Masuki Panen Raya, Petani Tembakau di Probolinggo Ketar-ketir Cuaca Ekstrem

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Salah satu petani ,tembakau di Probolinggo, Jawa Timur saat panen serentak. SP/ PRB
Ilustrasi. Salah satu petani ,tembakau di Probolinggo, Jawa Timur saat panen serentak. SP/ PRB

i

SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Memasuki masa panen raya tembakau di wilayah Probolinggo, Jawa Timur nampaknya disambut antusias sekaligus cemas (ketar-ketir) oleh sejumlah petani. Pasalnya adanya perubahan cuaca yang ekstrem akhir-akhir ini bisa menurunkan kualitas hasil tembakau hingga gagal panen.

Mengantisipasi hal itu, sejumlah petani pun memiliki inovasi lahan tadah hujan, biasanya tanam pada April dan mulai panen awal Juli. Sedangkan untuk lahan teknis persawahan, petani tembakau mulai panen di akhir Juli hingga Agustus 2024 ini.

“Karena saya tanam Mei kemarin. Jadi baru besok panen perdana Agustus ini,” ujar Sulton Agus Salim, satu petani tembakau Desa Pejagan, Kecamatan Jambesari Darusholah, Kamis (01/08/2024).

Namun ia tetap waspada adanya potensi perubahan iklim pada Agustus 2024 ini. Mengingat pada 2015 dan 2020 lalu. Saat itu, harga jual tembakau kasturi anjlok, hanya sebesar Rp 4.000 sampai Rp 7.000 per kilogram.

“Tembakau saat itu nggak ada harganya. Karena kalau waktu panen justru mendung atau bahkan hujan, kualitas tembakau turun dan harga jual bisa anjlok,” paparnya.

Pada 2015, kualitas tembakau merosot disebabkan paparan abu vulkanis erupsi Gunung Raung. Sedangkan tahun 2020 itu karena hujan deras di saat masuk waktu panen tembakau.

Meski demikian, di tahun 2023 lalu, kualitas tembakau yang dihasilkan petani Bondowoso dikategorikan super. Sehingga harganya bisa tinggi. Bahkan sempat sempat tembus Rp 70 ribu per kilogram di tahun 2023.

“Semakin terik, semakin bagus ke tembakau. Kami harap harga tembakau bisa tembus seperti tahun lalu. Untuk kasturi sempat tembus Rp 70 ribu per kilogram. Kami untung 100 persen, sebab biaya produksi per kilogram tembakau kering sekitar Rp 35 ribu per kilogram,” terangnya. pr-01/dsy

Berita Terbaru

Pemkab Trenggalek Komitmen Siapkan Alih Fungsi Terminal Durenan Jadi Pusat Layanan Publik

Pemkab Trenggalek Komitmen Siapkan Alih Fungsi Terminal Durenan Jadi Pusat Layanan Publik

Jumat, 06 Feb 2026 11:00 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 11:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Menyusul menurunnya aktivitas angkutan umum di Terminal Tipe C Durenan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah…

Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total

Jembatan Bailey di Ponorogo Ambrol Tergerus Aliran Sungai, Akses Antardesa Terputus Total

Jumat, 06 Feb 2026 10:51 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Diterjang hujan deras yang mengakibatkan aliran sungai juga ikut deras dan meluap mengakibatkan Jembatan Bailey Depok di Dukuh…

Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Dinkes Ponorogo Klaim Zero Pasung, Ribuan Warga Ponorogo Idap Skizofrenia Dapat Layanan Kesehatan Rutin

Jumat, 06 Feb 2026 10:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti viralnya masalah skizofrenia atau gangguan jiwa berat, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ponorogo telah…

BBW Surabaya 2026 Dorong Pengunjung Berbagi Memori di Pekan Terakhir Acara

BBW Surabaya 2026 Dorong Pengunjung Berbagi Memori di Pekan Terakhir Acara

Jumat, 06 Feb 2026 10:36 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:36 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Big Bad Wolf Books (BBW) Surabaya 2026 memasuki pekan terakhir penyelenggaraannya. Digelar sejak 29 Januari 2026 di Convention Hall T…

Puluhan Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah, Didominasi Hamil Duluan

Puluhan Remaja di Ponorogo Ajukan Dispensasi Nikah, Didominasi Hamil Duluan

Jumat, 06 Feb 2026 10:21 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 10:21 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Sepanjang tahun 2025, Pengadilan Agama (PA) Kelas I-A Ponorogo mencatat sebanyak puluhan remaja di wilayahnya terpaksa menikah di…

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Dugaan Korupsi di Pajak dan BC Terlalu Banyak

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

Jumat, 06 Feb 2026 00:40 WIB

MAKI: Kebocoran Penerimaan Negara Akibat Tata Kelola Pajak yang Buruk Sudah Masuk Kategori Darurat Nasional            SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Masya…