SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejak kecil, saya diajarkan ucapkan "Puji Tuhan ". Ini artinya memuliakan Tuhan, mengandalkan-Nya, dan memancarkan kasih Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari. Ungkapan ini bisa menjadi tanda bahwa seorang umat selalu mengandalkan Tuhan dalam berbagai situasi dan kondisi.
Dalam pemahaman saya, setiap orang Kristen harusnya sudah memahami alasan mengapa kita harus memuji Tuhan.
Ada yang lebih penting mengetahui jawaban dari pertanyaan mengapa orang Kristen harus memuji Tuhan lewat nyanyian.
Hal yang saya ketahui memuji Tuhan dengan nyanyian adalah bagian dari sebuah rangkaian ibadah dan menjadi sarana kita masuk ke dalam penyembahan kepada Kristus.
"Mengapa Kita Harus Memuji Tuhan?"
Saya juga diajarkan doa 'Puji Tuhan Puji Tuhan, Terimakasih banyak Bapa, Terimakasih Bunda Maria, Terimakasih Tuhan Yesus aku sangat bersyukur puji tuhan puji tuhan atas terkabulnya doa novena tiga salam maria yaitu aku bisa diterima kerja ditempat yang lebih baik, Semoga kedepannya selalu lancar untuk Karirku. Amin
God Bless u all."
Saya diajarkan sebutan kata God bless you diartikan Tuhan memberkatimu. Ini merupakan bagian dari tradisi umat Nasrani untuk memberkati atau harapan kepada orang lain. Selain itu, kata ini juga bisa digunakan menjadi kebiasaan yang diucapkan setelah ada orang bersin.
Memuji Tuhan, kata pendeta saya, bukanlah cara ritual keagamaan, tetapi sebagai ungkapan syukur orang percaya karena Kristus telah berkorban untuk kita orang berdosa (Efesus 5).
Dalam memuji Tuhan tidaklah ditentukan harus dengan jenis lagu rohani tertentu, misalnya hymn atau kontemporer. Karena sebenarnya kita juga dapat memuji Tuhan dengan cara bermazmur. Dengan kata lain, mazmur, hymne, kontemporer adalah jenis lagu rohani yang dapat digunakan sebagai media untuk memuji Tuhan.
Maklum, kita memuji Tuhan karena kita telah menjadi anak-anak terang di dalam Kristus. Kita percaya, Kristus telah berkorban untuk kita orang berdosa. Ia adalah pencipta segala sesuatu dan sudah ada sebelum segala sesuatu diciptakan dan di dalam Dialah segala sesuatu itu (Kolose 1: 16-17).
Rasul Paulus mengingatkan kepada jemaat di Efesus, kehidupan mereka sebelum di dalam Kristus yaitu dikuasai nafsu kedagingan. Jadi tidaklah mungkin mereka berkenan memuji Tuhan dalam keadaan seperti itu. Itu sebabnya jemaat Efesus dinasehatkan untuk berbalik kepada Tuhan supaya mereka beroleh Roh Allah, yaitu hidup yang dikuasai Kristus dan menjadi milik kepunyaan Kristus sendiri. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham