Petani di Lereng Gunung Lawu Ngeluh, Harga Sayuran Anjlok Drastis

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Petani sayuran di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur saat musim panen. SP/ MGT
Petani sayuran di lereng Gunung Lawu, Magetan, Jawa Timur saat musim panen. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Musim panen sayuran di di lereng Gunung Lawu, tepatnya di wilayah Lingkungan Singolangu, Kelurahan Sarangan, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan bukannya untung justru buntung. Pasalnya harga sayuran saat ini anjlok jauh di bawah biaya produksi.

Hal itu membuat para petani sayuran mengeluh dan banyak merugi lantaran harga panen mereka tak sesuai harapan. Penurunan harga yang drastis ini terjadi pada berbagai jenis sayuran, mulai dari brokoli, loncang, kubis, sawi, tomat, hingga cabai merah dan keriting.

Diketahui, untuk harga tomat yang sebelumnya mencapai Rp 20.000 per kilogram, kini hanya dijual dengan harga Rp 2.000 per kilogram di tingkat petani. Begitu pula dengan brokoli yang turun dari Rp 15.000 menjadi Rp 9.000 per kilogram.

“Susah semua. Cari rezeki semua tanaman harganya ambles. Seperti tomat, tinggal Rp2.000. Biayanya tanaman saja mahal, pupuk obat mahal, dan tanaman lainnya harganya tidak ada yang naik,” ungkap Suwarno, salah seorang petani di Singolangu, Senin (29/07/2024).

Semetara itu, anjloknya harga sayuran ini diduga akibat kelebihan pasokan di pasaran. Banyaknya petani yang panen secara bersamaan menyebabkan stok sayuran melimpah. Selain itu, masuknya sayuran dari daerah lain juga turut menekan harga di pasaran.

“Jadi ya pada sambat semua. Sekarang kan waktunya panen, barang sayuran melimpah jadinya harga turun, pedagang sepi,” ungkap Jumari, seorang pedagang sayuran di pasar.

Lebih lanjut, para petani dan pedagang berharap Pemerintah daerah dapat mencarikan solusi untuk mengatasi permasalahan ini, sehingga harga sayuran dapat segera membaik agar mereka bisa kembali berproduksi dengan normal. mg-01/dsy

Berita Terbaru

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Komnas HAM: Penganiaya YTR Sangat Keji

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Komnas HAM Anis Hidayah turut buka suara terkait kasus Taufik Hidayat (30) diduga menganiaya dan menyekap wanita inisial YTR…

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Taufik Akui Siksa YTR Selama 1,5 Tahun

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menurut polisi, Taufik mengaku menyiksa YTR selama 1,5 tahun. Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Polisi Hendra Rochmawan,…

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Jadikan PDIP Sebagai Oposisi

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:29 WIB

by Adi Prayitno Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya menilai alasan pertama berkaitan dengan PDIP kalah di…

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Minta Kekasihnya Dihukum Berat

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Akhirnya, YTR (29) korban penganiayaan dan penyekapan Taufik Hidayat selama 3 tahun, buka suara. YTR (Yuvita Tri Rezeki),…

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Anak Aktor Ari Wibowo, Ingin Sekolah Teologi

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Aktor Ari Wibowo, mengijinkan putra bungsunya,Kenzo Wibowo, pilih karir. Kenzo, baru saja menyelesaikan pendidikan sekolah…

Luhut Promosikan Family Office

Luhut Promosikan Family Office

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

Kamis, 25 Jun 2026 17:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan soal pentingnya pembentukan family office. Menurutnya,…