Musim Penghujan, Petambak Lamongan Kesulitan Dapat Benih Ikan dari Pemasok

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi, Tambak ikan di Lamongan, Jawa Timur. SP/ LMG
Ilustrasi, Tambak ikan di Lamongan, Jawa Timur. SP/ LMG

i

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Para petani tambak baik nener maupun benur di Lamongan, baru-baru ini kesulitan untuk mendapatkan benih ikan karena ketersediaan dari pemasok masih terbatas saat memasuki musim penghujan. Kondisi itu membuat petani harus antre untuk mendapatkan benih ikan.

Pasalnya, tingginya permintaan benih ikan ini tidak sebanding dengan ketersediaan benih ikan dari pemasok yang masih terbatas. Saat antre tersebut pun, petambak tidak bisa langsung mendapatkan bibit atau benih ikan yang diinginkan karena harus menunggu lagi sekitar 1 minggu.

"Harus pesan untuk bisa mendapatkan benih ikan, itu pun tidak bisa langsung dapat benihnya. Nunggu selama lebih kurang satu minggu baru dapat benihnya, dapatnya sesuai dengan urutan antrean," kata petambak asal Kecamatan Glagah, Khoirul, Senin (09/12/2024).

Sementara itu, diketahui untuk jenis benih ikan yang diburu para petambak itu, kata Kadam, sebagian besar adalah nener dan benur udang vaname. Sehingga, banyak petambak yang was-was karena permintaan benih ikan meningkat, namun pasokan terbatas. 

"Untuk mendapatkannya, petambak harus rela antre hingga sepekan ke depan sejak hari pemesanan," jelas Kadam, petambak lainnya asal Kecamatan Deket

Sebagai informasi, harga bibit udang vaname saat ini cukup tinggi yaitu Rp 120 ribu per rean atau 5.500 ekor. Harga ini lumayan mahal, karena sebelum ada hujan harganya hanya berkisar antara Rp 80 ribu sampai Rp 90 ribu per rean. Namun begitu hujan terus mengguyur, harga bibit ikan ikut melonjak tinggi. Untuk benih nener saat ini sebesar Rp 150 ribu per rean. Harga ini akan sedikit turun saat tambak sudah sebagian besar terisi.

Sementara itu, menurut Rozi, penjual benih ikan di jalan Jaksa Agung Suprapto, berharap pengertian para petambak dengan kondisi kebutuhan benih di awal tebar ini. Apalagi ini baru masuk musim penghujan, para petambak sama-sama membutuhkan benih. " Yo pokoke sabar antre," pungkasnya. lm-01/dsy

Berita Terbaru

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

2 Korporasi Malaysia dan Singapura Tersangka Karhutla

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - 20 korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Dari daftar tersebut, empat di antaranya merupakan…

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Sepuluh Staf Terima Uang di Luar Gaji

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Pengakuan sepuluh staf bidang pertambangan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur yang menerima uang di luar gaji d…

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

ESDM JATIM DIDUGA TERIMA PUNGLI RP 687,5 JUTA

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur mendalami dugaan aliran dana pungutan liar (pungli) sebesar Rp 687,5 juta kepada mantan…

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jokowi Minggu Depan Siap Jadi Saksi Roy Suryo

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:13 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Saya sangat menghormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau memang diundang, ya saya Insya Allah akan hadir,” kata Jokowi k…

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Hashim Ingatkan Risiko Pelemahan Rupiah Jika Isu MSCI Tak Diselesaikan

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:11 WIB

SURABAYAPAGI.com - Ketua Dewan Penasihat Kadin Indonesia Hashim S. Djojohadikusumo mengingatkan potensi pelemahan nilai tukar rupiah akibat derasnya aliran…

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Beras Oplos Berulang, Amran Wanti-Wanti Risiko Pidana

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 03:09 WIB

SURABAYAPAGI.com - Menteri Pertanian/Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman akan menyebar surat edaran (SE) mengenai potensi sanksi pidana…