SURABAYAPAGI.COM, Banjarmasin - Prajurit TNI AL Kelasi Satu Jumran, dijatuhi sanksi pemecatan dalam kasus pembunuhan berencana yang menghilangkan nyawa jurnalis asal Banjarbaru, Juwita (23).
Sanksi pemecatan dari dinas TNI AL itu berlaku sejak dibacakan putusan ini dan memperoleh kekuatan hukum yang tetap. Sementara untuk sanksi pidana, majelis hakim menjatuhkan vonis pidana seumur hidup kepada prajurit TNI AL tersebut.
Selain itu, Majelis hakim Pengadilan Militer (Dilmil) I-06 Banjarmasin, Kalimantan Selatan, membebankan biaya perkara kepada negara.
"Terdakwa Kelasi Satu Jumran terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan pembunuhan berencana. Oleh karena itu, dijatuhi pidana pokok berupa penjara selama seumur hidup," kata Ketua Majelis Hakim Letnan Kolonel CHK Arie Fitriansyah saat membacakan amar putusan kasus pembunuhan jurnalis di Ruang Sidang Sidang Antasari, Dilmil I-06 Banjarmasin di Banjarbaru, Senin (16/6).
Kasus pembunuhan jurnalis Juwita itu terjadi di Jalan Trans-Gunung Kupang, Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru, pada 22 Maret 2025.
Jasad korban ditemukan warga tergeletak di tepi jalan sekitar pukul 15.00 WITA bersama sepeda motor miliknya. Kemudian, muncul dugaan korban tewas akibat kecelakaan tunggal.
Korban bekerja sebagai jurnalis media dalam jaringan (daring) lokal di Banjarbaru dan telah mengantongi uji kompetensi wartawan (UKW) dengan kualifikasi wartawan muda. n kl/rmc
Editor : Moch Ilham