DPRD Gresik Minta Dishub Tertibkan Truk Besar Masuk Kawasan Kota

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPRD Gresik Sementara Abdullah Hamdi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pos pantau milik Dinas Perhubungan di Jalan Veteran Gresik. SP/M Aidid
Ketua DPRD Gresik Sementara Abdullah Hamdi saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pos pantau milik Dinas Perhubungan di Jalan Veteran Gresik. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Semakin maraknya truk besar yang melintasi jalanan Kota Gresik terus menjadi perhatian kalangan DPRD Gresik. Ketua Sementara DPRD Gresik Abdullah Hamdi melakukan inspeksi mendadak (sidak) pos pantau yang dimiliki dinas perhubungan. Hasilnya, ternyata pos tersebut tidak pernah difungsikan sejak dibangun beberapa tahun lalu.

"Ternyata Dishub Gresik memiliki dua pos pantau di Jalan Veteran dan Jalan Wahidin Sudirohusodo," ujar Ketua Sementara DPRD Gresik Abdullah Hamdi.

Pantauan di lapangan, tidak terlihat petugas Dishub yang menempati pos tersebut. Kondisinya kini mulai terjadi vandalisme.

"Kayaknya tidak difungsikan pos ini. Padahal bangunan pos masih sangat bagus," ungkapnya.

Dikatakan, keberadaan pos ini sebenarnya sangat efektif untuk memastikan tidak ada truk besar yang melintas di jalanan Kota Gresik.

"Saya belum tahu alasan Dishub tidak memfungsikan pos ini. Padahal lokasi sudah pas untuk menghalau truk yang akan melintas di jalanan kota," tandasnya.

Menurut dia, seharusnya Dishub bisa menempatkan petugas di setiap pos pantau dengan sistem shift. 

"Jadi kalau ada truk yang akan melintas bisa dihentikan dan diminta putar balik," kata dia.

Pihaknya memberikan saran agar setiap lokasi titik kemacetan dipasang CCTV. Sehingga, saat macet terjadi bisa terpantau dan petugas bisa cepat diterjunkan untuk melakukan pengaturan.

"Jadi selain membangun pos pantau, bisa dipasang CCTV. Bukan hanya di jalanan masuk kota. Tapi juga seluruh lokasi rawan kemacetan. Agar bisa memberikan respon cepat saat kemacetan," tegasnya.

Sebelumnya, maraknya truk yang melintasi jalan di tengah Kota Gresik dikeluhkan masyarakat. Pasalnya, hal ini membuat kondisi jalan menjadi macet.

Pantauan di lapangan, beberapa kali terlihat truk-truk besar nekat melintasi Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan RA Kartini hingga Jalan Veteran.

Padahal, ketiga jalan tersebut telah ditetapkan menjadi Kawasan Tertib Lalu Lintas (KTL) sesuai Peraturan Bupati (Perbup) Gresik Nomor 5 Tahun 2011.

"Kenapa sekarang banyak truk besar yang melintas. Ini kan berbahaya dan bikin macet. Apalagi di perempatan Kebomas," ujar Umi, salah satu pengendara yang melintas di Jalan RA Kartini.

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Gresik Khusaini mengatakan seharusnya truk tidak boleh melintas di jalan yang ditetapkan sebagai kawasan tertib lalu lintas.

"Seperti Jalan Wahidin Sudirohusodo, Jalan RA Kartini dan Jalan Veteran," ujarnya.

Ia menjelaskan, truk yang berasal dari Surabaya menuju Kecamatan Manyar, harus melewati Jalan Mayjend Sungkono, depan Masjid Agung dan naik Tol di barat Pemkab Gresik.

"Sedangkan yang mau ke arah pelabuhan bisa lewat Jalan Darmo Sugondo," tandasnya.

Ia menambahkan, jajarannya selama ini telah rutin melakukan patroli dua kali sehari.

"Yakni, pukul 09.00 WIB sampai Pukul 11.00 WIB dan pukul 11.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB," terangnya.

Pihaknya meminta kepada sopir truk agar taat pada aturan yang berlaku sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan keamanan pengendara yang lain. 

Berita Terbaru

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

KPK Kembangkan Kasus Maidi ke TPPU, Menantu hingga Sejumlah Pihak Swasta Diperiksa

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 20:15 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Kasus dugaan korupsi yang menjerat Walikota Madiun nonaktif, Maidi kini memasuki babak baru. Komisi Pemberantasan Korupsi mulai men…

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Menantu Maidi Diperiksa 2,5 Jam, KPK Dalami Hubungan Keluarga dalam Pengembangan Kasus TPPU

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 18:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun – Menantu Wali Kota Madiun nonaktif Maidi, Suliyati Dwi Safitri, diperiksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama sekitar 2…

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Patuhi Larangan ODL, Siswa SMPN 2 Tanggulangin Belajar Batik Tulis Khas Sidoarjo

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 16:57 WIB

SURABAYAOAGI.com, Sidoarjo - Pagi itu bak pengerajin batik yang sudah profesional para siswa siswi kelas SMPN 2 Tanggulangin Sidoarjo serempak menggelar…

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Lewat Jaminan Sosial, Pemkab Lumajang Lindungi 15.188 Pekerja Rentan

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Melalui jaminan sosial berupa kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, melindungi sebanyak 15.188…

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Sekolah Nasional Terintegrasi, Langkah Terencana Akses Pendidikan Berkualitas di Situbondo

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 15:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan berkualitas, dan dukungan dari berbagai pihak, diantaranya menghadirkan…

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Pemkot Batu Siapkan Insentif bagi Pelaku Usaha, Perkuat Iklim Investasi Berkualitas

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

Rabu, 23 Sep 2026 14:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Guna memperkuat iklim investasi sekaligus memastikan modal yang masuk memberikan dampak yang lebih luas bagi perekonomian dan…