Kasih Karunia

Bandar Judi itu Tamak!

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Saat ini soal judi kasino di Surabaya barat ramai di media. Sebagai umat Kristiani, saya teringat Alkitab memang tidak secara langsung menyebut soal judi. Namun, beberapa ayat di dalamnya bisa membantu saya tahu pandangan Allah tentang judi.

Diakui, judi adalah memenangkan uang orang lain. Ini bertentangan dengan peringatan Alkitab untuk menghindari ”setiap jenis keinginan akan milik orang lain”, atau ketamakan. (Lukas 12:15) Jadi orang yang berjudi sebenarnya adalah orang yang tamak. Ada tanda bandar judi tamak. Contoh, di tempat-tempat judi menjanjikan hadiah yang sangat besar, tapi tidak memberitahukan betapa kecilnya peluang untuk menang.

Bandar judi tahu bahwa para pejudi yang ingin kaya akan mempertaruhkan banyak uang. Judi, terutama bandarnya, tidak membuatnya menghindari ketamakan, tapi justru membuat mereka ingin mendapat uang banyak dengan mudah dan cepat. Ini golongan orang tamak .

Didukung para pejudi yang punya sifat egois: Ketamakan bandar ingin menang besar di atas kekalahan orang lain. Alkitab menasihati kita untuk ”tidak mencari keuntungan bagi diri sendiri, melainkan bagi orang lain”. (1 Korintus 10:24) .

Maka itu, salah satu dari Sepuluh Perintah berbunyi, ”Jangan mengingini . . . apa pun milik sesamamu.” (Keluaran 20:17) .

Seorang pejudi yang sangat ingin menang sebenarnya berharap orang lain kalah dan kehilangan uang.

Ada kisah, setelah prajurit memakukan [Yesus] di kayu salib, para prajurit bertaruh untuk pakaian-Nya dengan melempar dadu. Kemudian mereka duduk di sekitarnya dan menjaga-Nya saat Ia tergantung di sana.

Sementara orang-orang Yahudi tetap berada di lokasi untuk menyaksikan Yesus mati. Dan para prajurit Romawi menyempatkan diri untuk berjudi memperebutkan pakaian-Nya. Mereka mungkin membagi sandal, ikat pinggang, jubah luar, dan penutup kepala Yesus di antara mereka berempat. Namun, jubah tanpa jahitan itulah yang tidak ingin mereka sobek, jadi mereka membuang undi untuk mendapatkannya.

Ketika orang Romawi menyalibkan seseorang, para prajurit yang melaksanakan eksekusi biasanya memiliki hak atas pakaiannya. Dalam kasus Yesus, para prajurit melempar undi untuk menentukan bagaimana membagi pakaian Tuhan kita (Yohanes 19:23). Yohanes memberi tahu kita bahwa tindakan ini menggenapi nubuat, khususnya Mazmur 22:18 (Yohanes 19:24).

Salah satu ayat yang sering dirujuk adalah 1 Timotius 6:10, yang menyatakan, "Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang."

Ayat ini sering digunakan untuk memperingatkan agar tidak mengejar kekayaan melalui kegiatan seperti perjudian, yang motivasi utamanya adalah keuntungan finansial.

Perjudian secara langsung mengundang ketamakan dan keserakahan “yang merupakan penyembahan berhala” menurut Rasul Paulus (Kolose 3:5).

Jadi, perjudian melanggar perintah ke-1, ke-2, ke-8 dan ke-10. Perjudian mendahulukan keinginan pribadi daripada Tuhan. Yesus memperingatkan: “kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon” (Matius 6:24).

Memang, di beberapa negeri, judi resmi menghasilkan dana yang digunakan untuk biaya pendidikan, kemajuan ekonomi, dan program pemerintah lainnya. Meski begitu, sumber dana tersebut tetaplah kegiatan yang jelas-jelas membuat orang jadi tamak dan egois, serta ingin kaya tanpa upaya. Anda masih mau berjudi? Bertobatlah! (Maria Sari)

Berita Terbaru

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Diduga Tersengat Listrik, Pekerja di Kebonsari Madiun Tewas Saat Perbaiki Instalasi

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 21:51 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun — Seorang pekerja bernama Wawan Frenki Cahyono (50), warga Desa Balerejo, Kecamatan Kebonsari, Kabupaten Madiun, meninggal dunia didu…

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Gubernur Khofifah: Hari Otonomi Daerah 2026 Momentum Perkuat Sinergi Wujudkan Asta Cita

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 16:22 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXX Tahun 2026 harus dimaknai sebagai m…

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Adanya laporan keracunan makanan, Pemkot Kediri lakukan Investigasi

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 13:00 WIB

SURABAYAPAGI-KEDIRI :  Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur melakukan investigasi terkait dengan laporan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di …

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

"The Future of Influence" diluncurkan Vero and Magnifique

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 12:50 WIB

SURABAYAPAGI-JAKARTA :  Vero, salah satu agensi komunikasi independen terkemuka di Asia Tenggara, bersama Magnifique, agensi 360 communications di Indonesia, …

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

KAI Daop 7 Madiun Rutin Lakukan Pengecekan Sarana dan Prasarana dengan Lori Dresin

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar -  Daop 7 Madiun melaksanakan kegiatan Tilik Lintas melalui perjalanan lori dresin pada petak jalan antara Stasiun Kertosono hingga …

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Mbak Wali Tindak Cepat Kasus Dugaan Keracunan MBG, 73 Siswa Terdampak Kini Membaik

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

Sabtu, 25 Apr 2026 10:02 WIB

SURABAYAPAGI.com, - Pemerintah Kota Kediri bergerak cepat menindaklanjuti kasus dugaan keracunan yang dialami sejumlah siswa usai mengonsumsi makanan dalam…