Presiden Terpilih Tugaskan Tim Ekonomi Pikirkan Biaya Makanan per Hari Diturunin Lebih Hemat dari Rp 15 ribu ke Rp 9 ribu, atau ke Rp 7.500 per Anak
SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Putra sulung Presiden Joko Widodo, sampai Jumat (19/7/2024) mengaku masih percaya anggaran makan bergizi gratis Rp 15 ribu per porsi. Ini melibatkan banyak ahli gizi. Pasalnya, saat ini bergaung anggaran program makan siang gratis yang semula Rp 15 ribu per orang, akan dipangkas menjadi Rp 7.500 hingga Rp 9.000 ribu per orang.
Bahkan Wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka ini, Senin lusa bakal melakukan uji coba makan bergizi gratis di Kota Solo.
Dengan adanya uji coba ini, kata Gibran, pihaknya akan menerima masukan dari orang tua murid hingga guru. Tujuannya agar program tersebut bisa dievaluasi.
"Ya di Solo hari Senin (22 Juli 2024 depan) ada uji coba makan siang gratis, nanti saya ajak ya," kata Gibran di Balai Kota Solo.
Padahal diluaran ramai bergulir anggaran diciutkan dari Rp 15.000,- ke Rp 7.500,-. Gibran Rakabuming Raka, belum tahu kabar pemangkasan anggaran makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak. Gibran meminta semua pihak menunggu kepastian. "Kata siapa? Tunggu kepastiannya dulu," kata Gibran dilansir Antara, Kamis (18/7/2024).
Gibran juga meminta media massa tidak memberitakan hal yang belum pasti. Dia kembali meminta semua pihak menunggu. "Ditunggu dulu, jangan memberitakan hal-hal yang belum pasti," ucap Gibran.
Digulirkan Seorang Ekonom
Informasi penyunatan anggaran digulirkan seorang ekonom. Dia ekonom Verdhana Sekuritas, Heriyanto Irawan. Rabu (17/7) lalu, Heriyanto mengklaim diajak berdiskusi dengan tim Prabowo mengenai makan bergizi gratis dan diizinkan membagikan hasil diskusinya itu ke publik.
"Mungkin 2-3 minggu lalu ada press conference di mana Bu Sri Mulyani dan Mas Tommy (Thomas Djiwandono) juga mengatakan tentang program makan siang itu biaya berapa. Yang mau saya sharing itu, angka itu memang dibahas dengan Pak Prabowo yang dikomunikasikan ke saya. Presiden terpilih tugaskan ke tim ekonomi itu memikirkan apakah biaya makanan per hari itu bisa diturunin lebih hemat dari Rp 15 ribu mungkin ke Rp 9 ribu, atau ke Rp 7.500 per anak?," ungkap Heriyanto dalam forum Market Outlook 2024 disiarkan di YouTube, Rabu (17/7/2024).
"Angka Rp 71 triliun dan defisit 2,5%, bukan ke 3% ataupun ke 3,5%, nggak begitu. Mereka sudah agree on that," sambung Heriyanto.
Jawaban Sri Mulyani dan Thomas
Menkeu Sri Mulyani belum mau menjawab lebih detail terkait program makan bergizi gratis termasuk isu pemangkasan anggarannya hingga menjadi Rp 7.500/anak. Dia menyebut proses penyusunan RAPBN 2025 akan disampaikan pada 16 Agustus 2024 oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Untuk beberapa pertanyaan khusus mengenai program (makan bergizi gratis), saya harap kita tidak membahasnya dulu di sini karena sedang proses. Tentunya supaya nanti dalam proses kita akan terus mengumpulkan berbagai informasi sehingga nanti dalam bentuk nota keuangan dan RUU (APBN 2025) yang akan dalam waktu 3 minggu kita sampaikan," ucapnya.
Senada dengan Sri Mulyani, Thomas Djiwandono juga enggan menjawab dengan rinci soal isu anggaran makan bergizi gratis dipangkas jadi Rp 7.500/anak.
"Untuk hal yang sifatnya makan siang gratis, saya rasa ini bukan saatnya. Yang bisa saya katakan di sini adalah, semua hal yang menyangkut program unggulan presiden terpilih, apakah itu makan siang gratis dan sebagainya itu akan selaras dengan prinsip-prinsip yang sudah ditegaskan oleh ibu Menteri Keuangan tadi," ucapnya.
Partai Demokrat Belum Dengar
Anehnya, sampai Jumat (19/7) Partai Demokrat malah mengaku belum mendengar soal kabar tersebut. Program makan bergizi gratis menjadi Rp 7.500 per anak
Belum didengar. "Kita belum pernah makan bergizi gratis jadi segitu, belum dengar" kata Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra kepada wartawan, Kamis (18/7/2024).
Herzaky mengatakan Demokrat yakin Prabowo memiliki komitmen kuat pada program ini.Menurutnya, isu ini wajar beredar karena masyarakat dinilai sangat antusias dengan program tersebut.
Hitung-hitungan Budiman Sudjatmiko
Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Budiman Sudjatmiko, menjelaskan pihaknya sudah melakukan hitung-hitungan penyediaan makan dengan gizi berkualitas tak sampai Rp 15 ribu per porsi.
"Kami sudah menghitung bahwa jika mengacu pada Harga Pokok Produksi, sebenarnya penyediaan makanan yang memenuhi standar gizi berkualitas atau sesuai dengan kaidah 4 sehat 5 sempurna, tak memerlukan biaya sampai Rp 15 ribu per porsinya. Itu sudah termasuk susu segar, telur, sayur dan buah, dengan menu protein berganti-ganti antara daging ayam, daging sapi, dan daging ikan," kata Budiman kepada wartawan, Rabu (17/7/2024).
Dengan catatan, menurut Budiman, sumber penyediaan bahan pangan harus mengutamakan produksi dari desa-desa sesuai basis pertanian ataupun peternakan/perikanan. Hal ini, sebutnya, juga dapat memangkas biaya distribusi yang tinggi lantaran dapat menyesuaikan hasil pangan setempat. n erc/ant/jk/cr4/rmc
Editor : Moch Ilham