Kisah Haru Penjual Pentol Asal Ngawi, Bisa Berangkat Haji Setelah Menabung Sejak 2012

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Pasutri asal Ngawi Sumino dan sang istri Nur Hasanah sesampai di asrama haji Sukolilo Surabaya usai menjalankan ibadah haji. SP/ Achmad Adi
Pasutri asal Ngawi Sumino dan sang istri Nur Hasanah sesampai di asrama haji Sukolilo Surabaya usai menjalankan ibadah haji. SP/ Achmad Adi

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Rasa syukur mendalam tak henti-hentinya diucapkan Sumino (50) dan sang istri, Nur Hasanah (56), atas kesempatan berharga yang mereka peroleh tahun ini. Pasangan asal Ngawi itu akhirnya bisa menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci, setelah menabung selama lebih dari satu dekade.

Keduanya tergabung dalam kloter 54 embarkasi Surabaya dan tiba di Asrama Haji Surabaya pada Sabtu malam, 28 Juni 2025, pukul 21.15 WIB.

"Merupakan suatu anugerah yang luar biasa. Kami yang hanya penjual pentol ini bisa menjadi tamu Allah ke Baitullah," tutur Sumino penuh haru.

Setiap harinya, Sumino dan Nur Hasanah berjualan pentol untuk mencukupi kebutuhan hidup. Pada pagi hari, mereka menitipkan dagangan ke sekolah-sekolah, sementara malam harinya mereka mangkal di depan Kantor Polsek Jogorogo, Ngawi, hingga dini hari. Aktivitas ini dijalani bersama kelima anak mereka yang turut membantu.

Sejak menikah pada tahun 2004, pasangan ini memiliki tekad kuat untuk berhaji. Dengan penghasilan pas-pasan, mereka mulai menabung sedikit demi sedikit.

"Kadang Rp10 ribu sehari, kadang cuma Rp5 ribu. Kalau rezekinya lebih, ya kami tabung lebih banyak," ungkap Sumino.

Tabungan mereka sempat dikembangkan dengan menyewa sawah. Selepas berdagang pentol di pagi hari, mereka menggarap lahan pertanian sewaan untuk menambah penghasilan.

Hingga pada Mei 2012, uang tabungan mereka terkumpul sebesar Rp50 juta, cukup untuk mendaftar haji. Namun keberangkatan mereka sempat tertunda akibat pandemi COVID-19. Kini, setelah 13 tahun menanti, impian mereka akhirnya terwujud.

Selama di Makkah, Sumino dan Nur Hasanah melaksanakan ibadah dengan lancar. Bahkan, mereka sempat melakukan umrah sunnah sebanyak 25 kali yang diniatkan sebagai badal (pengganti) untuk orang tua, kakek nenek, dan kerabat mereka.

"Alhamdulillah, semua berjalan lancar. Kami benar-benar bersyukur," kenang Sumino.

Menjelang keberangkatan, mereka sempat kebingungan karena tidak memiliki cukup uang saku. Namun, bantuan dari orang-orang baik membuat mereka bisa berangkat dengan tenang.

"Alhamdulillah, ada yang memberi uang saku sebelum berangkat dan juga selama di Tanah Suci. Kami merasa sangat terbantu," ungkapnya.

Kepada masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi serupa, Sumino berpesan agar tidak putus asa untuk mengejar impian berhaji.

"Yang penting ikhtiar dan yakin. Allah pasti beri jalan bagi yang bersungguh-sungguh," pungkasnya. ad

Berita Terbaru

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Babak Baru Perkara Wire Rope, Rangkaian Fakta Mulai Dipertarungkan di Persidangan

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Penolakan eksepsi oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya menjadi pintu masuk bagi perkara dugaan pelanggaran ketentuan …

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Kerugian Rp83 Miliar Tak Otomatis Jadi Kesalahan Direksi, Ahli UNEJ Soroti Beban Pembuktian

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:19 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Besarnya nilai kerugian perusahaan belum serta-merta dapat menjadi dasar untuk menyatakan seorang direksi melakukan kesalahan atau …

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Sengketa Ijazah Sukur Prijanto Masuk Babak Baru, Mediasi Terbentur Legal Standing

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 20:17 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya— Sengketa dugaan ketidakabsahan ijazah yang melibatkan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sukur Prijanto memasuki babak penting di P…

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Jembatan Garuda di Madiun Tak Cuma Soal Konstruksi, Dampak ke Warga Jadi Tujuan

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Jembatan Garuda yang dibangun di beberapa wilayah di kabupaten Madiun tak hanya diuji kekuatan konstruksinya. Korem 081/DSJ…

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Perubahan APBD TA 2026 Disepakati, Belanja Daerah Naik Rp84,8 Miliar

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 16:35 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto– Pemerintah Kota Mojokerto bersama DPRD Kota Mojokerto menyepakati Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan Anggaran Pendapatan …

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Untuk Surabaya Berkeadilan, ARSAS Tegaskan Sikap: Satu Tuntutan, Empat Usulan

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

Rabu, 02 Sep 2026 15:57 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Arek Suroboyo Asli (ARSAS) menegaskan sikap organisasi terhadap sejumlah persoalan yang dinilai berkaitan langsung dengan k…