Perjalanan Muzdalifah ke Mina, Krodit

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wukuf itu salah satu rukun haji yang dilakukan di Padang Arafah. Waktu pelaksanaannya dimulai dari tergelincirnya matahari pada tanggal 9 Dzulhijjah (hari Arafah) hingga terbit fajar pada tanggal 10 Dzulhijjah (hari Idul Adha).

Wukuf di Arafah menjadi simbol kebersamaan dan pengingat akan hikmah haji.  Wukuf di Arafah tahun ini dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2025, bertepatan dengan 9 Zulhijjah 1446 Hijriyah.

Makanya, Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) dikenal sebagai titik krusial dalam ibadah haji.

Maklum, Arafah, Muzdalifah, dan Mina merupakan lokasi puncak pelaksanaan ibadah haji. Di 3 tempat itu menjadi tempat jamaah haji melakukan rangkaian ibadah seperti wukuf, mabit, dan lempar jumrah.

Saat saya haji, jemaah bergerak ke Muzdalifah menggunakan kereta Mashaer dan bus. Jumlah jemaah yang menggunakan alat transportasi bus tiga kali yang menggunakan layanan kereta.

Di 3 tempat ini segala kemampuan fisik dan mental bisa terkuras.

Energi jemaah akan banyak terkuras. Maka itu, saya saat itu saya harus mengetahui rentetan itu semua, agar bisa mengukur diri. Survei ini saya lakukan satu minggu sebelumnya.

Perhitungqn jarak antara Muzdalifah dan Mina sekitar 14 km, yang hari biasa dapat ditempuh dengan kendaraan dalam waktu kurang dari 15 menit. Tapi saat haji, bisa 6-7 jam dan melelahkan.

Pada saat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1443 H, jemaah harus melakukan empat ritual. Artinya, setelah mencapai Mina, jamaah melempar jumrah, menyembelih hewan, mencukur rambut, kemudian berangkat ke Makkah untuk melakukan Tawaf Ifada dan sa'i.

Selanjutnya di sisa 2 atau 3 hari lainnya, jemaah melaksanakan lempar jumrah di masing-masing dari tiga jamarat.

 Saat itu, jemaah calon haji asal Pakistan, Turki hingga Mesir, banyak yang berjalan kaki saat fase Armuzna berkilometer-kilometer. Ini dengan tantangan cuaca panas dan paparan cahaya matahari. Mereka bisa sangat keletihan jika tidak dilakukan perencanaan aktivitas secara terpadu.

 

***

 

Saat fase Mina, misalnya, pengalaman saya, jemaah bisa berjalan kaki menempuh jarak 2,5 kilometer, bahkan lebih. Ini tergantung tempat tinggalnya untuk melakukan amalan melempar batu atau jumrah.

Padahal, pada 8 Dzulhijah jamaah berjalan kaki untuk rukun haji wukuf di Arafah. Wukuf berlangsung sehari kemudian hingga sore hari.

Artinya, meski saya menggunakan bus,  ada proses panjang perjalanan yang melelahkan.

Dan selama di Arafah, jemaah akan tinggal untuk menjalani prosesi wukuf mulai terbitnya matahari pada 9 Dzulhijah hingga sang surya tenggelam.

Kemudian, jemaah akan mulai bergerak menuju Muzdalifah untuk mabit hingga pukul 01.00 waktu Arab Saudi (WAS) di hari berikutnya.

Dari Muzdalifah, jemaah calon haji bergerak menuju tenda di Mina untuk tinggal sementara. Selanjutnya, mereka akan keluar tenda berjalan kaki menuju area jamarat untuk melakukan wajib haji jumrah aqabah kemudian kembali lagi ke tenda Mina.

 

***

 

Muzdalifah ke Mina merupakan salah satu tahapan penting dalam ibadah haji, di mana jemaah haji akan berpindah dari Muzdalifah ke Mina setelah mabit (bermalam) di Muzdalifah.

Saya masih ingat, setelah mabit di Muzdalifah dan melaksanakan salat Subuh, jemaah haji  berpindah ke Mina untuk menunaikan wajib haji, seperti melempar jumrah.

Tepat pukul 07.37 Waktu Arab Saudi (WAS), seluruh jemaah yang mabit di Mizdalifah sudah bergeser seluruhnya ke Mina.

Saat itu ada keterlambatan pergerakan jemaah dari Muzdalifah ke Mina. Proses mobilisasi jemaah dari Muzdalifah saat itu berlangsung hingga 13.30 WAS.

Kini, ada penerapan skema murur (melintas muzdalifah) bagi jemaah risiko tinggi, lansia, dan disabilitas.

Selain skema murur, pemerintah juga menyiapkan skema tanazul. Ini juga untuk mengurangi kepadatan di Mina, di mana jemaah haji tetap mendapatkan hak tenda di Mina, tetapi menginap di hotel dekat Jamarat.

Dua hari sebelumnya, saya dan rombongan juga survei ke Mina.

Dalam pantauan, tenda-tenda putih berdiri dengan kokoh seolah siap untuk digunakan. Jamaah diarahkan berjalan melewati lorong-lorong di antara tenda untuk mencapai lokasi menginap masing-masing. Ini, sesuai dengan syarikah yang menaungi.

Di dalam tenda, digelar karpet berwarna krem khas gurun pasir. Saat survei, kasur lantai masih belum digelar.

Di antara deretan tenda yang disiapkan, ada beberapa unit yang cukup luas dan dilengkapi dengan sofa. Tenda jenis ini diperuntukkan hanya bagi dua kloter, namun belum dipastikan kloter mana yang akan menempatinya.

Dalam praktiknya, krodit. Kita gak mudah cari tenda penginapan sementara. Saat itu, tenda-tenda untuk mabit jamaah haji Indonesia, sudah tak layak lagi. Selain sempit, tenda yang menampung ratusan ribu jamaah itu tak dilengkapi dengan fasilitas MCK yang memadai.

Ada jamaah yang terpaksa tidur di lorong antara tenda, karena fasilitas tenda yang tidak mencukupi.

Saya anggap ada sejumlah tenda yang membuat kondisi jamaah sangat tidak nyama. Mereka berdesak-desakan hanya unruk merebahkan diri. Saat itu, untuk satu kloter yang jumlahnya 300-400 orang, hanya mendpatkan tiga tenda yang tidak seberapa luas.

Juga fasilitas MCK terbatas.

Untuk bisa menggunakan MCK, seorang jamaah harus antre minimal 1 jam. Belum lagi kondisi MCK yang sangat kotor. Di beberapa MCK jamaah perempuan, pembalut perempuan berserakan yang membikin jemaah pria harus cari MCK lain. ([email protected])

Berita Terbaru

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Haul Raja-Raja Madura di Hari Jadi ke-757, Bupati Fauzi: Jangan Lupakan Sejarah di Tengah Kemajuan

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 17:47 WIB

SURABAYA PAGI, Sumenep-Pemerintah Kabupaten Sumenep menggelar Haul Raja-Raja Madura sebagai puncak rangkaian Hari Jadi ke-757 Kabupaten Sumenep, di depan…

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Bupati Fauzi Ziarah ke Asta Tinggi: Hormati Jasa Leluhur, Warisan Harus Dijaga

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 15:03 WIB

Jelang Hari Jadi ke-757…

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Pengamat Politik Ungkap Peluang Demokrat Bangkit di Pemilu 2029: Harus Terbuka dan Bersih dari Kader Terjerat Hukum

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 09:53 WIB

SurabayaPagi, Jakarta - Kepengurusan lengkap DPD Partai Demokrat Jawa Timur (Jatim) periode 2026-2031 hingga kini belum diumumkan. Pengamat Politik Accurate…

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

BULOG Perkuat Pengawasan SPHP, Bentuk Satgas Khusus dan Gandeng Satgas Pangan Polres

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

Sabtu, 31 Okt 2026 06:32 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Perum BULOG memperkuat pengawasan distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) melalui pembentukan Satuan Tugas…

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Wujudkan Akses Kepemilikan Rumah bagi Pekerja, BPJS Ketenagakerjaan Malang Gelar Pekan MLT 

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 22:35 WIB

  SURABAYA PAGI. com, Malang - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Malang menggelar Pekan Manfaat Layanan Tambahan (MLT) Perumahan Tahun 2026 untuk pekerja di P…

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Dugaan Eksploitasi Anak Seret Nama Chester dan Suami, Polda Jatim Diminta Turun Tangan

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

Jumat, 30 Okt 2026 21:37 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Chester Jevelin Thaniago dan suaminya, Soecindro Halim terseret kasus dugaan eksploitasi anak. Salah satu pelapor dalam kasus arisan…