SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Menindaklanjuti instruksi Bulog untuk segera menyerap gabah setara beras sebanyak 3 juta ton untuk swasembada pangan, Bulog Banyuwangi menargetkan menyerap gabah dan beras dari petani mencapai 53.000 ton.
Hal itu sesuai HPP (Harga Pembelian Pemerintah) tahun ini, gabah kering panen (GKP) Rp 6.500 per kilogram. Sedangkan HPP beras di gudang Bulog Rp 12.000 per kilogram, dengan kualitas kadar air maksimal 25 persen dan kadar hampa maksimal 10 persen.
“Untuk Bulog Banyuwangi, serapan gabah dan beras tahun ini ditarget sebanyak 53.000 ton. Sedangkan untuk tahun ini, Harga Pembelian Pemerintah atau HPPn-ya sekarang Rp 6.500,” ungkap Kepala Bulog Cabang Banyuwangi Dwina Puspitasari, Senin (24/02/2025).
“Harapan kami, produksi padi tahun ini di Banyuwangi meningkat secara kuantitas, kualitas, serta lebih baik. Sehingga, Bulog dapat memaksimalkan penyerapan dari hasil petani,” imbuhnya.
Untuk pembelian beras petani, standar spesifikasi yang dapat diterima atau dibeli, yakni mempunyai derajat sosoh minimal 95 persen, kadar air maksimal 14 persen, butiran patah (broken) maksimal 20 persen dan butir menir 2 persen.
“Beras masuk ke Bulog harus memenuhi kualitas yang telah ditentukan,” tegasnya.
Sementara, lanjut Dwina, saat ini ada stok beras sebanyak 62.000 ton untuk memenuhi kebutuhan pangan wilayah Banyuwangi dan NTT.
“Untuk stok beras Banyuwangi mencukupi bahkan untuk kebutuhan bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,’’ pungkasnya. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu