Presiden Rombak Penyaluran Pupuk Subsidi, yang Bertele-tele

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kebijakan ruwet terkait penyaluran pupuk bersubsidi, oleh Presiden Prabowo dirombak total agar bisa tepat sasaran langsung ke Petani.
Kebijakan ruwet terkait penyaluran pupuk bersubsidi, oleh Presiden Prabowo dirombak total agar bisa tepat sasaran langsung ke Petani.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan banyak sekali aturan di Indonesia, yang bertele tele. Itu sebenarnya justru menghambat pengembangan ekonomi.

Sebagai contoh , kebijakan penyaluran pupuk subsidi. Prabowo mengaku pihaknya baru saja merombak regulasi tersebut menjadi makin sederhana.

Awalnya dia menjelaskan pupuk yang disubsidi oleh APBN saat keluar dari pabrik menuju petani perlu 145 peraturan. Penyaluran harus dilakukan dengan tanda tangan menteri, paraf menteri, persetujuan gubenur, bahkan hingga persetujuan camat baru bisa disalurkan ke petani.

Setelah disederhanakan, pada akhirnya produktivitas petani jadi naik. Pupuk yang tadinya langka dan harga selangit akhirnya bisa didapatkan dengan mudah oleh petani.

"Saya coret itu semua. Dari pabrik langsung ke Gapoktan. Nggak ada ini, ini, ini. Produksi naik saudara. Pupuk yang langka, ternyata bisa tidak langka. Pupuk bisa terjangkau oleh petani," pungkas Prabowo.

Selain itu, Banyak juga aturan yang membuat birokrasi jadi bertele-tele.

"Peraturan-peraturan yang kita bikin sendiri, yang menghambat diri kita sendiri, birokrasi yang bertele-tele," sebut Prabowo di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (12/6/2025).

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan adanya birokrasi atau skema yang terlalu rumit dan bertele-tele dalam distribusi pupuk bersubsidi milik pemerintah kepada petani.

Distribusi pupuk dari pabrik hingga sampai ke tangan petani itu semula memerlukan 145 aturan, yang membutuhkan tanda tangan menteri hingga Direktur Jenderal (Dirjen) di kementerian/lembaga terkait.

"Pupuk dari pabrik milik Pemerintah Indonesia, pupuk yang disubsidi oleh APBN, keluar dari pabrik menuju petani tadinya 145 peraturan, regulasi," tambah Prabowo.

 

Prosedurnya Mengular

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan tahun ini total alokasi pupuk subsidi sebanyak 9,5 juta ton. Namun, dari jumlah itu yang baru terealisasi hanya sebesar 5 juta ton.

Kenapa? Karena harus ada SK (Surat Keputusan) dari bupati, SK dari gubernur. Ada usulan, ruwet, mengular, rumit sekali, jadi walaupun alokasinya besar, cukup, tetapi kalau prosedurnya bertele-tele, mengular, akhirnya juga nggak bisa terserap dengan baik," ujar Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Selasa. n erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Empat Truk Pengangkut Pasir Terjebak Arus Deras di Sungai Besuk Koboan Lumajang, Polisi Lakukan Evakuasi

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 21:26 WIB

SURABAYA PAGI, Lumajang– Sebanyak Empat truk pengangkut pasir terjebak derasnya arus air di kawasan pertambangan pasir CV Manfaat Manunggal Nusantara, Sungai B…

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Bantai Wakil Singapura 6-1, MilkLife Strikers Buka Singa Cup dengan Hattrick Ika Wonda

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:21 WIB

SurabayaPagi, Singapura – Tim MilkLife Strikers mengawali kiprahnya di turnamen internasional Singa Cup 2026 dengan hasil gemilang. Menghadapi wakil tuan rumah …

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Sekolah Surabaya Pertahankan Dominasi, Bandung Lahirkan Dua Juara Baru di MilkLife Soccer Challenge

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 20:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Persaingan sepak bola putri usia dini di Surabaya dan Bandung semakin kompetitif. MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026–2027 men…

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Gudang di Ponorogo Terbakar Hebat, Api Disebut Berasal dari Pembakaran Sisa Tanaman Jagung

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:31 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Ponorogo – Gudang barang bekas (rosok) milik Tugiantoro, warga Desa Turi, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, terbakar pada M…

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

BeautyFest Asia by Popbela.com Hadir di Surabaya, Bagikan Promo Produk Kosmetik yang Sangat Menarik

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 18:01 WIB

SURABAYA PAGI, Surabaya- BeautyFest Asia by Popbela.com hadir melalui penyelenggaraan di Surabaya pada 30 Oktober–1 November 2026 di Convention Hall, Tunjungan …

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Ratusan Botol Miras Disita Polisi dari Kafe di Ujungpangkah Gresik

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

Minggu, 01 Nov 2026 17:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Peredaran minuman beralkohol (miras) tanpa izin kembali ditertibkan aparat kepolisian. Kali ini, jajaran Polres Gresik menyasar s…