Miliki Hobi Menyenangkan, Budidaya Bonsai di Sumenep Raup Cuan Miliaran

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Mulya Bonsai saat merawat Bonsai Bungkol Jenis Santigi yang ditawar 100 Juta. SP/ RAH
Mulya Bonsai saat merawat Bonsai Bungkol Jenis Santigi yang ditawar 100 Juta. SP/ RAH

i

SURABAYAPAGI.com, Sumenep - Memiliki hobi menyenangkan, dan menyukai keindahan, Mulya Bonsai tercatat sebagai Preneur Bonsai jenis Santigi, tinggal di Desa paling ujung pulau Madura, tepatnya di Desa Kalianget Barat Kabupaten Sumenep.

Diakui Mul, pihaknya memiliki hobi terhadap Bonsai itu sudah lama, bahkan sejak 2003  sudah memiliki banyak koleksi jenis Bonsai, di antaranya Bonsai jenis serut, Cemara Udang dan Bonsai Jenis Santigi

Namun, dikatakan Mul, pihaknya lebih fokus kepada pohon santigi, karena dilihat sangat unik dan sangat menarik, Bonsai Santigi memiliki daun yang kecil dan batang pohonnya sangat lunak, jadi sangat bisa disesuaikan dengan penikmat dan pecinta bonsai. 

Mul menjelaskan, Jenis Santigi yang banyak diminati oleh pecinta Bonsai melalui channel Youtube yang dimilikinya, bahkan tak jarang banyak penikmat yang ditemui melalui online sampai terjadinya transaksi jual beli.

Mul menceritakan bahwa, jenis Santigi yang dimiliki itu memang bervariasi sebab Santigi itu ada dua Jenis, ada santigi karang  dan jenis santigi Mawar dan kedua-duanya adalah Bonsai yang memang banyak diminati oleh pecinta Bonsai di Nusantara. 

"Saya memiliki banyak koleksi jenis Santigi, dan saat ini saya memiliki kurang lebih 800 ribu bonsai semuanya jenis Santigi, dari harga satu juta sampai ratusan juta," jelasnya, Senin (05/05/2025).

Ia mengaku, mempekerjakan orang siang dan malam untuk merawat bonsai yang di milikinya, karena mencintai sangatlah mahal dalam perawatannya, Ia mengatakan kalau kecintaannya terhadap bonsai itu telah menginspirasi dalam hidupnya.

"Saya menyukai bonsai karena bagi saya tidak banyak resiko, jadi saya membeli dan menjualnya di lakukan lewat medsos, mudah sebenarnya, apalagi merawatnya, jadi tidak beresiko," tuturnya.

Jadi berbisnis, kata dia, Berbeda dengan berkegiatan menggunakan anggaran APBD dan APBN, hanya saja, sambungnya kalau berbisnis itu murni berdagang dan bertransaksi dengan banyak orang.

"Sejak saya menekuni dunia bisnis, dan menyukai bonsai, kehidupan saya jauh lebih tenang, padahal sebelumnya saya sudah sakit-sakitan, dan secara akal sudah tidak bakal bangkit lagi, tapi Allah percayakan amanah kepada saya untuk bangkit dan terus berinovatif," ungkapnya.

Makanya dengan menyukai bonsai dan merawat keindahan hati saya jadi indah dan senang, dari hal ini saya bisa berbagi keindahan dengan banyak orang melalui kecintaan saya terhadap bonsai. Jelasnya

"Saya merasa sangat senang dengan usaha yang saya tekuni sekarang, apalagi maraknya dunia online, semua produk bisa terjual melalui jangkauan pasar bebas," pungkasnya. rah

Berita Terbaru

Lumpur Lapindo Nyaris Sentuh Bibir Tanggul, Warga Sekitar Mulai Ketar-ketir Cemas

Lumpur Lapindo Nyaris Sentuh Bibir Tanggul, Warga Sekitar Mulai Ketar-ketir Cemas

Kamis, 11 Jun 2026 13:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 13:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Seiring meningkatnya volume air dan lumpur di sekitar tanggul Lumpur Lapindo, Sidoarjo, yang kini hampir menyentuh bibir tanggul…

BPKAD Usulkan Kenaikan Gaji Ribuan PPPK Paruh Waktu di Tulungagung

BPKAD Usulkan Kenaikan Gaji Ribuan PPPK Paruh Waktu di Tulungagung

Kamis, 11 Jun 2026 13:01 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 13:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Tulungagung - Menindaklanjuti kondisi 5.400-an gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu Tulungagung yang hanya…

Tingkatkan Swasembada Pangan, Bupati Lamongan Serahkan Bantuan Alsintan untuk Poktan

Tingkatkan Swasembada Pangan, Bupati Lamongan Serahkan Bantuan Alsintan untuk Poktan

Kamis, 11 Jun 2026 12:47 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 12:47 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Kabupaten Lamongan terus berupaya meningkatkan swasembada pangan, salah satunya memberikan bantuan alat dan mesin pertanian …

Kewalahan Jual Dagangan, Harga Bawang Putih di Ponorogo Tembus Rp38 Ribu per Kg

Kewalahan Jual Dagangan, Harga Bawang Putih di Ponorogo Tembus Rp38 Ribu per Kg

Kamis, 11 Jun 2026 12:44 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 12:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menyikapi sejumlah komoditas dapur yang mengalami kenaikan signifikan, justru membuat pedagang kesulitan menjual barang…

Pagar Jembatan Cangar Mulai Ditinggikan, Progres Pengerjaan Capai 60 Persen

Pagar Jembatan Cangar Mulai Ditinggikan, Progres Pengerjaan Capai 60 Persen

Kamis, 11 Jun 2026 12:26 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 12:26 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Jembatan Cangar kini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) terkait kasus bunuh diri yang sempat terjadi…

Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga, Pemkot Madiun Gelar Gerakan Pangan Murah

Jaga Stabilitas Pasokan dan Harga, Pemkot Madiun Gelar Gerakan Pangan Murah

Kamis, 11 Jun 2026 12:11 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 12:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Guna menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan pokok demi menekan laju inflasi daerah, Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, menggelar…