SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Pabrikan yang menjadi ikonik berkat film ‘James Bond’, Aston Martin baru saja mengumumkan kabar kurang menyenangkan terkait pemangkasan tenaga kerjanya sebesar 5 persen atau 170 personil demi menghemat biaya sebesar 25 juta poundsterling atau setara Rp 520,1 miliar berdasarkan kurs saat ini.
Supercar asal Inggris tersebut juga mengalami kerugian dan utang karena volume penjualan berpotensi meleset dari ekspektasi. Sehingga, pihaknya perlu melakukan penyesuaian untuk mendukung kinerja keuangan di masa depan.
“Sementara kami mulai membuat kemajuan dalam penyesuaian biaya operasional grup pada tahun fiskal 2024, kami perlu melakukan lebih banyak perbaikan untuk mendukung kinerja keuangan masa depan,” jelas Chief Executive Officer Aston Martin, Adrian Hallmark, Minggu (02/03/2025).
Selain itu, Aston Martin menunda peluncuran mobil listrik pertamanya dan beralih fokus pada pengembangan model plug-in hybrid (PHEV) lanatraan kondisi pasar yang kian menantang dengan menyoroti risiko dari potensi tarif dan penurunan penjualan di beberapa pasar besar, termasuk China.
Aston Martin juga mendorong penjualan dari model supercar terbarunya, yakni Vanquish, DB12, dan Vantage serta hypercar bernama Valhalla yang semuanya diluncurkan dalam dua tahun ke belakang.
Mobil terbaru dari Aston Martin, yakni Valhalla memiliki mesin V8 4,0 liter twin-turbo yang digabungkan dengan tiga motor listrik, sehingga memberikan total tenaga mencapai 1.079 ps dan torsi 1.100 Nm. Valhalla juga dilengkapi transmisi hybrid 8-percepatan Dual Clutch terbaru, yang dilengkapi dengan Electronic Rear Differential untuk respons lebih cepat. jk-02/dsy
Editor : Desy Ayu