SURABYAAPAGI.com, Bojonegoro - Musim panen padi, Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Cabang Bojonegoro, berupaya optimalkan pembelian gabah sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 6.500 dari para petani di Kabupaten Bojonegoro, Tuban dan Lamongan.
"Bulog Bojonegoro sudah mulai mengoptimalkan pembelian gabah HPP Rp 6.500 dari para petani di Bojonegoro, Lamongan dan Tuban," kata Pimpinan Cabang Bulog Cabang Bojonegoro Ferdian D. Atmaja, Rabu (12/02/2025).
Pasalnya, Kabupaten Bojonegoro mempunyai potensi besar di sektor pertanian. Yakni sebagai penghasil padi terbesar nomor tiga se-Jawa Timur setelah Kabupaten Lamongan dan Ngawi. Selain itu dari sisi luas baku sawah, Bojonegoro berada di posisi kedua se-Jawa Timur yaitu 83.197 hektar.
Lebih lanjut, penyerapan gabah HPP sudah dimulai Kamis lalu, namun saat ini harga gabah di wilayah Bulog Cabang Bojonegoro mayoritas masih di atas HPP antara Rp 6.700 sampai Rp 6.900 ditingkat petani, tapi ada pula tengkulak di Kabupaten Lamongan yang membeli gabah Rp 6.200.
"Berbagai upaya telah dilakukan dengan berkoordinasi dan mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat, kalau harga gabah HPP Rp 6.500," jelasnya.
Menurut Ferdian, strategi yang terapkan Bulog Bojonegoro mengkoordinasikan dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) agar menyampaikan langsung kepada para petani terkait harga gabah sesuai HPP.
Sekaligus menggandeng Babinsa maupun Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di setiap desa agar seluruh petani di daerah tersebut mengetahui gabah HPP Rp 6.500.
Dengan naiknya harga HPP juga peluang bagi Bulog untuk menyerap lebih banyak lagi hasil panen, utamanya dari komoditas gabah. Hal itu juga sekaligus menjaga harga panen para petani.
“Karena Bulog juga mempunyai target serapan setiap tahun. Sehingga peningkatan penyerapan bisa tercapai,” jelasnya.
Bulog juga akan membeli langsung gabah dari petani tanpa batas pengiriman dengan persyaratan membawa KTP. Hal terpenting lain adalah kualitas gabah diharapkan dalam kondisi yang terbaik.
"Bulog akan berupaya menambah mitra yang mempunyai pengering dan pengolahan, supaya kapasitas serapan gabah sesuai HPP bisa bertambah," katanya. bj-01/dsy
Editor : Desy Ayu