"Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu dan menjadi saudara dalam kesukaran". (Amsal 17:17)
SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Itu ciri-ciri persahabatan sejati menurut Amsal. Yesus Kristus mendefinisikan sahabat sejati sebagai: "Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku" (Yoh 15:13-15).
Yesus menjadi contoh yang sempurna mengenai sahabat sejati, karena Dia menyerahkan nyawa-Nya untuk "sahabat-sahabat"-Nya. Apalagi, siapa pun bisa menjadi sahabat-Nya dengan beriman-percaya kepada-Nya sebagai Juru Selamat, sehingga mereka bisa dilahirkan kembali dan menerima hidup baru di dalam Dia.
Saya pikir-pikir, kita juga dapat belajar mengenai persahabatan sejati dengan melihat persahabatan Daud dan Yonatan, anaknya Saul. Padahal, ayahnya memburu Daud dan mencoba untuk membunuhnya, namun Yonatan selalu membela Daud.
Kisah ini di kitab 1 Samuel pasal 18-20. Dan beberapa ayat yang berkaitan dengan kisah ini ada di 1 Samuel 18:1-4; 19:4-7; 20:11-17, 41-42.
Bagi saya, Amsal juga merupakan sumber hikmat yang memadai untuk memahami apa yang dimaksud dengan persahabatan yang sejati itu. "Seorang sahabat menaruh kasih setiap waktu, dan menjadi seorang saudara dalam kesukaran" (Ams 17:17). "Ada teman yang mendatangkan kecelakaan, tetapi ada juga sahabat yang lebih karib dari pada seorang saudara" (Ams 18:24). Untuk bisa mendapatkan seorang teman yang baik, kita harus menjadi teman yang baik bagi orang lain terlebih dahulu. "Seorang kawan memukul dengan maksud baik, tetapi seorang lawan mencium secara berlimpah-limpah" (Ams 27:6). "Besi menajamkan besi, orang menajamkan sesamanya" (Ams 27:17).
Juga prinsip persahabatan sejati dapat ditemukan di kitab Amos. "Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji?" (Amos 3:3). Teman sejati itu akan sependirian dan sependapat. Teman adalah seseorang, yang menjadi tempat Saudara dapat mengungkapkan isi hati dengan kepercayaan penuh. Teman adalah seseorang, yang Saudara hormati dan yang menghormati Saudara, bukan berdasarkan kelayakan tetapi berdasarkan kesamaan pikiran.
Prinsip persahabatan sejati menurut Alkitab. Kesetiaan, Kerelaan untuk berkorban demi sahabatnya, Mendampingi teman, baik dalam suka maupun duka. Saya catat, menjunjung tinggi persahabatan, bukan sekadar berteman saat senang (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham