Kerap Timbulkan Kecelakaan, Komisi C DPRD Surabaya Minta Jalan Mayjen Yono Suwoyo Segera Diperbaiki

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI, Surabaya - Rusaknya Jalan Mayjen Yono Suwoyo kerap dikeluhkan warga tak jarang jalan yang dikenal sebagai Jalan Bukit Darmo Boulevard itu menelan korban kecelakaan terutama bagi pendara motor. 


Menanggapi keluhan warga Komisi C mengadakan rapat koordinasi untuk membahas masalah ini, dengan mengundang berbagai pihak terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Bagian Hukum Pemkot Surabaya, serta mengudang perwakilan dari sejumlah developer, antara lain PT Pakuwon, Darmo Permai, SAS, Intiland, dan BDG.


Anggota Komisi C DPRD Surabaya, Josiah Michael mengatakan Jalan Mayjen Yono Suwoyo tersebut merupakan fasilitas umum (fasum) yang masih berada di bawah penguasaan para developer.


"Rusaknya jalan Yono Suwoyo ini sudah memprihatinkan dan menyebabkan banyak kecelakaan. Saya sendiri pernah menyaksikan beberapa kejadian, terutama yang melibatkan pengendara motor," ungkap Josiah.


"Bahkan, beberapa tahun lalu pernah ada kecelakaan besar hingga mobil melayang dan menyebabkan penumpang meninggal dunia," tambahnya.


Sesuai resume rapat, kata Joshiah, Jalan rusak yang membentang dari kawasan Pakuwon Trade Center (PTC) hingga National Hospital di Jalan Babatan UNESA ini masuk dalam lingkup perumahan Graha Family dan menjadi tanggung jawab developer.


Dalam rapat, Komisi C menegaskan bahwa developer, khususnya PT Grande Family View (bagian dari Intiland), wajib memperbaiki kondisi jalan ini hingga aman dan layak pakai di bawah koordinasi dinas terkait.


Komisi C meminta PT Darmo Permai untuk segera melakukan survei bersama dinas terkait atas kerusakan yang disebabkan oleh pemasangan box culvert yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Setelah survei, developer tersebut diharapkan dapat segera melakukan perbaikan sesuai temuan di lapangan.


Josiah juga menyoroti masalah keamanan di sekitar Sekolah Kristen Petra, di mana kerap terjadi kecelakaan karena kondisi jalan yang rusak. Untuk mengatasi hal ini, Komisi C meminta PT Grande Family View dan PT Pakuwon Darma untuk memasang pavement crossing traffic light (PCTL) guna meningkatkan keselamatan. Pemasangan PCTL ini akan dilakukan setelah survei terlebih dahulu oleh Dinas Perhubungan, tuturnya.


"Para developer harus patuh dan segera memperbaiki jalan tersebut. Sudah banyak masyarakat yang menjadi korban. Jadi ketika mencari keuntungan di kota Surabaya, jangan sampai ada warga kota yang menjadi korban atas kelalaian mereka. Kami dari Komisi C akan terus memantau proses demi proses, jadi kita akan berikan timeline yang jelas baik untuk pembenahan maupun serah terima," terang Josiah


Selain perbaikan fisik jalan, Komisi C juga membahas penyerahan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) terkait perumahan di bawah PT Darmo Permai. 


"Penyelesaian ini akan berlandaskan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) perumahan sebagai dasar perhitungan kompensasi. Komisi C akan mengundang PT Darmo Permai dan dinas terkait untuk merampungkan administrasi dan dokumen yang lengkap dari kedua belah pihak," kata Josiah 


Sebagai tindak lanjut dari rapat ini, lanjut Josiah, Dinas terkait diberi waktu tiga hari kalender untuk melakukan survei atas kerusakan jalan, serta keamanan dan kebutuhan pemasangan PCTL di kawasan tersebut. Setelah survei selesai, perbaikan jalan oleh pihak developer atau Pemkot Surabaya harus dimulai maksimal.


"Rapat ini diharapkan menjadi titik awal untuk mempercepat perbaikan jalan di kawasan Mayjen Yono Suwoyo, agar keselamatan warga dapat terjamin dan potensi kecelakaan akibat kerusakan jalan dapat diminimalisir," teranya.


Dan Josiah juga menegaska pihaknya mau dinas-dinas sekarang dalam bekerja memiliki timeline yang jelas, kita tidak mau lagi hanya dibiarkan menggelinding. "Dalam menangani permaslaahan ini. Tadi di komisi sudah diberi waktu, 3 hari dari dinas untuk survey dan 30 hari untuk developer untuk segera mengkesekusi," tegasnya.

 


"Khusus untuk serah terima fasum PT. Darmo Permai, rapat akan dijadwalkan ulang dan memerintahkan kepada dinas dan pihak terkait untuk membawa semua berkas untuk kami periksa, harapan kami sebelum akhir tahun sudah bisa diproses untuk serah terima fasumnya, jika masih mbulet aja ya kita akan minta developer untuk di black list oleh pemkot supaya warga bisa melakukan serah terima sendiri fasumnya ke pemkot," imbuhnya. Alq

Berita Terbaru

Silpa Rp154 Miliar, Pemkot Madiun Diminta Benahi Perencanaan Anggaran

Silpa Rp154 Miliar, Pemkot Madiun Diminta Benahi Perencanaan Anggaran

Selasa, 30 Jun 2026 07:54 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 07:54 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun –Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa) Tahun 2025 yang menembus Rp154 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Besarnya dana Sil…

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

30 Penyedia Mamin Melakukan Penandatangan Kontrak Payung Harga Konsolidasi

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

Selasa, 30 Jun 2026 06:11 WIB

  SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 30 penyedia makan minum melakukan penandatanganan kontrak payung harga konsolidasi bersama Pemerintah Kota …

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Prabowo, Terbuka Masukan Lewat TikTok

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:38 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Presiden Prabowo Subianto menegaskan terbuka dengan masukan apa pun, termasuk dari anak-anak di desa. Bahkan, yang disampaikan…

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Jokowi Injak Kepala Kerbau, Tokoh PDIP Malah Remehkan

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:35 WIB

Jokowi, hanya tengah menunjukkan ambisi kekuasaan tanpa batas." Guntur RomliJuru Bicara PDIP SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejadian kepala kerbau diinjak…

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Pendukung Eks Bupati Pati, Tarik Seragam Petugas KPK

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang dugaan korupsi yang menjerat eks Bupati Pati, Sudewo, di Pengadilan Tipikor Semarang berakhir ricuh. Ini usai majelis hakim…

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

PB IDI "Kejar" Menkes yang Tebar Kesenjangan Gaji Dokter

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

Senin, 29 Jun 2026 20:28 WIB

"Memang teman-teman variasi besaran penghasilan berbeda, dan jauh sekali. Saya nggak enak menyampaikan di Jakarta, ada yang dapatnya, orderan sebulan…