Menkeu Sri Mulyani, Otak-atik Danantara

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Momen Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (3/7/2025).
Momen Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (3/7/2025).

i

Terkait Meningkat atau Tidaknya Investasi di Indonesia

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan Danantara sangat menentukan meningkat atau tidaknya investasi di Indonesia.

Apalagi, badan khusus besutan Presiden Prabowo Subianto ini diciptakan menjadi lembaga dana investasi milik pemerintah.

"Peranan Danantara akan sangat menentukan apakah investasi kita meningkat," kata Sri Mulyani dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Kamis (3/7/2025) malam.

Di sisi lain, Sri Mulyani juga mengingatkan jika investasi Danantara lebih dominan dari pemerintah, maka akan menciptakan crowding out atau situasi di mana terjadi peningkatan pengeluaran pemerintah dan dapat mengurangi investasi sektor swasta.

"Danantara itu state own (milik negara). Kalau dominan tanpa bisa meng-attract, maka yang terjadi crowding out," tambah Sri Mulyani.

Sementara, apabila Danantara mampu menarik investasi swasta lebih banyak, maka Danantara bisa menjadi katalis bagi perekonomian.

"Jadi ini adalah sesuatu yang perlu untuk terus disampaikan. Kami telah berkomunikasi terus dengan tim Danantara," terang mantan petinggi World Bank itu.

 

Akan Berdampak Terhadap Indonesia

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan aktivitas manufaktur dunia mengalami pelemahan dan akan berdampak terhadap Indonesia.

Hal ini dikarenakan efek perang tarif dan meluasnya konflik global seperti perang Israel versus Iran, yang berujung keterlibatan Amerika Serikat (AS).

"Aktivitas manufaktur di dunia memang mengalami perlemahan, kontraksi, itu juga nanti dirasakan di Indonesia," ujar Sri Mulyani, masih dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Kamis malam (3/7/2025) malam.

Konflik global itu telah menekan para pelaku usaha di sektor industri manufaktur. Ini ditandai dengan makin buruknya kontraksi Purchasing Managers' Index (PMI).

PMI Manufaktur Global sudah di bawah 50 sejak Mei 2025 dan terus merosot, bahkan PMI Manufaktur Indonesia sudah ke posisi 46,9 pada Juni 2025 setelah sebelumnya pada Mei 2025 di level 47,4.

"Perdagangan dan investasi global diproyeksikan akan semakin melemah, kita lihat trennya semakin melemah," ucap Sri Mulyani.

Beberapa industri terlihat mulai terasa dampaknya. Misalnya penjualan semen pada Maret-Mei 2025 mengalami fluktuasi, di mana Maret turun 23,6% yoy, April naik 29,5% yoy dan Mei turun 3,8% yoy.

"Penjualan dari sisi mobil mengalami penurunan di Mei yang cukup dalam dan aktivitas manufaktur Indonesia semuanya masuk dalam zona kontraktif. Ini menggambarkan bahwa sekarang mulai masuk dampak global itu terhadap komponen pertumbuhan ekonomi Indonesia," beber Sri Mulyani.

Di sisi lain, ia melanjutkan tekanan inflasi juga berpotensi makin tinggi, setelah harga minyak mentah dunia melonjak hingga 8% saat Israel mengebom Iran atas dukungan AS.

"Saat Israel menyerang Iran yang kemudian didukung AS, menyebabkan harga minyak sempat melonjak 8% pada saat pengeboman, namun kemudian bisa bergerak menurun lagi," imbuhnya.

 

Kata CEO Danantara Rosan Roeslani

Sebelumnya, CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan Danantara sudah berhasil meneken kerja sama investasi dengan beberapa negara. Kerja sama dilakukan dengan Qatar, Rusia, China, hingga Australia dengan total nilai investasi menembus US$ 7 miliar atau sekitar Rp 112,7 triliun.

"Dengan adanya keberadaan Danantara ini, InsyaAllah kita bisa mengakselerasi pembangunan ekonomi Indonesia, mencanangkan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 8% sesuai dengan arahan Bapak Presiden," kata Rosan dikutip dari keterangan resmi Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden, Selasa (1/7/2025).

Rosan menegaskan Danantara saat ini mengelola aset lebih dari US$ 1 miliar dan menaungi 889 Badan Usaha Milik Negara (BUMN) strategis. Ini menjadi tanggung jawab besar baginya dan semua pihak dalam Danantara.

"Yang terjadi adalah tanggung jawab yang sangat besar, yang kami berkomitmen penuh, Bapak Presiden, Bapak Wakil Presiden untuk menjaga amanah ini sebaik-baiknya," ujar Rosan.

 

MoU dengan Perusahaan Terbesar Dunia

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan perusahaan desalinasi air swasta terbesar di dunia dari Arab Saudi, ACWA Power.

Nilai kerja sama mencapai US$10 miliar atau Rp162 triliun (kurs Rp16.215 per dolar AS). Kerja sama ini akan membantu Indonesia mencapai target 34 persen bauran energi terbarukan pada 2034 dan 87 persen pada 2060.

"Kolaborasi kami dengan ACWA Power merupakan langkah penting dalam menempatkan Indonesia sebagai pemain utama dalam transisi energi global. Kemitraan ini menghadirkan modal dan keahlian untuk mempercepat proyek berdampak tinggi di bidang tenaga surya, hidrogen, dan solusi terpadu air-energi," kata CEO Danantara Rosan Roeslani dalam keterangan tertulis, Rabu (2/7).

Ada dua nota kesepahaman yang disepakati. Pertama, antara Danantara dengan ACWA Power yang meresmikan eksplorasi investasi oleh ACWA Power di Indonesia. n erc/ec/jk/rmc

Berita Terbaru

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Laila Mufidah Temukan  TPS Lintas Wilayah Berlaku Denda Cas

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:40 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Alangkah terkejutnya Wakil Ketua DPRD Surabaya Laila Mufidah saat melakukan sidak ke TPS Rungkut Menanggal. Pimpinan Dewan…

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Wakil DPRD Surabaya Minta Pemkot dan Pengembang Tak Tutup Mata

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

Selasa, 24 Feb 2026 03:37 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wakil DPRD Surabaya Laila Mufidah langsung melakukan sidak atau turun ke lapangan usai mendengar keluhan Warga di Gunung Anyar…

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Sidak Takjil Pemkot Kediri Pastikan Jajanan Ramadan di Kota Kediri Aman dan Terawasi

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:13 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Pemerintah Kota Kediri memastikan keamanan jajanan takjil yang dijajakan selama bulan Ramadan melalui inspeksi mendadak (sidak) di…

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Program Keluarga Harapan Plus Tahap 1 Tahun 2026 Kembali Digulirkan, Sasar 485 Lansia di Kota Kediri

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:09 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Memasuki bulan Ramadhan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyalurkan Program Keluarga Harapan (PKH) Plus Tahap I bagi lansia…

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Refleksi Satu Tahun Kepemimpinan Dalam Apel Pagi, Mbak Wali - Gus Qowim Percepat Pembangunan dan Turunkan Kemiskinan

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

Senin, 23 Feb 2026 21:05 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati memimpin apel pagi bersama jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota…

Kita Seperti Dijajah AS

Kita Seperti Dijajah AS

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

Senin, 23 Feb 2026 20:11 WIB

MUI Minta Kaji Ulang Perjanjian Dagang AS-Indonesia yang Salah Satu Kesepakatannya Menyebut Produk asal AS yang Masuk ke Indonesia tidak Memerlukan Sertifikasi…