SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani terus dihujani pertanyaan dari penanam modal soal Danantara.
Wanita yang akrab disapa Ani itu juga berjanji menjaga kepercayaan market dan masyarakat. Ia menyebut tujuannya sama-sama baik sehingga akan dikelola juga dengan baik
Ani memastikan Daya Anagata Nusantara alias Danantara akan bebas dari korupsi dan konflik kepentingan.
Ia menegaskan bakal terus bekerja sama dengan CEO Badan Pelaksana Danantara Rosan Roeslani serta Menteri BUMN Erick Thohir. Ini sejalan dengan misi yang diberikan oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengelola Danantara.
"Seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden (Prabowo), (Danantara) harus dikelola secara prudent (dan) transparan karena ini adalah harta untuk anak cucu kita," tegasnya dalam Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri Sudirman, Jakarta Pusat, Selasa (8/4).
"Kita akan mendesain dengan tata kelola di mana whistleblower ada, oversight cukup kuat, penekanan untuk tidak ada konflik kepentingan, dan bebas korupsi," janji Sri Mulyani.
Wanita yang juga menjabat sebagai Anggota Dewan Pengawas Danantara itu juga menyinggung soal perubahan skema pengelolaan dividen BUMN.
Dividen dari perusahaan pelat merah mulanya masuk ke kas negara melalui Kementerian Keuangan sebagai penerimaan negara bukan pajak (PNBP). Nanti, semuanya akan langsung masuk ke kantong Danantara dan dikelola oleh badan baru tersebut.
"Danantara yang di-established, termasuk penggunaan dividen, itu sudah kita perhitungkan. Jadi, kami ingin menyampaikan bahwa APBN tetap terjaga sebagai anchor confident karena ini penting sekali," jelas Sri Mulyani.
Sang Bendahara Negara menegaskan dirinya, Erick Thohir, dan Rosan Roeslani juga akan terus meyakinkan investor terkait kehadiran Danantara. n ec/jk/rmc
Editor : Moch Ilham