SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Perayaan tradisi tahunan Grebeg Suro di Ponorogo, Jawa Timur turut berdampak pada sektor ekonomi. Tercatat okupansi di hotel tembus di angka 85 persen, namun catatan tersebut justru turun dibanding tahun lalu yang tembus 95 persen.
Salah satunya, Hotel Amaris yang saat momen perayaan Grebeg Suro mengalami peningkatan okupansi tersebut dibukukan dalam kurun waktu satu pekan usai pembukaan Grebeg Suro. Okupansi meningkat dibanding hari normal.
“Tahun ini perayaan Grebeg Suro kurang seramai tahun lalu,” jelas Manager Hotel Amaris Ponorogo Syahrul Hambali, Senin (15/07/2024).
Lebih lanjut, Hambali berpandangan penyebab adanya efek domino dari sebuah event tergantung pada konsep dan gebyar acara. Semakin semarak, tentu efek ke seluruh sektor ekonomi semakin meluas. Mulai sektor akar rumput seperti UMKM, PKL, sektor perhotelan, dan sektor lainnya.
“Semoga ke depan pariwisata Ponorogo lebih meningkat lagi,” tambahnya.
Pihaknya berharap penyelenggaraan event yang mengundang warga luar daerah digelar tiga bulan sekali. Hal itu lantaran, market pariwisata kurang maksimal jika event hanya digelar setahun sekali.
Pasalnya, intensitas event berkorelasi dengan tingkat kunjungan wisatawan yang datang ke Ponorogo. Lalu, pertimbangan lain, daya beli masyarakat di Bumi Reog lebih tinggi dibanding daerah lain, pun, patut dinilai sebagai potensi.
“Semua ini demi keberlanjutan pelaku pariwisata dan bisa mempengaruhi semua sektor,” ungkapnya. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu