Dinsos Pamekasan Instruksikan Perbaikan DTKS dalam Penerima Bansos

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Pamekasan - Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pamekasan menginstruksikan pemerintah desa memperbaiki laporan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) menyusul adanya temuan pengusaha tembakau masuk dalam data penerima bantuan sosial pada 2024.

"Sebab, data tercatat dalam DTKS itu dari pihak desa," kata Kepala Dinsos Pamekasan Herman Hidayat di Pamekasan, Jumat (12/7).

Pengusaha tembakau yang masuk dalam DTKS itu bernama Khairul Umam alias Haji Her. Pria asal Kadur, Pamekasan ini masuk dalam data bersama anaknya yang bernama Ach Rizqy, istrinya Serli Citra Dewi dan ibunya Siti Fatimah.

Haji Her masuk di DTKS sebagai penerima bantuan iuran jaminan kesehatan, sedangkan istrinya sebagai penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Di DTKS itu Serli Citra Dewi juga tercatat sebagai penerima bantuan iuran jaminan kesehatan.

Dalam DTKS itu, Haji Her tercatat menerima PBI JK, sedangkan sang istri menerima PKH dan juga PBI JK.

"Karena itu, saya minta agar desa segera menyampaikan revisi ke Dinsos Pamekasan, karena orang kaya seperti Haji Her itu, bukan sasaran program bantuan sosial," katanya.

Dalam keterangan pers yang disampaikan kepada media di Pamekasan, Jumat sore, pengusaha tembakau Khairul Umam alias Haji Her meminta agar data yang mencantumkan dirinya sebagai penerima bantuan sosial itu diperbaiki.

"Tolong diperbaiki, kasihan yang berhak menerima bantuan," katanya.

Berdasarkan data Pemkab Pamekasan, jumlah warga miskin dan kurang mampu serta layak menerima program bantuan dari pemerintah 574.045 jiwa tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di kabupaten itu. Pm-01/ham

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…