SIS Suntik Mati Suzuki Ignis, Usai 7 Tahun di Pasar Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Suzuki Ignis Facelift 2020 varian GX. SP/ JKT
Suzuki Ignis Facelift 2020 varian GX. SP/ JKT

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini berdasarkan pernyataan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), pihaknya akan menyudahi untuk produksi (suntik mati) salah satu produk andalannya, Suzuki Ignis setelah tujuh tahun mengarungi pasar Indonesia. 

Pasalnya, status crossover mungil tersebut untuk per Juli 2024, Ignis tak lagi didatangkan dari negara pembuatnya India dan keputusan ini disebutnya sesuai dengan strategi perusahaan.

"Iya, Ignis sudah discontinue dari market Indonesia. Alasannya sesuai dengan rencana korporasi kami yang secara bertahap akan lebih fokus ke produk elektrifikasi seperti XL7 hybrid dan Ertiga hybrid," terang 4W Marketing Director PT SIS, Harold Donnel, Jumat (12/07/2024).

Lebih lanjut, langkah tersebut untuk memperkuat keberadaan model-model buatan dalam negeri, yang mana hingga kini PT SIS memproduksi dua model kendaraan penumpang seperti Ertiga dan XL7. Serta, kendaraan komersial berupa Carry.

Sebagai informasi, Ignis debut pertama di Tanah Air pada April 2017 silam. Kala itu, pabrikan menghadirkan tiga varian dengan banderol mulai Rp 139,5 juta untuk tipe GL M/T. Lainnya, tipe GX M/T harganya Rp 159,5 juta dan GX AGS Rp 169,5 juta.

Disebut crossover karena Ignis punya profil dimensi yang cukup unik. Misalnya, ground clearance 180 mm, atau lebih tinggi 10 mm dibandingkan Honda CR-V yaitu 170 mm. Selain itu, ia juga punya tread 1.460 mm di depan dan 1.470 mm di belakang.

Sementara panjangnya 3.700 mm, dengan lebar 1.660 mm (GX: 1.690), serta tinggi 1.595 mm, plus jarak sumbu roda 2.435 mm. Sektor kaki-kaki disematkan dengan penggunaan velg 15-inci dengan ukuran ban 175/65.

Suzuki Ignis memang sudah lama terkenal sebagai salah satu mobil terjangkau kaya fitur. Sebut saja, lampu proyektor LED lengkap dengan DRL hingga engine push start stop button, headlamp levelling, AC digital, head unit layar sentuh, panel meter kombinasi analog dan digital.

Sedangkan untuk aspek sumber tenaga mengandalkan mesin K12M berkubikasi 1.197 cc dengan output 81 dk di 6.000 rpm dan torsi maksimum 113 Nm di putaran 4.200 rpm. Dikawinkan dengan transmisi manual dan AGS 5-percepatan. jk-02/dsy

Berita Terbaru

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Tumbal Loyalitas Buta, Membongkar Rantai Korupsi di Balik Pledoi Thariq Megah

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:59 WIB

Oleh: Putut Kristiawan Dalam birokrasi kita, ada satu "aturan tak tertulis" yang kerap lebih ditakuti ketimbang undang-undang: titah atasan. Ketika loyalitas…

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Usai Dipanggil KPK di KPPN, Pejabat PT KAI Bungkam Dalam Pengembangan Dugaan TPPU Maidi 

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 09:29 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Manager Keuangan PT KAI Daop 8, Dewi Wahyu K, memilih bungkam usai diperiksa penyidik KPK terkait pengembangan perkara dugaan Tin…

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat Berkah : Hakim yang Adil Menurut Al-Qur’an

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:29 WIB

Allah SWT Allah tidak pernah melampaui batas dan tidak pernah berbuat aniaya (zalim) kepada siapa pun. Keadilan-Nya meliputi balasan amal perbuatan manusia di…

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Sekitar 1.000 Petani Temui Mentan Adukan Distribusi Pupuk

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:25 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menemui sekitar 1.000 petani asal Indramayu yang datang ke Kantor Pusat Kementerian Pertanian…

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Menkeu Akui Balpres Impor, Rugikan Tukang Jahit

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menkeu akui masuknya baju bekas impor ilegal atau balpres impor ke Indonesia, dapat merugikan tukang jahit hingga industri tekstil di dalam…

Kini, Banyak Calon Manajer Kopdes Bertanya Kepastian Kerjanya

Kini, Banyak Calon Manajer Kopdes Bertanya Kepastian Kerjanya

Jumat, 25 Sep 2026 08:19 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 08:19 WIB

SURABAYAPAGI.com - Belakangan ini banyak sekali calon manajer Koperasi Desa dan Kampung Nelayan yang bertanya-tanya soal kepastian kerjanya. Sebagian besar…