SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sebanyak 11 jemaah haji Debarkasi Surabaya yang sempat menunjukkan gejala mirip COVID-19 dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes antigen. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya, Rosidi Roslan, dalam konferensi pers di Asrama Haji Surabaya, Minggu (15/6).
Rosidi, yang juga menjabat sebagai Kepala Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Surabaya, mengatakan bahwa meski hasil pemeriksaan tidak mengindikasikan adanya infeksi COVID-19, pihaknya tetap meminta Dinas Kesehatan dan Puskesmas domisili jemaah untuk melakukan pemantauan kondisi kesehatan mereka selama dua pekan ke depan.
"Karena hasilnya negatif, tidak dilanjutkan ke tes PCR. Namun tetap kami berikan notifikasi ke fasilitas kesehatan setempat agar dilakukan pengawasan selama 14 hari," ujarnya.
Ia menjelaskan, gejala yang muncul pada para jemaah seperti batuk dan flu umumnya disebabkan oleh kelelahan usai menunaikan ibadah haji. "Gejala mirip flu ini sering ditemui karena faktor kelelahan. Begitu ada tanda-tanda itu, langsung kami lakukan observasi visual dan skrining antigen," terang Rosidi.
Ia menegaskan, meskipun COVID-19 telah berstatus endemi, kewaspadaan tetap dibutuhkan, terlebih bagi jemaah lanjut usia. Rosidi mengimbau agar jemaah tetap menerapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker saat tidak enak badan dan menghindari keramaian.
“Lansia atau jemaah dengan daya tahan tubuh lemah sebaiknya tetap disiplin menjaga kesehatan,” pesannya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya istirahat yang cukup dan menjaga pola makan serta kebersihan diri agar imunitas tetap terjaga setelah perjalanan panjang dari Arab Saudi.
Hingga Minggu siang, Debarkasi Surabaya telah menerima kepulangan 11 kelompok terbang (kloter) dengan total 4.162 jemaah haji. Salah satunya adalah Kloter 11 yang mayoritas berasal dari Kabupaten Sidoarjo dan seluruh anggotanya berjumlah 380 orang tiba dalam kondisi lengkap dan selamat.(Sp/ad)
Editor : Redaksi