitas teknokratik dalam memahami dan menyelesaikan masalah. Kedua, penentuan skala prioritas yang jelas, di mana pengentasan kemiskinan menjadi salah satu dari tujuh prioritas utama Wali Kota.

Selain itu, pendekatan berbasis data (evidence-based) menjadi kunci ketiga. Kota Surabaya menggunakan data sebagai dasar pembuatan kebijakan. Dalam menanggulangi kemiskinan, Pemkot Surabaya melibatkan seluruh PD, masyarakat, dan sektor swasta.

"Ini tentu saja menjadi variabel penting yang membuat Kota Surabaya sukses dalam penilaian RB," jelas Erwan.

Erwan juga mendorong Pemkot Surabaya untuk meraih predikat “AA” (Sangat memuaskan) dalam penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) di tahun 2024, setelah sebelumnya meraih predikat "A" (Memuaskan).

Baca Juga: Inovasi Kesehatan: Surabaya Hadirkan R1N1 dengan Ribuan Tenaga Kesehatan di Setiap RW

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Eri Cahyadi menerangkan bahwa kehadiran Tim RB Nasional adalah untuk mendalami dan memvalidasi apakah RB Tematik betul-betul telah dijalankan oleh Pemkot Surabaya.

"Beliau mengapresiasi Kota Surabaya karena menjalankan semuanya dengan digital, inilah kelebihan Kota Surabaya," ujar Wali Kota Eri.

Penerapan digitalisasi menjadi salah satu kunci penting dalam upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan stunting di Surabaya. Dengan memanfaatkan teknologi digital, Pemkot Surabaya dapat mengetahui data secara tepat, melakukan monitoring dan evaluasi, serta melakukan intervensi yang efektif.

Baca Juga: Pemkot Surabaya akan Tambah Sekolah Negeri

"Keberhasilan kita bisa menurunkan stunting dan kemiskinan itu adalah ketika kita mengetahui data. Setelah kita tahu data, kita monitoring dan evaluasi, kemudian melakukan intervensi yang tepat," pungkasnya.

Keberhasilan Surabaya dalam mengentaskan kemiskinan dan menurunkan stunting melalui komitmen yang kuat, penentuan skala prioritas yang jelas, serta pemanfaatan digitalisasi diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Dengan demikian, upaya pengentasan kemiskinan dapat lebih efektif dan merata di seluruh tanah air.

Surabaya, dengan segala inovasinya, terus berjuang menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga sejahtera bagi seluruh warganya. Zis

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU