SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pelatihan dan Penempatan Tenaga Kerja (P2TK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Timur mencatat sebanyak 37.870 Jatim menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kepala UPT P2TK Disnakertrans Jawa Timur, Sumali, menyebutkan bahwa PMI asal Jatin sendiri mempunyai tujuan favorit diantaranya Hongkong, Taiwan, Korea Selatan hingga Jepang.
"Paling favorit PMI Jatim itu Hongkong jumlah mencapai 21.098 orang. Kemudian, Taiwan ada sebanyak 10.095 orang, Korea Selatan 3.315 orang, dan Jepang 1.016 orang. Sedangkan sisanya tersebar di 33 negara tujuan penempatan lainnya," ungkap Sumali, Surabaya, Selasa, 16 Juli 2024.
Sementara itu, UPT P2TK Disnakertrans Jawa Timur juga mencatat kepulangan PMI di Counter Helpdesk Bandara Juanda Surabaya hingga bulan Juni 2024 ini ada sebanyak 11.087 orang.
Lanjut Sumali, pihaknya juga memfasilitasi layanan pemulangan PMI yang bermasalah seperti sakit, deportasi, dan permasalahan lainnya.
"Beberapa daerah seperti Jember dan Lumajang yang paling sering mengalami masalah," sambungnya.
Tak hanya itu, Disnakertrans juga fasilitasi pemulangan jenazah PMI. Diketahui, hingga Juni 2024 terdapat 232 orang.
Menurut data hingga Juni 2024, Kabupaten Jember mencatat 20 jenazah PMI, dengan rincian 11 PMI sakit dan 21 PMI bermasalah lainnya. Sementara itu, Kabupaten Lumajang mencatat 11 jenazah PMI dan 9 PMI bermasalah.
"Kami juga mencatat Malaysia sebagai negara yang sering bermasalah, dengan 193 kasus yang terdiri dari 49 jenazah, 26 PMI sakit, 87 hasil pendataan di counter bandara, dan 31 deportasi yang sempat transit di shelter PMI di UPT P2TK," tutupnya.sb/ana
Editor : Mariana Setiawati