Rutin Menabung Rp 20 ribu/hari, Nenek asal Kediri Berangkat Haji

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Sri Dewi Sudarwati nenek asal Kediri yang rajin menabung 20 ribu perhari untuk bisa menjalankan rukun iman ke 5. SP/Achmad Adi
Sri Dewi Sudarwati nenek asal Kediri yang rajin menabung 20 ribu perhari untuk bisa menjalankan rukun iman ke 5. SP/Achmad Adi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Impian melaksanakan ibadah haji ke Tanah Suci menjadi cita-cita besar bagi setiap muslim. Namun, tidak semua orang bisa dengan mudah mewujudkan keinginan itu. Diperlukan kesabaran, tekad, dan usaha yang tidak kecil. Hal itu pula yang dialami Sri Dewi Sudarwati, warga Desa Wates, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri.

Perempuan berusia 66 tahun ini merupakan salah satu jemaah haji kloter 5 asal Kabupaten Kediri yang akan berangkat ke Tanah Suci pada Sabtu (3/5) siang. Ia merasa sangat bersyukur dan terharu karena akhirnya bisa menunaikan rukun Islam kelima setelah menabung secara konsisten selama bertahun-tahun.

"Alhamdulillah dari hasil menabung rutin sebesar Rp20.000,- yang saya simpan dalam suatu kotak, saya bisa mendaftar haji pada tahun 2012 setelah terkumpul 25 juta rupiah," tutur nenek dari tujuh cucu ini.

Sri Dewi bercerita, keinginan untuk berhaji mulai tumbuh sejak tahun 2009. Namun saat itu, kondisi ekonomi keluarga belum memungkinkan. “Anak-anak masih kecil, ekonomi belum cukup. Tapi saya tetap menyimpan niat untuk berhaji,” ujarnya mengenang.

Dengan tekad yang kuat, sejak tahun 2009 ia mulai menabung setiap hari sebesar Rp20 ribu. Uang itu tidak disimpan di bank, melainkan dikumpulkan secara sederhana di rumah. “Saya ini orang desa, tidak biasa ke bank. Jadi nabungnya di kotak kayu saja di rumah,” tuturnya.

Setelah tabungan terkumpul, ia gunakan untuk mendaftar haji pada 2012. Meski harus menunggu lebih dari satu dekade, Ibu Sri tidak pernah mengeluh. Ia justru semakin yakin bahwa dengan kesabaran, setiap niat baik akan sampai pada waktunya.

Wanita tangguh ini berangkat haji seorang diri, tanpa ditemani suami maupun anak-anaknya. "Suami saya sudah meninggal. Alhamdulillah beliau sudah lebih dulu berhaji. Kami dulu daftarnya gantian karena hanya mampu membayar untuk satu orang saja," ujarnya.

Ia pun mengenang masa-masa sulit saat memulai kehidupan rumah tangganya. “Dulu suami saya cuma tukang tambal ban sambil jualan bensin eceran. Kami belum punya rumah, masih ngontrak,” kenangnya. Namun dari usaha kecil-kecilan itu, Sri Dewi berhasil membuka warung dan terus mengembangkannya hingga kini.

“Alhamdulillah barokah. Sekarang jualan saya lebih lengkap dibanding dulu. Dan dari hasil itulah saya bisa menabung sedikit demi sedikit hingga cukup untuk daftar haji,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.

Menjelang keberangkatan ke Madinah pada pukul 14.20 WIB, Ibu Sri tak henti bersyukur. “Di tanah suci nanti, saya akan berdoa agar anak-anak dan cucu-cucu saya juga bisa menyusul berhaji atau setidaknya bisa umrah dulu. Semoga mereka juga diberi rezeki dan kesempatan,” harapnya tulus. Ad

Berita Terbaru

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Takmir Masjid di Bayubang Lamongan Ajukan Pemindahan Gardu Trafo, PLN Patok Rp 80 Juta Menjadi Viral

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Takmir Masjid At-Taqwa di Desa Bayubang Kecamatan Solokuro Lamongan Jawa Timur, dibuat murka oleh pelayanan PLN, lantaran…

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Dampak Efesiensi, Pemkab Lamongan Pangkas Perjalanan Dinas Sampai 50 Persen

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai langkah kongkrit dalam komitmen menjalankan instruksi Pemerintah Pusat untuk efesiensi energi, Pemkab Lamongan telah…

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Tekankan Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Infrastruktur, KSPI PT PLN Kunjungi GITET Surabaya Selatan

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 18:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – PT PLN (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan yang bersih dan t…

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Permudah Pengajuan Klaim, BPjS Ketenagakerjaan Hadirkan Fitur Layanan 'Lapak Asik'

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 17:15 WIB

SURABAYA PAGI, Malang - BPJS Ketenagakerjaan menghadirkan fitur antrean online pada Layanan Tanpa Kontak Fisik atau Lapak Asik mulai 1 April 2026 guna …

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Reklamasi Diduga Tanpa Kepastian Izin di Pesisir Gresik, Nelayan Kehilangan Ruang Hidup

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Dugaan pencaplokan wilayah laut kembali mencuat di pesisir Desa Manyarejo, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik. Kawasan yang b…

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Sidang Perdana Kasus Dugaan Korupsi Dana Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik Digelar di Pengadilan Tipikor Surabaya

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

Kamis, 02 Apr 2026 15:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya mulai menyidangkan perkara dugaan korupsi dana hibah Pemerintah Provinsi Jawa T…