Tekanan Publik Dorong Miftah, Undur Diri

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Sejak Jumat, Gus Miftah, tak berhenti jadi sorotan tajam. Akhirnya, Miftah mengundang wartawan di kawasan Pondok Pesantren Ora Aji yang ia asuh di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (6/12/2024) siang.

"Hari ini (Jumat siang, red) dengan segala kerendahan hati dan ketulusan dan dengan penuh kesadaran, saya ingin sampaikan sebuah keputusan yang telah saya renungkan dengan sangat mendalam... Saya memutuskan untuk mengundurkan diri dari tugas saya sebagai Utusan Khusus Presiden Kerukunan Beragama dan Pembinaan Sarana Keagamaan," ujar Miftah dalam konferensi pers tersebut.

"Keputusan ini saya ambil bukan karena ditekan oleh siapa pun, bukan karena permintaan siapa pun. Tetapi keputusan ini saya ambil karena rasa cinta hormat dan tanggung jawab saya yang mendalam terhadap Bapak Presiden Prabowo Subianto serta seluruh masyarakat," imbuhnya.

Suka atau tidak, usai menghina penjual es teh tekanan publik tak henti hentinya. Selain nitizen juga PM Malaysia Anwar Ibrahiim . Perbuatannya terjadi, saat ia mengisi pengajian di Magelang, beredar viral., ada netizen yang membongkar jejak digital yang mengungkap karakter aslinya. 

Gerindra telah meminta pemerintah untuk mengevaluasi kinerja Utusan khusus Presiden.

Maklum, pendakwah Gus Miftah ramai dihujat di media sosial gara-gara omongannya yang dianggap merendahkan seorang penjual es teh. 

Ini terjadi saat Gus Miftah mengisi ceramah di acara salawatan di Lapangan Drh Soepardi, Sawitan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (20/11/2024).

"Es tehmu jik okeh ra? Masih, yo kono didol Goblok! (Es teh kamu masih banyak atau tidak? Masih, ya sana dijual. Goblok)," kata Gus Miftah dari atas panggung yang membuat para jemaah tertawa.

Perkataan Gus Miftah ini dinilai kasar dan tidak menghargai seorang penjual es teh. Dari situ muncul berbagai macam kritik dan hujatan kepada pengasuh Pondok Pesantren Ora Aji, Yogyakarta, ini.

Dikutip dari akun suara.con, Gus Miftah dikenal sebagai seorang pendakwah. Namanya menjadi populer karena berhasil membimbing Deddy Corbuzier menjadi mualaf. 

Kini, muncul lagi sebuah video lama saat ia berceramah di sebuah acara pagelaran wayang kulit dengan dalang Ki Warseno, beberapa tahun lalu. Istimewanya, penyanyi sinden di pertunjukan wayang itu adalah seniman senior asal Yogyakarta, Yati Pesek.

Dalam video itu, di depan para penonton, Miftah berbincang dengan aktris senior itu, dengan niat untuk hiburan setelah Yati Pesek menyanyikan tembang Jawa, ‘Bajing Loncat’. Alih-alih melucu, kalimat Miftah justru merendahkan dan menghina Yati Pesek.

Usai Yati Pesek menyanyikan lagu itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Kerukunan Agama itu menanggapi aktris berusia 72 tahun itu.

“Niki wau lagune Bajing Loncat. Bajingane kulo ajak munggah (Tadi lagunya Bajing Loncat. Bedebahnya saya ajak naik),” kata Miftah. Terlihat wajah Yati Pesek kaget dan tak nyaman. Ia kemudian berusaha membalas,

“Saiki sampeyan arepa enom dadi guruku lho (sekarang kamu meskipun muda jadi guruku lho),” balas Yati.

Bukannya menyadari kalimatnya sudah menyakiti lawan bicaranya, Miftah Maulana makin menjadi-jadi saat merendahkan Yati Pesek. Ia mengeluarkan kalimat candaan yang sangat tak pantas.

“Kulo niki bersyukur Bude Yati elek. Nek ayu dadi lonte, to? (Saya bersyukur Bude Yati jelek. Kalau ayu jadi pelacur kan?)” ucapnya.

Yati Pesek langsung terdiam. Ia tak menyangka Miftah akan menghinanya seperti itu. Ia pun menyayangkan ucapan Miftah.

“Saiki kok dadi suarane koyo ngono. Oh untung Gus, saiki sampeyan ora dadi ustad, ora kiai. (Sekarang kok ngomongnya kayak gitu. Oh untung Gus, sekarang di sini kamu bukan ustad, bukan kiai),” kata Yati.

 

***

 

Sehari-harinya, pria bernama asli Miftah Maulana Habiburrahman itu adalah pengasuh

pondok pesantren Ora Aji di Yogyakarta. 

Tidak seperti pendakwah pada umumnya, Gus Miftah menyampaikan ceramah di tempat-tempat tidak lazim seperti di klub malam dan di lokalisasi. 

Dilihat dari silsilah keluarganya, Gus Miftah mengklaim adalah keturunan kesembilan dari Kiai Muhammad Besari dari Ponorogo, Jawa Timur. 

"Ayah saya Muhammad Murodi punya bapak Kiai Muhammad Usman, punya bapak Kiai Muhammad Boniran, punya bapak Kiai Jalal Iman, punya bapak Kiai Karyonawi, punya ibu Nyai Madaru, punya bapak Kiai Ilyas, punya bapak Kiai Muhammad Besari. Dihitung berarti saya nomor 9 dari Mbah Muhammad Besari," ujar Gus Miftah. 

Menurut Gus Miftah, Muhammad Besari punya bapak namanya Kiai Anom Besari makamnya di Caruban. Kiai Anom punya bapak namanya Abdullah Mursad, makamnya di Kediri. Abdullah Mursad punya bapak namanya Pangeran Demang II.

"Pangeran Demang II punya bapak namanya Pangeran Demang I, punya bapak namanya Susuhunan Wirasmoro, punya bapak namanya Panembahan Praworo, punya bapak namanya Sultan Trenggono, punya bapak namanya Raden Fatah, punya bapak namanya Prabu Brawijaya. Kalau diurutkan, Miftah keturunan 18 dari Prabu Brawijaya," kata dia lagi.

Klaim Gus Miftah ini dibenarkan oleh Mbah Tjuk, salah satu keturunan dari Kiai Muhammad Besari. Menurut dia, ayah Gus Miftah bernama Kiai Muroddi adalah asli dari Bentengan Mojorejo, Tegalsari. Ibunya dari Sukorejo. 

Mbah Tjuk mengatakan pernah ngobrol dengan guru Gus Miftah yaitu Mubarok di Lampung dan Muroddi, yang bernama kecil Turut. 

Ia mengatakan, silsilah Gus Miftah menurut Kiai Mubarok dan Pak Murodi dari Mbah Ilyas. Tapi Mbah Ilyas kalau di catatan silsilah tidak ada.

"Tapi saya meneliti silsilah memang banyak yang tercecer. Menurut Pak Mubarok dan Kiai Murodi, yang mbahnya dari Tegalsari itu putra dari Mbah Ilyas, istri dari Mbah Madaru. Mbah Madaru itu kalau saya melihat dari cerita babad Ponorogo, masih keturunan Patih Senoaji. Dari keluarga Gus Miftah karena sudah penelusuran dari keluarga, Gus Miftah turunan kedelapan dari sini," tutur Mbah Tjuk dikutip dari Youtube Purbo Sasongko.  

Silsilah Gus Miftah ini sempat dipersoalkan sejumlah pihak. Gus Najih, putra dari Mbah Maimun Zubair, mengatakan, Gus Miftah bukanlah anak seorang kiai sehingga tidak pantas menyandang gelar Gus. Lho, kok berani mengklaim Gus Miftah?

 

***

 

Minggu ini, Partai Gerindra, melalui akun Instagram resminya, menyatakan bahwa tindakan Miftah tidak sejalan dengan ajaran Presiden RI sekaligus Ketua Umum Gerindra, Prabowo Subianto.

Lalu, bagaimana nasib karier politik Gus Miftah, atau Miftah Maulana Habiburrahman, setelah polemik video pernyataannya yang dianggap menghina seorang penjual es teh viral di media sosial?

Catatan jurnalistiik saya mencatst pendakwah Miftah Maulana Habiburrahman yang akrab disapa Gus Miftah itu menyebut sejarah pemimpin besar di Indonesia dikawal oleh wali dan kiai.

"Joko Tingkir jadi Sultan Hadiwijaya berhasil karena dikawal Sunan Kalijaga, Raden Patah dikawal Walisongo, termasuk pak Jokowi dikawal oleh kiai-kiai," katanya saat mengunjungi Wali Kota Surakarta Gibran Rakabuming Raka di Balai Kota Surakarta, Jawa Tengah, Rabu.

Oleh karena itu, ia mengaku tidak setuju dengan ungkapan agar kiai tidak perlu berurusan dengan politik.

Kita tunggu evaluasi terhadap pendakwah yang  banyak mengeluarkan kalimat kurang pantas. Baik dari Gerindra atau pemerintahan Prabowo. ([email protected])

Berita Terbaru

Lewat Program ‘Kelurahan Bersinar’, Pemkot Madiun Perkuat Pencegahan Narkoba

Lewat Program ‘Kelurahan Bersinar’, Pemkot Madiun Perkuat Pencegahan Narkoba

Selasa, 01 Sep 2026 15:28 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:28 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Menindaklanjuti peredaran narkotika dinilai telah merambah hingga ke wilayah pinggiran, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun memperkuat…

Darurat Kekeringan, BPBD Malang Mulai Distribusikan 824 Ribu Liter Air Bersih

Darurat Kekeringan, BPBD Malang Mulai Distribusikan 824 Ribu Liter Air Bersih

Selasa, 01 Sep 2026 15:19 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Selama masa tanggap darurat bencana kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla), Badan Penanggulangan Bencana Daerah…

Terapkan Konsep Eco Office, DLH Malang Siap Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Terapkan Konsep Eco Office, DLH Malang Siap Perkuat Budaya Peduli Lingkungan

Selasa, 01 Sep 2026 15:09 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Malang - Guna membangun budaya kerja aparatur sipil negara yang lebih ramah dan peduli lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten…

Pemilik Arien Konveksi gelapkan dana investasi  Rp. 3Miliar dilaporkan ke Polda Jatim

Pemilik Arien Konveksi gelapkan dana investasi Rp. 3Miliar dilaporkan ke Polda Jatim

Selasa, 01 Sep 2026 15:00 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.COM –SURABAYA:  Alih-alih berdalih bangkrut namun yang ditampilkan oleh pemilik Arien Konveksi, Rina Kusumawati (RK) nampak mewah dan hedon. Senin …

Petani Magetan Beralih ke Palawija Imbas Waduk Gonggang Surut 7,5 Meter

Petani Magetan Beralih ke Palawija Imbas Waduk Gonggang Surut 7,5 Meter

Selasa, 01 Sep 2026 14:59 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Sejak Minggu (30/08/2026), muka air waduk tersebut telah turun sekitar 7,5 meter mengakibatkan sejumlah petani di Magetan, Jawa…

Tumpas Semeru 2026, Polres Blitar Kota Ungkap dan Tangkap 13 Tersangka Beserta Barang Bukti

Tumpas Semeru 2026, Polres Blitar Kota Ungkap dan Tangkap 13 Tersangka Beserta Barang Bukti

Selasa, 01 Sep 2026 14:44 WIB

Selasa, 01 Sep 2026 14:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Polres Blitar Kota, dalam pelaksanaan Operasi Tumpas Semeru 2026, berhasil menumpas peredaran Sabu sabu dan Obat obatan terlarang,…