SURABAYAPAGI.com, Madiun - Maraknya bencana kebakaran, membuat Damkar Kota Madiun menggelar simulasi penanganan kebakaran untuk meningkatkan kesiapsiagaan para personel serta menguatkan sinergi antar petugas gabungan ketika terjadi bencana kebakaran. Yakni, bersama Petugas Satpol PP, BPBD, PMI, dan Linmas.
Untuk mendukung penanganan kebakaran, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun memiliki sarpras sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran, termasuk dua diantaranya merupakan mobil suplai air.
"Kebakaran itu bencana yang tidak bisa kita prediksi terjadinya kapan dan di mana. Maka, pemerintah hadir untuk membekali masyarakat agar tanggap bencana," ujar Pj Wali Kota Madiun Eddy Supriyanto, Senin (28/10/2024).
Tak hanya untuk menguatkan kesiapan partisipasi para petugas, namun juga untuk menguatkan kesiapan para relawan yang diberi edukasi perihal deteksi dini dan cara penanganan, khususnya terhadap potensi bencana kebakaran di kawasan rumah.
"Maka digelar simulasi, agar petugas damkar dan relawan bisa saling kerja sama dan bersinergi, sehingga penanganan maksimal," jelasnya.
Lebih lanjut, Pj wali kota berharap, keberadaan relawan pemadam kebakaran mampu menjadi kepanjangan tangan pemerintah untuk memberikan edukasi terkait penanganan kebakaran ke masyarakat di lingkungannya.
"Petugas pemadam terbatas jumlahnya, harapannya dengan pelatihan relawan ini bisa mengedukasi masyarakat di lingkungan dan menjadi garda terdepan dalam penanggulangan kebakaran," katanya.
Diketahui berdasarkan data Satpol PP dan Damkar Kota Madiun mencatat selama Januari hingga Oktober 2024 terdapat sebanyak 80 kejadian kebakaran di wilayah Kota Madiun. Terinci, 35 kasus merupakan kebakaran lahan, sedangkan sisanya bangunan. md-01/dsy
Editor : Desy Ayu