Aroma "Busuk" Lelang Bahan Kimia PDAM Lamongan Tercium, Penawar Terendah Malah Dikalahkan

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Perwakilan PT Multiusaha Baroka saat menyampaikan sanggahan ke Perumda Air Minum/PDAM Lamongan. SP/MUHAJIRIN
Perwakilan PT Multiusaha Baroka saat menyampaikan sanggahan ke Perumda Air Minum/PDAM Lamongan. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Aroma dugaan kongkalikong dan korupsi dalam pelelangan melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) di Lingkungan Pemkab Lamongan mulai terkuak. Terbaru PT Multiusaha Baroka sebagai satu dari sekian peserta yang ikut lelang bahan kimia di Perumda Air Minum/PDAM menjadi korban.

Perusahaan yang salah satunya bergerak dalam pengelolaan air ini, dinyatakan gagal sebagai pemenang tender, dalam proses lelang yang dilaksanakan mulai tanggal 21 Januari 2025, dan berakhir pada 7 Februari 2025, dengan pemenang CV Nabilah Artha Jaya.

Sueb Afif, Head Marketing PT Multiusaha Baroka kepada surabayapagi.com pada Jum'at (14/2/2025) mengatakan, dalam pengumuman penetapan pemenang lelang 602.1/09/POKMIL.01/413.502/I/2025, dirasa cukup janggal tidak mendasar sama sekali, karena yang diumumkan sebagai pemenang pengadaan bahan kimia Permuda Air Minum/PDAM kode rekening 31.06.00, dengan Pagu Anggaran :Rp. 5.286.002.020,00; Harga Perkiraan Sendiri: Rp. 2.564.491.250.00, bukan perusahaan nya melainkan CV. Nabilah Artha Jaya.

Meskipun lanjut Afif panggilan akrabnya mereka menawar Rp. 2.349.406.713,75, itu masih kalah rendah dari perusahaan nya
dengan nilai Rp. 1.958.175.000.

"Dokumen administrasi sudah kami lengkapi semua, tapi aneh yang menang bukan perusahaan kami melainkan kompetitor lainnya yang hanya sebagai supplier bukan produksi," bebernya.

Karena ketidakberesan itu, pihaknya resmi tertanggal 14 Februari 2025, telah melayangkan sanggahan atas peristiwa lelang ini, dengan mencantumkan kronologis yang dilengkapi dengan bukti dan dokumen. "Ini lelang tidak fair, karena kami sudah melengkapi beberapa dokumen sebagai syarat dan teryata perusahan kami kalah dengan CV dengan nilai tawarnya lebih tinggi dari perusahaan kami," tegasnya.

Dalam sanggahan ini ia sampaikan 10 point, sebagai bantahan dan keseriusan dirinya, untuk mengungkap upaya ketidakterbukaan proses lelang di lingkungan Pemkab Lamongan yang syarat permainan dan terkesan tidak profesional. "Sanggahan ini juga saya tembusan ke Kepala LPSE Provinsi Jatim, Kepala LPSE Pusat di Jakarta, BPKP Provinsi Jatim dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," tukasnya.

Dari 10 sanggahan ia mencontohkan beberapa sanggahan dari pihaknya diantaranya, pihaknya dianggap tidak melampirkan spesifikasi teknis barang yang ditawarkan berdasarkan contoh, Brosur dan gambar-gambar ia sanggah. "Kami sudah membuat gambar dan atau brosur jauh sebelum kami mengikuti tender di PDAM Lamongan hal tersebut dapat dilihat dalam COMPRO, dan sebagian dalam bentuk gambar terpisah, kami sampaikan pada saat evaluasi (hasil konsultasi hal tersebut juga dapat dilihat bahwa kami di KBLI 46651 yaitu Perusahaan Perdagangan Besar Bahan dan Barang Kimia (Dokumen Terlampir)," terangnya.

Selain itu, pihaknya dianggap tidak melampirkan surat dukungan pabrik/agen/distributor berlegalisir dan stempel basah bermaterai Rp.10.000 juga ia sanggah karena tidak benar seperti itu, karena sejak dokumen penawaran diberikan ke Pokja PDAM Lamongan pada (25/1/2025) sudah disertakan dokumen dukungan dari pabrik.

"Selama ini kami bekerja sama, dengan Perusahan besar dan berkedudukan di luar negeri, karena kebutuhan chemical yang kami butuhkan sangat banyak, maka kami menggunakan surat dukungan dari Perusahaan internasional dan itu surat dukungan sah dan resmi bisa di gunakan antar Negara (Dokumen Terlampir)," jelasnya.

Dandoko Kepala Bagian LPSE Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Lamongan saat dikonfirmasi prihal ini tidak menjawab rinci alasan kenapa CV Nabilah Artha Jaya sebagai pemenang bukan PT Multiusaha Baroka yang menawar lebih rendah dari kompetitornya.

Ia menjawab meminta surabayapagi com, untuk menghubungi pihak Perumda Air Minum/PDAM. "Waalaikum Salam Wr.Wb, Untuk proses lelang paket tersebut bisa langsung ke Panitia Lelang di PDAM, mulai proses pengumuman lelang sampai pengumuman pemenang lelang, kepanitiaan bukan di Pokja UKPBJ Lamongan," terangnya.

Sementara itu, Alfian Kabag Teknis dan PPK Perumda Air Minum/PDAM saat dikonfirmasi balik meminta surabayapagi.com untuk menghubungi Pokja Lelang dalam hal ini LPSE. "Untuk info lebih jelasnya yang memberitahukan Pokja Lelang, kedudukan saya sebagai PPK menerima hasil pemenang yang sudah ditetapkan Pokja," jawabnya. jir

Berita Terbaru

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Survei Prakarsa: Sebanyak 45,3 Persen Masyarakat Lamongan Belum Puas  dengan Layanan Publik

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:40 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan – Meski capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan sepanjang tahun 2025 dalam LKPJ bupati cukup tinggi, namun itu tidak b…

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Pemprov Jatim Tegaskan Tidak Intervensi Proses Hukum, Namun Tetap Dampingi ASN

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:28 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan pendampingan hukum bagi aparatur sipil negara (ASN) yang tengah menghadapi persoalan hukum, t…

PLN UPT Madiun Lakukan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam, Pasokan Listrik Tetap Aman

PLN UPT Madiun Lakukan Pemeliharaan Jaringan Tanpa Padam, Pasokan Listrik Tetap Aman

Jumat, 24 Apr 2026 17:20 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 17:20 WIB

SurabayaPagi, Madiun – PT PLN (Persero) terus memperkuat keandalan pasokan listrik di Jawa Timur melalui program pemeliharaan jaringan tanpa p…

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Pemkot Surabaya Instruksikan Pengalihan Aliran Air Atasi Banjir Kawasan Ketintang, Ditarget Tuntas Oktober 2026

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:58 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sebagai langkah strategi mengatasi masalah banjir berulang di kawasan Ketintang, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya telah…

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Petani hingga Pengepul Meringis, Harga Ikan Tawar di Lamongan Anjlok Lebih dari 50 Persen

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Menjelang panen raya ikan air tawar yang terjadi bersamaan dengan cuaca buruk (ekstrem) memicu banyak kerugian bagi para petani…

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Kurangi Risiko Banjir, Pemkot Surabaya Normalisasi Bangunan di Kalianak Secara Bertahap

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

Jumat, 24 Apr 2026 14:39 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menindaklanjuti keluhan banjir yang kerap melanda kawasan Surabaya, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Balai Besar Wilayah…