SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Dibawah kepemimpinan Bupati Ipuk Fiestiandani dan Wakil Bupati (Wabup) Mujiono, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi komitmen memprioritaskan pengentasan kemiskinan sebagai bentuk untuk menyukseskan program penurunan angka kemiskinan menjadi 4,5 persen dalam Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Pengentasan kemiskinan tersebut akan menjadi prioritas utama dalam kepemimpinannya periode kedua bersama dengan wakilnya Mujiono selama lima tahun ke depan. Melihat di tahun 2024 lalu, Banyuwangi menjadi kabupaten ketiga dengan urutan kemiskinan terendah yakni 6,54 persen.
"Prioritas utama kami yaitu mempercepat pengentasan kemiskinan, karena kemiskinan merupakan permasalahan prioritas yang diutamakan di level provinsi dan level nasional. Kami tingkatkan pendapatan orang miskin, kami bantu beban pengeluaran mereka dan kami cegah munculnya transmisi kemiskinan baru," ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, Kamis (06/03/2025).
Sebagai bagian dari komitmen untuk memberikan hasil yang cepat dan nyata, duet Ipuk-Mujiono telah menyiapkan sejumlah program prioritas dan quick win yang akan dilaksanakan. Quick win ini penting untuk memberikan fokus dan orientasi kerja nyata dalam skala prioritas yang cepat.
Selain prioritas utama, juga ada dua prioritas wajib dan tiga prioritas pengungkit, dengan berbagai program pembangunan yang akan dijalankan. Dua prioritas wajib tersebut diantaranya, pendidikan dan kesehatan.
Pendidikan harus berkualitas dan merata untuk generasi Banyuwangi yang lebih berdaya saing, berakhlak, dan berkarakter dengan memberikan beasiswa kuliah untuk seribu anak muda Banyuwangi, pendirian Institut Seni Indonesia di Banyuwangi, zero drop out di kalangan pelajar, dan tidak ada sekolah rusak, pembangunan TPA Wongsorejo dan TPS Karetan.
Kemudian, jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk, pendirian rumah sakit di daerah selatan Banyuwangi, pusat jantung dan stroke di RSUD Blambangan, peningkatan kualitas layanan kesehatan, serta peningkatan SDM dan sarana prasarana.
Berikutnya, terdapat tiga prioritas pengungkit, yakni penguatan sektor unggulan rakyat, mempercepat pemerataan infrastruktur dasar, sosial dan ekonomi, serta mempercepat digitalisasi layanan publik.
"Dan penyelesaian pembangunan Jalan Lintas Timur (JLT) dan Jalan Lintas Selatan (Pansela), peningkatan kualitas jalan pada 518 ruas jalan kabupaten, serta perbaikan 10 ribu perbaikan rumah tidak layak huni," katanya. by-01/dsy
Editor : Desy Ayu