Analisa Pengamat soal Pilgub 2024: Ada Anomali Kutukan Petahana

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Saya ingin bahas anomali kutukan petahana dalam pilkada di Jawa 2024.

Saya mengambil contoh beberapa kali petahana Fauzi Bowo atau Foke dikalahkan oleh Jokowi-Ahok. Selain itu, Ahok juga dikalahkan oleh pendatang Anies Baswedan.

Meski begitu, dalam praktiknya, pilkada itu sering memunculkan sejumlah anomali yang susah ditebak, di Jakarta misalnya, orang yang maju pilgub petahana yang kedua kalinya di survei itu kuat, (berakhir) kalah, ada semacam kutukan yang terjadi di Jakarta. Dulu Foke maju sebagai petahana kalah dari pendatang baru melawan Jokowi dan Ahok. Setelah itu Ahok maju dengan approval rating yang tinggi, melawan Anies Baswedan, kalah di Jakarta, itu anomali. Bukan tidak mungkin Anies yang di survei itu kuat juga akan terjadi anomali.

Menurut saya, tinggal membuktikan apakah Anies bisa melawan kutukan petahana atau tidak?. Itu contoh, karena dalam pilkada banyak sekali anomali-anomalinya.

Tak cuma di Jakarta, saya juga menilai anomali kutukan petahana juga terjadi di Jawa Tengah. Saya ingatkan pada Pilgub Jateng 2013 Ganjar Pranowo mengalahkan petahana Bibit Waluyo.

Di Jawa Tengah, Ganjar Pranowo waktu maju pilgub pertama kali juga lawan petahana, dan Ganjar menang, itu salah satu contoh di mana petahana yang maju kedua kalinya, sekalipun elektabilitas diunggulkan di awal, at the end of the day-nya, yang menentukan dari segi penantang dan kerja-kerja politik nyata.

Mengapa anomali itu bisa terjadi?

Saya sebut  karena ada sosok penantang petahana yang kuat.

Saya mewanti-wanti ini mungkin juga terjadi di Pilgub Sumut 2024.

Kasus di Jakarta itu karena penantang Anies yang relatif kuat dan signifikan sehingga bisa kalahkan Ahok. Atau misal kenapa Foke bisa dikalahkan oleh Jokowi? Karena faktor Jokowi dan Ahok itu dinilai sebagai penantang yang kuat. Begitu juga dengan Ganjar dinilai sebagai penantang yang relatif kuat dan menang di Jawa Tengah. Bobby diprediksi juga akan menang kalau melawan Eddy Rahmayadi, karena penantangnya kuat di Sumut.

Saya ingatkan, dalam kondisi alamiah, petahana yang maju kedua kalinya, dengan approval ratingnya tinggi, dan diunggulkan di survei, dan biasanya rata-rata menang. Tinggal apakah di Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jakarta ini ada anomali atau tidak. Kita tunggu terutama dari segi penantang, apakah penantang yang dimunculkan itu relatif kompetitif ataupun tidak.

Saya ingatkan secara teori petahana yang maju kembali untuk yang kedua kalinya dengan approval rating yang cukup tinggi relatively akan mudah untuk memenangkan pertarungan untuk yang kedua kalinya, itu rumus dasar dari kenapa sejumlah kepala daerah seperti di Jatim, Jakarta, dan di Jabar. Di tiga propinsi itu relatively unggul di survei. Ini tentu tidak terlepas dari approval rating mereka yang cukup tinggi. Dan itu kecenderungan rata-rata secara umum. n rmc

 

*) Adi Prayitno saat dihubungi, Jumat (19/7/2024).

Tag :

Berita Terbaru

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

UNESA Taklukkan UM 2-0, Kampiun Campus League Futsal Regional Surabaya

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:14 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (UNESA) keluar sebagai juara Campus League 2026 Futsal Regional Surabaya setelah menundukkan Universitas N…

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

HUT ke-62 Golkar, Mashudi Tekankan Sinergi dengan Pemkab Madiun

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 22:07 WIB

SURABAYA PAGI, ‎Madiun – DPD Partai Golkar Kabupaten Madiun menegaskan komitmennya untuk mengawal kebijakan pemerintah daerah agar berpihak kepada masyarakat. S…

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Dua Kali Mediasi Buntu, Keluarga Bocah Korban Kecelakaan di Madiun Tuntut Keadilan

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 21:59 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Keluarga M. Sofian Arif Nugroho, bocah berusia 6 tahun yang meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan di Desa Nglandung, K…

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Hendak Berobat, Ibu Empat Anak di Ponorogo Meninggal di Atas Motor

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:56 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo– Lu’luatun Nikmah, warga Desa Banggel, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan meninggal dunia di atas sepeda mo…

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

ASUS ProArt P14 dan P16 Hadir di Indonesia, Harga Tembus Rp114 Juta

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:30 WIB

SurabayaPagi, Jakarta – ASUS resmi menghadirkan laptop kreator ProArt P14 (H7407BA) dan ProArt P16 (H7607BA) di Indonesia dengan mengandalkan kemampuan p…

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Masyarakat Proaktif Laporkan Alih Fungsi LSD

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

Selasa, 20 Okt 2026 18:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Pemerintah Kabupaten Sidoarjo melalui Dinas Perumahan, Permukiman, Cipta Karya, dan Tata Ruang (P2CKTR) menegaskan aturan ketat…