SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Nguri-uri budaya asli Sidoarjo dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya melalui pagelaran wayang kulit Gagrak Porongan, Pada pagelaran budaya ini bukan hanya para penampil saja yang melakukan uri-uri, namun para penonton juga secara langsung ikut melestarikan budaya yang sarat dengan tuntunan dalam pagelaran cerita atau tontonan pewayangan.
Rangkaian Pagelaran wayang Gagrak Porong Sidoarjoan yang di gelar di komplek situs Sendang Agung, Kelurahan Urang merupakan etepe ke 6 dari 12 pertunjukan yang difasilitasi Dikbud Sidoarjo mendapat sambutan luar biasa dari komunitas para pecinta budaya.
"Kami ucapkan banyak terimakasih kepada Pemkab Sidoarjo melalui Dikbud Sidoarjo yang mampu menghadirkan pelestarian budaya pewayangan khas Sidoarjo di tengah masyarakat Desa Urangagung" Tandas Mbah Gimbal salah satu tokoh pecinta budaya yang namanya sudah kondang, Sabtu (2/07/2024).
Dalam kesempatan tersebut para pecinta budaya Jawa juga mengharapkan perhatian Pemerintah Kabupaten Sidoarjo agar situs warisan budaya yang nampak di Sendang Agung dapat bantuan pemugaran agar lebih menarik dikunjungi.
"Selain nilai budaya kesenian juga perlu pelestarian warisan peninggalan situs agar tidak rapuh" ujar Mbah Gimbal.
Kepala Dinas Dikbud Sidoarjo Tirto Adi menyambut baik dukungan para pecinta budaya, sebab kegiatan ini satu misi yakni melestarikan budaya, baik itu berbentuk fisik maupun budaya yang tidak nampak dan yang paling penting dengan adanya road show wayang gagrak porongan, nilai nilai positif dapat di maknai sebagai teladan dan di lestarikan.
"Kami berharap pagelaran Wayang Kulit Gagrak Porongan dapat menghibur sekaligus dapat menyerap tuntunan nilai nilai makna kehidupan yang positif dari kisah yang dilakonkan oleh sang dalang" pesan Tirto Adi Kadin Dikbud Sidoarjo dalam kata sambutannya.
Sementara itu, Kuswandi salah satu pegiat budaya Jawa juga menambahkan betapa pentingnya pelestarian budaya budaya Jawa, sebab hal ini adalah bagian wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta untuk menjaga kondusifitas desa, menjauhkan dari musibah, dan menghormati leluhur
“Nguri-uri budaya Jawa juga dapat dilakukan melalui, Pelatihan gamelan, Tradisi sedekah bumi, Membawa jajanan pasar, seni tarian, wayang" tuturnya.
Budaya Jawa adalah segala sistem norma dan nilai yang meliputi sistem religi, sistem pengetahuan, bahasa, kesenian, kepercayaan, moral, seni, hukum, adat, sistem organisasi masyarakat, mata pencaharian, serta kebiasaan masyarakat Jawa.
Dengan dihadiri beberapa komunitas pecinta budaya diantaranya, paguyuban Sendang Agung, Paguyuban Jenggolo Manik dari berbagai kecamatan di Kabupaten Sidoarjo semakin menambah meriah dalam acara Pagelaran Wayang Asli Sidoarjo yang dibawakan oleh 2 orang Dalang yakni Ki Ken dan Ki Satriyo dengan lakon Wanara Singa. Hdk/hik
Editor : Desy Ayu