Mencuatnya Pertarungan 2 Kubu Jatim Pro-Jokowi dan Pro-Kaesang, Bagus Panuntun: PSI Sedang Bertumbuh

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua DPW PSI Jawa Timur, Bagus Panuntun. SP/ NI
Ketua DPW PSI Jawa Timur, Bagus Panuntun. SP/ NI

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Pemilu Raya di Indonesia memang sudah menjadi hal biasa. Namun, nyatanya sedikit partai yang mengadopsi sistem pemilihan langsung oleh kader. Seperti sebelumnya, Kaesang Pangarep yang ditunjuk langsung menjadi Ketua Umum (Ketum) tanpa pemilu.

Berbeda, kali ini PSI bersiap menggelar Pemilu Raya untuk memilih Ketua Umum melalui mekanisme one man one vote. Langkah ini dianggap sebagai bukti komitmen PSI terhadap nilai-nilai demokrasi dan transparansi.

Meski demikian, dinamika internal tak terhindarkan. Diskusi hangat mencuat di kalangan kader, khususnya di Jawa Timur, yang terlihat mulai terbelah dalam dua pandangan besar.

Mereka yang ingin partai tetap selaras dengan arah politik Presiden Joko Widodo, dan mereka yang mendukung kepemimpinan independen dari Kaesang Pangarep.

Kaesang, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum PSI, menyatakan bahwa ia terbuka terhadap proses pemilu internal dan siap mengikuti aturan yang ada. Ia juga menekankan pentingnya menjaga marwah partai dari pengaruh luar, termasuk tidak melibatkan nama Presiden Jokowi dalam perdebatan internal partai.

“PSI bukan partai keluarga. Kita partai anak muda yang terbuka dan demokratis. Siapa pun bisa maju, selama memenuhi syarat dukungan dari struktur,” ujar Kaesang dalam salah satu pernyataannya baru-baru ini, Selasa (20/05/2025).

Merespons isu perbedaan pandangan di tubuh partai, Ketua DPW PSI Jawa Timur, Bagus Panuntun, menyatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang wajar dalam partai demokratis.

“Perbedaan pendapat di kalangan kader adalah dinamika biasa. Justru ini menandakan bahwa PSI sedang bertumbuh dan membuka ruang partisipasi. Demokrasi itu bukan soal seragam berpikir, melainkan soal saling menghormati dalam perbedaan,” kata Bagus Panuntun.

Pemilu Raya PSI akan memungkinkan seluruh anggota terdaftar di seluruh Indonesia untuk memberikan suaranya secara langsung. Para calon ketua umum harus mendapat dukungan dari minimal lima DPW dan 20 DPD untuk bisa mendaftar.

Meskipun perbedaan pendapat terjadi, banyak pengamat melihatnya sebagai proses wajar dalam partai modern. Perdebatan antara kubu “pro-Jokowi” dan “pro-Kaesang” justru menunjukkan bahwa PSI sedang belajar menjadi partai terbuka yang tumbuh bersama basisnya.

Ke depan, Pemilu Raya PSI akan menjadi penentu arah baru partai ini, apakah tetap berada dalam bayang-bayang Jokowi, atau membangun identitas yang lebih mandiri di bawah kepemimpinan generasi baru. lni

Berita Terbaru

Kasih Karunia : Yesus sebagai Hakim

Kasih Karunia : Yesus sebagai Hakim

Senin, 28 Sep 2026 08:28 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:28 WIB

​Mazmur 94:2: “Bangunlah, ya Hakim bumi, balaslah kepada orang-orang congkak apa yang hak!” ​Melalui perumpamaan-Nya (seperti kisah Hakim yang Lalim dalam …

Kerangka Manusia di Tengah Lahan Tebu, Bikin Geger Warga Lamongan

Kerangka Manusia di Tengah Lahan Tebu, Bikin Geger Warga Lamongan

Senin, 28 Sep 2026 08:23 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan — Misteri menyelimuti kawasan Hutan Petak 23 A, Desa Tenggerejo, Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan. Kerangka manusia d…

4 Wakil ke Semifinal Bulu Tangkis Perorangan

4 Wakil ke Semifinal Bulu Tangkis Perorangan

Senin, 28 Sep 2026 08:20 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:20 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Indonesia meloloskan empat wakil ke babak semifinal bulu tangkis perorangan Asian Games 2026 setelah melalui babak perempat final…

KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

KPK Sita Uang Ratusan Juta Rupiah

Senin, 28 Sep 2026 08:17 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang ratusan juta rupiah saat menggeledah kantor wilayah (Kanwil) Badan Pertanahan…

Diduga, Sejumlah Kantor Pertanahan di Jatim Setor ke Oknum BPN Jatim

Diduga, Sejumlah Kantor Pertanahan di Jatim Setor ke Oknum BPN Jatim

Senin, 28 Sep 2026 08:15 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga sejumlah Kantor Pertanahan (Kantah) di wilayah Jawa Timur melakukan setoran ke oknum…

15 Ijin BPR Dicabut OJK

15 Ijin BPR Dicabut OJK

Senin, 28 Sep 2026 08:10 WIB

Senin, 28 Sep 2026 08:10 WIB

​SURABAYAPAGI.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mencabut izin usaha 15 Bank Perekonomian Rakyat (BPR) maupun BPR Syariah hingga September 20…