SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Baru-baru ini, wilayah lereng Gunung Wilis Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, diterjang bencana longsor yang mengakibatkan jalan yang biasa dilewati para peternak sapi perah di wilayah tersebut rusak dan tidak bisa akses seperti biasanya.
Alhasil, para peternak sapi perah yang menggantungkan hidupnya dari memerah susu, mengaku merugi hingga ratusan juta rupiah akibat jalan rusak tersebut. Bahkan, kerugian mencapai Rp 61 juta per bulan akibat biaya tambahan untuk penyewaan tempat penampungan susu dan tenaga kerja.
“Biaya untuk melangsir susu ini sekitar Rp 61 juta sebulan,” ujar Ketua KUD Tani Wilis, Suwarto di Tulungagung, Jumat (17/01/2025).
Pasalnya, jalan utama yang biasa digunakan untuk mengangkut susu langsung ke pabrik pengolahan di Pasuruan kini tak bisa dilalui truk besar. Sebagai solusi, KUD Tani Wilis menggunakan truk tangki kecil yang harus memutar lewat jalur alternatif dengan kondisi jalan kurang baik.
Susu dari truk kecil itu kemudian dipindahkan ke truk tangki besar di Desa Boro Kecamatan Kedungwaru, untuk melanjutkan perjalanan ke pabrik. Meski pemindahan susu ke tangki besar berisiko menurunkan kualitas, Suwarto mengaku sejauh ini belum ada pengiriman yang ditolak oleh pabrik.
“Alhamdulillah, belum ada susu yang ditolak,” katanya.
Upaya perbaikan jalan pun sudah diupayakan KUD Tani Wilis dengan mengalokasikan anggaran Rp 10 Juta hingga Rp 15 juta. Namun, biaya pengurukan diperkirakan mencapai Rp50 hingga Rp75 juta, sehingga rencana tersebut terpaksa ditunda.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Tulungagung, Dwi Hari, mengatakan perbaikan jalan tersebut direncanakan menggunakan anggaran Biaya Tak Terduga (BTT) dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Sedangkan untuk pengerjaan akan memanfaatkan bronjong dengan ketinggian antara 7-10 meter untuk menahan longsor. tl-02/dsy
Editor : Desy Ayu